Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 160
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Cendekiawan dan budayawan Yudi Latif menyoroti berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola pendidikan nasional yang dinilainya semakin kehilangan arah peradaban. Dalam tulisannya berjudul “Sengkarut Dunia Pendidikan” yang dimuat di Kompas pada Kamis (21/5/2026), Yudi menilai problem utama pendidikan Indonesia terletak pada kesenjangan antara apa yang disuarakan pemerintah dan kebijakan yang benar-benar dipilih.

Menurutnya, semua pihak sepakat bahwa pendidikan memiliki peran penting bagi kemajuan bangsa. Namun dalam praktiknya, kebijakan pendidikan justru sering kali bersifat administratif, teknokratis, dan berorientasi proyek semata.

“Pendidikan semakin sering diperlakukan seperti proyek administratif yang dapat didistribusikan penanganannya kepada instansi sembarangan,” tulis Yudi.

Ia menegaskan bahwa pendidikan seharusnya dipandang sebagai pekerjaan peradaban, bukan sekadar urusan birokrasi dan angka statistik. Pendidikan, menurutnya, menyangkut pembentukan manusia, pewarisan budaya, pengembangan karakter, hingga penyiapan masa depan bangsa.

Yudi juga menyoroti kondisi guru yang semakin terbebani urusan administratif dan perubahan kebijakan yang terus berganti. Akibatnya, guru kehilangan ruang untuk menjalankan fungsi utamanya sebagai pamong dan pembimbing kehidupan peserta didik.

“Guru perlahan direduksi menjadi pelaksana teknis kurikulum, bukan lagi sebagai penuntun kehidupan dan penyulut daya pikir peserta didik,” ujarnya.

Dalam tulisannya, Yudi mengkritik kecenderungan negara yang lebih fokus pada proyek populisme pendidikan dibanding penguatan kualitas guru dan integrasi sistem pendidikan nasional. Ia menyinggung keberadaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda yang dinilai lahir tanpa integrasi visi pendidikan yang utuh.

Menurutnya, pendidikan masyarakat miskin seharusnya tidak dipisahkan dalam kategori tersendiri, melainkan diperkuat melalui sistem sekolah publik yang setara dan inklusif bagi seluruh warga negara.

“Jika negara sungguh-sungguh ingin menghadirkan keadilan pendidikan, yang perlu diperkuat adalah kualitas seluruh sekolah publik,” tulisnya.

Selain tata kelola pendidikan, Yudi juga menyoroti lemahnya hubungan antara pendidikan, inovasi, dan sistem ekonomi nasional. Ia menilai Indonesia terlalu sibuk mencetak “manusia unggul”, tetapi gagal membangun ekosistem industri dan inovasi yang mampu menyerap kapasitas intelektual generasi muda.

Ia mencontohkan lulusan bidang keinsinyuran yang jumlahnya terbatas, namun sebagian besar justru tidak bekerja sesuai bidang keahlian akibat lemahnya industrialisasi dan minimnya ekonomi berbasis pengetahuan.

“Bangsa yang gagal membangun sistem inovasi akan terus menjadi konsumen dari gagasan bangsa lain,” tegasnya.

Karena itu, Yudi mendorong agar pembangunan pendidikan tidak lagi berjalan parsial. Pendidikan, inovasi, dan ekonomi nasional harus dipandang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung dan saling menguatkan.

Ia menilai pendidikan seharusnya menjadi ruang tumbuh nalar kritis, kreativitas, dan karakter manusia, bukan sekadar ruang hafalan dan pengejaran angka.

Di bagian akhir tulisannya, Yudi menawarkan sejumlah jalan keluar, mulai dari penataan ulang tata kelola pendidikan berbasis kompetensi pedagogis, penguatan sistem inovasi nasional, hingga transformasi ekonomi dari model ekstraktif menuju ekonomi berbasis pengetahuan.

“Arah pendidikan harus lebih berakar pada persoalan keindonesiaan,” tulisnya.

Bagi Yudi, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari banyaknya mahasiswa yang diterima di kampus elite dunia, melainkan dari kemampuan negara menghadirkan ruang aktualisasi bagi ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata bangsa, seperti kemiskinan, ketimpangan, pangan, energi, hingga industrialisasi.

Ia menutup refleksinya dengan menegaskan bahwa pendidikan, inovasi, dan ekonomi harus kembali dipersatukan dalam satu visi pembangunan nasional agar Indonesia mampu melahirkan manusia unggul yang berintegritas, kreatif, dan berdaya cipta bagi kemajuan bersama.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

    Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Saya sering memperhatikan ada orang dengan kekuatan pengaruh batin (inner power) yang terasa kuat, meski kehadirannya nyaris tidak mencolok. Mereka tampil bersahaja, sederhana, tidak berisik, tetapi keputusannya berdampak dan sikapnya membekas. Kehadirannya tidak memaksa perhatian, namun justru membuat orang lain memperhatikan. Mereka tidak haus validasi dan tidak mencari sorotan, tetapi pengaruhnya nyata dan bekerja dalam […]

  • Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga mencuri paket milik kurir viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Kampung Pulo Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dan terekam kamera CCTV milik warga. Video rekaman itu diunggah akun Instagram @jabodetabek24info pada Selasa (3/2/2026). Dalam tayangan tersebut, terduga pelaku terlihat berjalan santai […]

  • Pemprov Gorontalo Gelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif BLUD SMK

    Pemprov Gorontalo Gelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif BLUD SMK

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Biro Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo menggelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Senin (20/10/2025), di Hotel Grand Q Kota Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini diikuti oleh para Kepala SMK se-Provinsi Gorontalo serta melibatkan OPD teknis terkait, […]

  • Dampak Kerusakan Ekologis Batang Toru, Direktur APPRI: Bencana Ini Bukan Kebetulan

    Dampak Kerusakan Ekologis Batang Toru, Direktur APPRI: Bencana Ini Bukan Kebetulan

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Banjir bandang dan longsor kembali meluluhlantakkan Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Sungai Batang Toru — nadi kehidupan masyarakat Tapanuli dan habitat terakhir orangutan Tapanuli — meluap luar biasa, membawa batu-batu besar dan gelondongan kayu raksasa dari hulu. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dengan perspektif yang berbeda oleh Direktur Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Indonesia […]

  • Gerakan Demonstrasi Mei Berlawan di Kota Ternate, Wagub Malut Temui Massa Aksi Bicarakan Personal Buruh dan Pendidikan 

    Gerakan Demonstrasi Mei Berlawan di Kota Ternate, Wagub Malut Temui Massa Aksi Bicarakan Personal Buruh dan Pendidikan 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Ternate diwarnai dengan aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah elemen gerakan dalam Aliansi Mei Berlawan, Rabu (1/5/2025). Aksi ini menyuarakan persoalan ketenagakerjaan dan akses pendidikan, serta mengecam dominasi oligarki tambang di Maluku Utara. Massa aksi memulai long march dari titik kumpul menuju kediaman Gubernur Maluku Utara, sebelum […]

  • DPRD Sulteng Desak Gubernur Hentikan Aktivitas PT Pantas Indomining

    DPRD Sulteng Desak Gubernur Hentikan Aktivitas PT Pantas Indomining

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 455
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Palu –DPRD Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi menyampaikan rekomendasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dilakukan oleh PT Pantas Indomining di wilayah Batu Mahik Dongkalan, Kabupaten Banggai. Surat tersebut ditandatangani Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Arus Abdul Karim, sebagai tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD […]

expand_less