Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Karang Taruna Majannang Bantah Keras Isu Warga Jatuh di Jembatan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 247
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Pemberitaan yang dimuat oleh Viraltimes.id terkait kondisi jembatan penghubung antara Desa Mattirotasi dan Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, menuai tanggapan tegas dari pihak Karang Taruna Desa Majannang.

SAKTI, selaku Formatur Ketua Karang Taruna Desa Majannang, secara resmi membantah keras isi pemberitaan tersebut, khususnya klaim yang menyebutkan bahwa telah terjadi beberapa insiden warga jatuh di jembatan tersebut.

Menurutnya, informasi tersebut tidak berdasar dan tidak pernah dikonfirmasi kepada pihak desa maupun Karang Taruna sebagai representasi pemuda setempat.

“Kami menegaskan bahwa tidak benar adanya beberapa warga yang jatuh seperti yang diberitakan. Informasi tersebut tidak pernah kami temukan di lapangan dan sangat meresahkan masyarakat,” tegas SAKTI.

Ia juga menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan cenderung menggiring opini publik tanpa verifikasi yang jelas kepada pihak terkait di Desa Majannang.

Lebih lanjut, SAKTI menegaskan bahwa kondisi jembatan tersebut masih dalam kategori layak digunakan oleh masyarakat sebagai akses penghubung alternatif antar desa. Meski demikian, pihak Karang Taruna tetap terbuka terhadap aspirasi masyarakat terkait peningkatan fasilitas, seperti penerangan jalan, demi kenyamanan bersama.

“Kami tetap mendukung adanya perhatian dari pemerintah terkait perbaikan fasilitas umum. Namun, informasi yang disampaikan ke publik harus akurat dan tidak menimbulkan keresahan,” tambahnya.

Karang Taruna Desa Majannang juga mengimbau kepada seluruh media untuk mengutamakan prinsip jurnalistik yang profesional, yakni melakukan verifikasi data dan konfirmasi kepada pihak terkait sebelum mempublikasikan informasi kepada masyarakat luas.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, serta tetap menjaga kondusivitas di lingkungan Desa Majannang dan sekitarnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai ambang batas parlemen kembali menghangat setiap kali siklus pemilu mendekat. Angka-angka diperdebatkan dengan serius—3 persen, 4 persen, 5 persen—seolah keselamatan demokrasi kita bertumpu pada hitungan matematis itu. Stabilitas pemerintahan dijadikan alasan utama. Terlalu banyak partai di parlemen dianggap mengganggu efektivitas legislasi dan menyulitkan pembentukan koalisi. Namun di balik perdebatan teknis tersebut, ada persoalan […]

  • Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Adagium bahwa Ramadan sebagai bulan yang paling agung dalam Islam merupakan klaim yang diyakini mayoritas umat Islam dunia, tak terkecuali di Indonesia. Diyakini sebagai bulan paling agung lantaran Ramadan adalah bulan wajib untuk berpuasa selama sebulan; diturunkannya Al-Quran (Syahr Ramadan); namanya diabadikan di dalam al-Quran (Qs. 2: 185); bahkan pada bulan ini ada peristiwa Laylahal-Qadr (Qs. 30: 97) yang […]

  • Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

    Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Tulisan Funco Tanipu yang berjudul Yahudi, Sanksi Sosial dan Migrasi yang terbit di kanal bakukabar.id pada 4 April 2025 adalah tulisan yang bagi saya tidak menggambarkan apa-apa, selain menguatkan stigma negatif serta menembakkan tuduhan serius terhadap Yahudi (baik agama maupun komunitas) dengan dalih adat istiadat serta agama, khususnya Islam, di Gorontalo. Tulisan tersebut berangkat dari […]

  • Arus Balik dari Sebuah Negeri yang Tidak Dibiarkan Berkuasa

    Arus Balik dari Sebuah Negeri yang Tidak Dibiarkan Berkuasa

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 549
    • 0Komentar

    “Biar aku ceritai kalian. Dahulu, di jaman kejayaan Majapahit, arus bergerak dari selatan ke utara, dari Nusantara ke Atas Angin.” Kalimat ini ditulis Pramoedya Ananta Toer dalam Arus Baliknya. Ia seakan memberi tahu dengan seksama bahwa kalimat itu tak hanya sekadar nostalgia sejarah. Tetapi merupakan sebuah pernyataan geopolitik yang tajam. Kalimat itu seolah menantang asumsi […]

  • Bukber oleh Funco Tanipu

    Bukber oleh Funco Tanipu

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Asal muasalnya, bukber atau buka puasa bersama dilaksanakan di tiap masjid saat Ramadan. Lambat laun, perkembangannya menjadi lebih transformatif. Bukber bukan saja soal tradisi buka puasa sebagai bagian dari ritus Ramadan. Bukber hari ini berkembang menjadi praktik sosio-religius yang modern. Jika kita pantau dari timeline media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan berbagai story media […]

  • PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 239
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Suksesnya pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo meninggalkan cerita besar bagi daerah. Ribuan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha pertanian, hingga pejabat negara hadir dalam agenda nasional yang berlangsung 20–25 Juni 2026 di kawasan GORR David-Tony, Limboto. Namun, di balik keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah, muncul perbincangan […]

expand_less