Breaking News
light_mode
Trending Tags

Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Empat ruang unsur kunci pengembangan pariwisata Provinsi Gorntalo dibedah sejumlah peneliti, praktisi dan awak media di halaman Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo.

Keempat ruang elemen kunci ini adalah ruang atraksi, ruang aksesibilitas, ruang amenitas, dan ruang ansilari. Empat komponen kunci dalam pengembangan pariwisata ini dikenal sebagai konsep 4A.

Komponen ini meliputi atraksi adalah daya tarik utama wisata, aksesibilitas adalah kemudahan mencapai destinasi, amenitas adalah fasilitas penunjang seperti akomodasi dan restoran, sementara ansilari adalah pelayanan tambahan yang diberikan oleh pengelola, seperti informasi dan keamanan.

“Nilai tertinggi di ruang atraksi meliputi variasi lansekap, fenomena alam, daya tarik yang dapat disaksikan (what to see), aktivitas wisata yang dapat dilakukan (what to do), produk yang dapat dibeli (what to buy),” kata M Fakhri Jamaluddin peneliti yang juga ahli perencanaan wilayah di depan para pemangku kepentingan pada diskusi kepariwisataan di halaman Bapppeda Provinsi Gorontalo, Jumat (18/10/2025).

Skor ini meliputi nilai untuk keunikan dan daya tarik wisata karakteristik khusus destinasi yang membedakannya dari destinasi lain.

Pada ruang aksesibilitas, skor tertinggi mengarah pada kondisi jalan dan aksesibilitas. Kondisi fisik jalan menuju dan dalam area destinasi, kemudahan akses transportasi. Nilai ini dicapai karena faktor kualitas permukaan jalan, lebar jalan dan kapasitas, dan konektivitas dengan jalan utama.

Di ruang amenitas, pengelolaan sampah dan kebersihan, serta sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan kebersihan destinasi menjadi faktor tertinggi pengembangan pariwisata.

Infrastruktur teknologi, aplikasi dan platform digital, data analytics dan monitoring pada ruang ansilari sangat menentukan. Untuk itu dibutuhkan dukungan teknologi dan digitalisasi, pemanfaatan teknologi dalam promosi dan layanan wisata.

Dari diskusi yang dipandu Tity I Datau Kepala Bidang Riset dan Inovasi, paneliti M Fakhri Jamaluddin  yang didamping Mahyudin Humalanggi menarik simpulan sementara hasil pengolahan riset ini, antara lain prioritas awal harus diarahkan pada penguatan ruang ansilari, khususnya titik-titik pusat informasi aktif baik di koridor maupun destinasi, dan juga digitalisasi ekosistem pemesanan. Ruang ini berperan sebagai penguat operasional bagi atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Intervensi tidak hanya butuh yang cepat, tapi harus tepat.

Selain itu basis pemilihan destinasi unggulan masih menggunakan aspek fungsi ruang pariwisata secara umum yaitu fenomena alam, daya tarik yang dapat disaksikan (what to see), aktivitas wisata yang dapat dilakukan (what to do), partisipasi masyarakat lokal, dan kegiatan rekreatif.

“Pengembangan destinasi unggulan atau prioritas perlu mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan, keseimbangan tiga pilar melalui empat ruang. jadi no one left behind,” ujar Fakhri..

Kepala Bapppeda Provinsi Wahyuddin Athar Katili menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap menjadi sarana sharing knowledge dan evidence-based dialogue yang memperkuat kolaborasi antar OPD, akademisi, media, dan masyarakat.

“Tema kali ini adalah dari data ke cerita: bersama kita bangun Gorontalo,” kata Wahyuddin Katili.

Dunia pariwisata dalam strategi pembangunan Provinsi Gorontalo menempati posisi yang penting pada kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie. Sektor ini menjadi andalan selain pertanian, karena letak posisi Gorontalo yang berada di wilayah antara destinasi wisata Manado dan destinasi wisata Togean. Pergerakan wisatawan, terutama yang nasional dan mancanegara diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya pada pembangunan daerah.

Lead SKALA Gorontalo Ahmar Djalil dalam diskusi ini mengingatkan pentingnya membangun infrastruktur bagi penyandang disabilitas. Ia mengingatkan bahwa pariwisata Gorontalo bersifat inklusif.

Diskusi ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Aryanto Husain, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), sejumlah awak media, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), fungsional perencana ahli madya/muda Bapppeda Provinsi Gorontalo, fungsional peneliti ahli muda Bidang Riset dan Inovasi Bapppeda, Enumerator dan undangan lainnya. (mcgorontaloprov)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Yogyakarta- Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga membutuhkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Alissa, menjaga dan merawat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah seperti menyampaikan pidato di depan umum. Merawat Indonesia berarti harus hadir secara nyata dalam memelihara keberagaman dan kebersamaan di antara […]

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

  • Pemerintah Jelaskan Penurunan Kuota Bansos Akibat Efisiensi

    Pemerintah Jelaskan Penurunan Kuota Bansos Akibat Efisiensi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menjelaskan bahwa kuota penerima Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) pada tahun 2025 mengalami penyesuaian signifikan. Kebijakan ini diambil sebagai imbas dari efisiensi anggaran yang harus diterapkan oleh seluruh pemerintah daerah, termasuk di Provinsi Gorontalo. Hal ini disampaikan Wagub Idah saat menyerahkan bantuan BLP3G di dua kecamatan […]

  • Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pernakah kita berpikir kenapa fasilitas publik seperti rumah sakit atau taman kota bisa dinamai sesuai dengan nama seseorang? Memang sih, terkadang kita menganggap bagian dari menamai ruang publik itu adalah salah satu bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; apakah semua fasilitas publik harus terhubung dengan nama seseorang? Lebih-lebih di balik penamaan […]

  • Alam adalah Ayat Makro Kosmos, Kitab Suci adalah Ayat Mikro Kosmos

    Alam adalah Ayat Makro Kosmos, Kitab Suci adalah Ayat Mikro Kosmos

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 20
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini terinsiprasi dari sambutan Menteri Agama, Prof AGH Nazarudin Umar dalam acara peluncuran buku tafsir ayat-ayat ekologi: membangun kesadaran ekoteologis berbasis Alquran yang dilaksanakan di Gedung Bayt Alquran, TMII oleh LPMQ (Lajnah Pentashih Mushaf Quran). Dalam epistemologi Islam, ayat bukan sekadar rangkaian kalimat dalam kitab suci. […]

expand_less