Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 479
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pembangunan desa hari ini kerap berjalan dalam irama yang terlalu kaku: serba terukur, serba terlapor, tetapi kerap lupa untuk dirasakan. Desa dipaksa berbicara dalam bahasa angka—persentase pertumbuhan, serapan anggaran, dan indikator kinerja—seolah kemajuan hanya sah jika bisa dirumuskan dalam tabel dan grafik. Di tengah gegap gempita itu, sesuatu yang paling mendasar justru perlahan tersisih: manusia dengan segala rasa, relasi, dan maknanya. Ketika “rasa” dicabut dari jantung kebijakan, desa berubah menjadi ruang administratif yang tertib, namun kehilangan jiwa.

Padahal desa, sejak awal, bukan sekadar wilayah geografis atau satuan birokrasi. Ia adalah ruang hidup yang dibangun dari ingatan kolektif, dari kebiasaan yang diwariskan, dari relasi yang tumbuh tanpa dipaksa. Desa adalah tempat di mana orang tidak hanya tinggal, tetapi saling mengenal, saling mengingat, dan saling merasa. Maka ketika pembangunan hanya berorientasi pada fisik dan prosedur, yang sebenarnya sedang terkikis bukan hanya wajah desa, melainkan makna hidup di dalamnya.

Karena itu, menghidupkan kembali desa tidak cukup dengan menambah program atau memperbaiki tata kelola administratif. Yang lebih mendasar adalah membongkar cara pandang tentang apa itu kemajuan. Kita perlu berani menggeser pusat gravitasi pembangunan: dari yang semula berpusat pada sistem, kembali kepada manusia. Dari yang semula mengejar capaian, kembali pada pengalaman hidup. Dari yang semula dikendalikan dari atas, kembali pada kedaulatan warga sebagai pemilik sah arah perubahan.

Langkah paling awal dari upaya itu adalah merebut kembali ruang bicara. Musyawarah desa tidak boleh terus dipertahankan sebagai ritual formal yang sekadar memenuhi kewajiban regulasi. Ia harus dihidupkan sebagai ruang publik yang otentik—ruang di mana warga benar-benar hadir sebagai subjek, bukan pelengkap prosedur. Dalam musyawarah yang sehat, perbedaan bukan ancaman, melainkan sumber kekayaan. Ketegangan bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan tanda bahwa gagasan sedang bekerja.

Secara sosiologis, kualitas musyawarah tidak diukur dari cepatnya kesepakatan tercapai, tetapi dari kedalaman proses yang terjadi. Apakah suara perempuan didengar? Apakah anak muda diberi ruang? Apakah mereka yang selama ini terpinggirkan benar-benar bisa berbicara tanpa takut? Desa yang hidup bukan desa yang selalu sepakat, melainkan desa yang mampu mengelola perbedaan tanpa kehilangan kohesi sosialnya.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahas Sejumlah Isu, PWNU Gorontalo Gagas Bahtsul Masail Se-Suluttenggo

    Bahas Sejumlah Isu, PWNU Gorontalo Gagas Bahtsul Masail Se-Suluttenggo

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Bahtsul Masail yang melibatkan tiga wilayah, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) pada Ahad, 23 Februari 2025 besok. Acara yang digagas oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Gorontalo ini menjadi tonggak sejarah baru dalam mengintegrasikan diskusi ilmiah antar wilayah di kawasan Sulawesi. Ketua LBM PWNU […]

  • Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Setiap lebaran tiba, ada satu momen yang selalu kita tunggu dengan antusias: Halal Bi Halal. Di banyak keluarga muslim Indonesia, tradisi ini berarti keliling dari rumah ke rumah, bersalaman, dan menyantap hidangan yang sensasi rasanya tak pernah gagal. Tapi lebih dari itu, ada suasana hangat yang selalu hadir: perasaan diterima kembali, (setelah) apapun yang terjadi […]

  • 88 Persen Jemaah Haji Sulsel sudah Lunasi Biaya Bipih

    88 Persen Jemaah Haji Sulsel sudah Lunasi Biaya Bipih

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) jemaah haji reguler tahap I sudah ditutup Jumat, (14/3) pukul 16.00 Wita. Pelunasan tahap I ini sudah dibuka sejak tanggal 14 Februari hingga 14 Maret 2025. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel H. Ikbal Ismail menginformasikan bahwa jemaah haji Sulawesi Selatan yang sudah melunasi […]

  • APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 523
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah kembali menyoroti sikap dan perhatian Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terhadap praktik pertambangan nikel yang dinilai bermasalah di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Ketua APPLI Sulteng, Aulia Hakim, mengungkapkan kekecewaan masyarakat terhadap belum adanya tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas rekomendasi DPRD Sulteng terkait konflik […]

  • KUHP dan KUHAP Versi Baru Resmi Berlaku, Sejumlah Pasal Jadi Sorotan Publik

    KUHP dan KUHAP Versi Baru Resmi Berlaku, Sejumlah Pasal Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 520
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) versi terbaru resmi mulai berlaku pada Jumat (2/12/2025). Pemberlakuan KUHAP baru ini melengkapi reformasi hukum pidana nasional setelah sebelumnya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) disahkan lebih dahulu sebagai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. KUHP baru ditandatangani Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2 Januari 2023. Selanjutnya, DPR […]

  • Marhaban Ya Ramadhan

    Marhaban Ya Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu 
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Dalam salah satu bukunya yang masuk kategori best seller yakni Lentera Al-Qur’an, kisah dan hikmah kehidupan, salah satu tema yang dikupas Prof Quraish adalah menyangkut ramadhan. Ada dua kata yang digunakan untuk menyambut tamu yang datang, yakni marhaban dan ahlan wa sahlan, keduanya berarti selamat datang, tapi beda dalam penggunaan kalimat tersebut. Menurut Prof Quraish, […]

expand_less