Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 345
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pembangunan desa hari ini kerap berjalan dalam irama yang terlalu kaku: serba terukur, serba terlapor, tetapi kerap lupa untuk dirasakan. Desa dipaksa berbicara dalam bahasa angka—persentase pertumbuhan, serapan anggaran, dan indikator kinerja—seolah kemajuan hanya sah jika bisa dirumuskan dalam tabel dan grafik. Di tengah gegap gempita itu, sesuatu yang paling mendasar justru perlahan tersisih: manusia dengan segala rasa, relasi, dan maknanya. Ketika “rasa” dicabut dari jantung kebijakan, desa berubah menjadi ruang administratif yang tertib, namun kehilangan jiwa.

Padahal desa, sejak awal, bukan sekadar wilayah geografis atau satuan birokrasi. Ia adalah ruang hidup yang dibangun dari ingatan kolektif, dari kebiasaan yang diwariskan, dari relasi yang tumbuh tanpa dipaksa. Desa adalah tempat di mana orang tidak hanya tinggal, tetapi saling mengenal, saling mengingat, dan saling merasa. Maka ketika pembangunan hanya berorientasi pada fisik dan prosedur, yang sebenarnya sedang terkikis bukan hanya wajah desa, melainkan makna hidup di dalamnya.

Karena itu, menghidupkan kembali desa tidak cukup dengan menambah program atau memperbaiki tata kelola administratif. Yang lebih mendasar adalah membongkar cara pandang tentang apa itu kemajuan. Kita perlu berani menggeser pusat gravitasi pembangunan: dari yang semula berpusat pada sistem, kembali kepada manusia. Dari yang semula mengejar capaian, kembali pada pengalaman hidup. Dari yang semula dikendalikan dari atas, kembali pada kedaulatan warga sebagai pemilik sah arah perubahan.

Langkah paling awal dari upaya itu adalah merebut kembali ruang bicara. Musyawarah desa tidak boleh terus dipertahankan sebagai ritual formal yang sekadar memenuhi kewajiban regulasi. Ia harus dihidupkan sebagai ruang publik yang otentik—ruang di mana warga benar-benar hadir sebagai subjek, bukan pelengkap prosedur. Dalam musyawarah yang sehat, perbedaan bukan ancaman, melainkan sumber kekayaan. Ketegangan bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan tanda bahwa gagasan sedang bekerja.

Secara sosiologis, kualitas musyawarah tidak diukur dari cepatnya kesepakatan tercapai, tetapi dari kedalaman proses yang terjadi. Apakah suara perempuan didengar? Apakah anak muda diberi ruang? Apakah mereka yang selama ini terpinggirkan benar-benar bisa berbicara tanpa takut? Desa yang hidup bukan desa yang selalu sepakat, melainkan desa yang mampu mengelola perbedaan tanpa kehilangan kohesi sosialnya.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konfercab Tetapkan Kepemimpinan Baru PCNU Barru

    Konfercab Tetapkan Kepemimpinan Baru PCNU Barru

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Multazam
    • visibility 92
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BARRU – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Barru resmi menetapkan kepengurusan baru untuk masa khidmat berikutnya dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kabupaten Barru yang digelar pada Jumat, 19 Juni 2026, di Gedung Haji dan Umroh Barru. Dalam forum permusyawaratan tertinggi tingkat cabang tersebut, H. Syamsul Bahri Amin terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Kabupaten […]

  • Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sorotan tajam datang dari Ketua Departemen Organisasi PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Dewa Gede Ginada Darma Putra, terkait kisruh pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataan kerasnya, Ginada menyebut kondisi tata kelola sawit saat ini bukan hanya bermasalah, tapi masuk dalam level krisis akut dan berlapis. Berangkat dari berbagai dokumen, […]

  • Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Pengangguran agaknya dijadikan media Reproduksi Ketimpangan, alih alih fokus pada Transformasi yang menyentuh Struktur. Belakangan ini, pembicaraan soal pengangguran kembali ramai. Ada yang menyebut anak muda sekarang terlalu pemilih, terlalu banyak gengsi, atau tidak tahan proses. Di sisi lain, generasi muda merasa hidup mereka memang sedang tidak baik-baik saja: biaya hidup naik, lapangan kerja makin […]

  • Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

    Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    nulondalo.com, MALANG – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani), Idham Arsyad, resmi menyandang gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB), setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang digelar di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Malang, Selasa (14/7). Dalam sidang promosi doktor […]

  • Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap konsisten dan […]

  • Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ribuan warga di kawasan pesisir kini harus bertahan dengan menggunakan air sumur tadah hujan yang keruh bahkan terasa asin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa. Selama lebih […]

expand_less