Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

  • account_circle Risman Lutfi
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 278
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com – Ketua Jaringan Aktivis Lintas Agama Nusantara (JALAN), Panji Sukma Nugraha, menilai penyebutan “jenderal baliho” kepada Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman merupakan narasi yang tidak proporsional karena mengabaikan konteks sejarah dan tanggung jawab institusional negara.

Panji mengatakan, polemik tersebut harus dibaca secara utuh. Menurutnya, ketika Dudung Abdurachman menjabat sebagai Pangdam Jaya, langkah penertiban baliho dan spanduk dilakukan dalam kerangka pelaksanaan tugas negara untuk menjaga ketertiban umum dan menegakkan keputusan pemerintah yang berlaku saat itu.

“Karena itu, tidak tepat jika tindakan yang lahir dari tanggung jawab jabatan kemudian direduksi menjadi label yang bernada merendahkan,” Ucap Panji.

Menurut Panji, kritik dalam negara demokrasi tentu sah. Namun kritik tetap harus berpijak pada fakta, proporsi, dan konteks yang benar agar ruang publik tidak berubah menjadi arena saling merendahkan.

Sebagai Ketua JALAN, Panji juga mengingatkan bahwa tokoh agama, apa pun agama dan latar belakangnya, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keteduhan kehidupan publik.

“Tokoh agama semestinya menghadirkan kesejukan, bukan memperkeruh suasana. Narasi yang menyerang personal dan merendahkan martabat orang lain tidak memberi teladan yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Panji menilai, sebagai tokoh yang memiliki pengaruh besar di ruang publik, ucapan Habib Rizieq seharusnya lebih mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan.

“Habib Rizieq adalah tokoh dan ulama. Justru karena posisinya itu, saya menilai penyebutan seperti ‘jenderal baliho’ menjadi kurang tepat dan kurang pantas disampaikan ke ruang publik,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia saat ini membutuhkan kedewasaan dalam menyampaikan kritik, kebijaksanaan dalam merespons perbedaan, serta tanggung jawab bersama untuk menjaga suasana kebangsaan tetap teduh.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. Tetapi penghormatan terhadap pengabdian seseorang kepada negara juga harus tetap dijaga,” Ungkapnya.

Panji menegaskan, Dudung Abdurachman saat itu menjalankan kewenangan institusional yang melekat pada jabatannya, bukan bertindak atas dasar kepentingan pribadi.

“Bangsa ini tidak membutuhkan polemik yang terus dipelihara. Yang kita butuhkan hari ini adalah persatuan, ruang dialog yang sehat, dan tanggung jawab bersama menjaga Indonesia tetap teduh,” tutup Panji.

  • Penulis: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid, Modal Kecil, dan Imajinasi Besar

    Masjid, Modal Kecil, dan Imajinasi Besar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle  Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Seringkali, perubahan tidak lahir dari ruang rapat. Melainkan Ia muncul dari percakapan yang tak direncanakan. Jumat siang itu (27/3/2026), di Cinere, kami hanya berniat melihat-lihat mobil. Saya dengan sahabat, K.H. Romdhoni Hamzah. Tidak lebih. Namun, seperti banyak hal dalam hidup, niat yang sederhana sering menjadi pintu bagi sesuatu yang lebih besar. Di sanalah kami bertemu […]

  • DPP GENINUSA Angkat Bicara Soal Penahanan Halim Ali Yang di Tahan Oleh Kejati Sumatra Selatan

    DPP GENINUSA Angkat Bicara Soal Penahanan Halim Ali Yang di Tahan Oleh Kejati Sumatra Selatan

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santri Preuner Nusantara (DPP GENINUSA), angkat bicara soal penahanan Haji Halim Ali di rutan pakjo palembang dalam kondisi kesehatan yang kurang membaik. Faizal Habeba Kordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA mengungkapkan, bahwa penahanan yang dilakukan oleh kejaksaan tinggi sumatera selatan tehadap Haji Halim Ali harus di pertimbangkan dalam sisi kemanusiaan. […]

  • Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nurul Izah Rahareng
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Diskursus publik mengenai akuntabilitas keuangan negara sering kali hanya terfokus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, pengelolaan keuangan publik tidak berhenti di tingkat pusat. Di luar APBN, terdapat ekosistem keuangan yang luas dan kompleks, meliputi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), hingga Dana Desa. Sektor-sektor tersebut justru kerap […]

  • PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 2)

    PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 2)

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 177
    • 0Komentar

    RDP pada 21 Juli 2026 akhirnya berjalan, meski kursi kepolisian tetap kosong. Di ruang rapat itu, warga telah membuka satu demi satu persoalan. Alat berat yang masuk tanpa rasa takut, police line yang ditinggalkan ekskavator, desa-desa di hilir yang menunggu kiriman lumpur, serta pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya berdiri di belakang kegiatan PETI. Namun, persoalannya […]

  • Menuju Moderasi Beragama Progresif

    Menuju Moderasi Beragama Progresif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Oleh: Pepi Albayqunie – (Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini merupakan refleksi dari pengalaman mengelola program moderasi beragama, selama 3-5 tahun belakangan. Saya mengamati Dan merasakan gerakan moderasi beragama telah menemukan momentum yang tepat tetapi membutuhkan varian gerakan yang lebih progressif. Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia telah berkembang melalui berbagai diskusi, […]

  • Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Pagi 31 Januari 2026, saat saya sedang mengikuti sertifikasi dai yang diselenggarakan PB DDI di Hotel UIN Alauddin Makassar, kabar duka itu datang tiba-tiba: Bapak Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Makassar. Informasi itu saya baca lewat grup WhatsApp. Kaget, saya terdiam sejenak, menundukkan kepala, lalu membacakan […]

expand_less