Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 130
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Empat ruang unsur kunci pengembangan pariwisata Provinsi Gorntalo dibedah sejumlah peneliti, praktisi dan awak media di halaman Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo.

Keempat ruang elemen kunci ini adalah ruang atraksi, ruang aksesibilitas, ruang amenitas, dan ruang ansilari. Empat komponen kunci dalam pengembangan pariwisata ini dikenal sebagai konsep 4A.

Komponen ini meliputi atraksi adalah daya tarik utama wisata, aksesibilitas adalah kemudahan mencapai destinasi, amenitas adalah fasilitas penunjang seperti akomodasi dan restoran, sementara ansilari adalah pelayanan tambahan yang diberikan oleh pengelola, seperti informasi dan keamanan.

“Nilai tertinggi di ruang atraksi meliputi variasi lansekap, fenomena alam, daya tarik yang dapat disaksikan (what to see), aktivitas wisata yang dapat dilakukan (what to do), produk yang dapat dibeli (what to buy),” kata M Fakhri Jamaluddin peneliti yang juga ahli perencanaan wilayah di depan para pemangku kepentingan pada diskusi kepariwisataan di halaman Bapppeda Provinsi Gorontalo, Jumat (18/10/2025).

Skor ini meliputi nilai untuk keunikan dan daya tarik wisata karakteristik khusus destinasi yang membedakannya dari destinasi lain.

Pada ruang aksesibilitas, skor tertinggi mengarah pada kondisi jalan dan aksesibilitas. Kondisi fisik jalan menuju dan dalam area destinasi, kemudahan akses transportasi. Nilai ini dicapai karena faktor kualitas permukaan jalan, lebar jalan dan kapasitas, dan konektivitas dengan jalan utama.

Di ruang amenitas, pengelolaan sampah dan kebersihan, serta sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan kebersihan destinasi menjadi faktor tertinggi pengembangan pariwisata.

Infrastruktur teknologi, aplikasi dan platform digital, data analytics dan monitoring pada ruang ansilari sangat menentukan. Untuk itu dibutuhkan dukungan teknologi dan digitalisasi, pemanfaatan teknologi dalam promosi dan layanan wisata.

Dari diskusi yang dipandu Tity I Datau Kepala Bidang Riset dan Inovasi, paneliti M Fakhri Jamaluddin  yang didamping Mahyudin Humalanggi menarik simpulan sementara hasil pengolahan riset ini, antara lain prioritas awal harus diarahkan pada penguatan ruang ansilari, khususnya titik-titik pusat informasi aktif baik di koridor maupun destinasi, dan juga digitalisasi ekosistem pemesanan. Ruang ini berperan sebagai penguat operasional bagi atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Intervensi tidak hanya butuh yang cepat, tapi harus tepat.

Selain itu basis pemilihan destinasi unggulan masih menggunakan aspek fungsi ruang pariwisata secara umum yaitu fenomena alam, daya tarik yang dapat disaksikan (what to see), aktivitas wisata yang dapat dilakukan (what to do), partisipasi masyarakat lokal, dan kegiatan rekreatif.

“Pengembangan destinasi unggulan atau prioritas perlu mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan, keseimbangan tiga pilar melalui empat ruang. jadi no one left behind,” ujar Fakhri..

Kepala Bapppeda Provinsi Wahyuddin Athar Katili menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap menjadi sarana sharing knowledge dan evidence-based dialogue yang memperkuat kolaborasi antar OPD, akademisi, media, dan masyarakat.

“Tema kali ini adalah dari data ke cerita: bersama kita bangun Gorontalo,” kata Wahyuddin Katili.

Dunia pariwisata dalam strategi pembangunan Provinsi Gorontalo menempati posisi yang penting pada kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie. Sektor ini menjadi andalan selain pertanian, karena letak posisi Gorontalo yang berada di wilayah antara destinasi wisata Manado dan destinasi wisata Togean. Pergerakan wisatawan, terutama yang nasional dan mancanegara diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya pada pembangunan daerah.

Lead SKALA Gorontalo Ahmar Djalil dalam diskusi ini mengingatkan pentingnya membangun infrastruktur bagi penyandang disabilitas. Ia mengingatkan bahwa pariwisata Gorontalo bersifat inklusif.

Diskusi ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Aryanto Husain, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), sejumlah awak media, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), fungsional perencana ahli madya/muda Bapppeda Provinsi Gorontalo, fungsional peneliti ahli muda Bidang Riset dan Inovasi Bapppeda, Enumerator dan undangan lainnya. (mcgorontaloprov)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Perdagangan Karbon diterima Pusat, DPR : Daerah Harus Dapat Manfaat

    Hasil Perdagangan Karbon diterima Pusat, DPR : Daerah Harus Dapat Manfaat

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra menyoroti manfaat konkret dari perdagangan karbon bagi daerah, serta mekanisme distribusi manfaat bagi daerah penyumbang penurunan emisi karbon di Indonesia. “Jika perdagangan karbon ini diterima di pusat, apakah kabupaten penghasil karbon seperti di Jambi juga mendapatkan manfaatnya? Bagaimana mekanisme perhitungannya agar mereka mendapatkan hak yang seharusnya?” tanya Cek […]

  • Ustadz “Tuhan Kecil”?

    Ustadz “Tuhan Kecil”?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Jika ada pertanyaan sebagaimana judul tulisan ini, maka jawabanya bukan. Ustadz bukan “Tuhan Kecil”. Tuhan yang sesungguhnya adalah dzat Yang Maha Besar dan tidak ada yang melebihi kebesaran-Nya. Kemahabesaran Tuhan ini dibarengi dengan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas termasuk kekuasaan untuk “menghukumi” segala sesuatu. Namun harus dipahami bahwa penghukuman Tuhan kepada segala sesuatu yang termaktub dalam […]

  • Solidaritas Perempuan Makassar Mengalir untuk Korban Bencana Sumatera

    Solidaritas Perempuan Makassar Mengalir untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 130
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kepedulian lintas daerah kembali ditunjukkan masyarakat Sulawesi Selatan. Kali ini, sejumlah komunitas perempuan di Kota Makassar mengulurkan tangan bagi saudara-saudara mereka yang terdampak bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatera. Melalui penggalangan dana bersama, terkumpul donasi senilai Rp102 juta yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk disalurkan kepada korban banjir dan longsor. Penyerahan bantuan […]

  • Desak Copot Kapolres dan Kanit Tipiter Maros, KOMAKS Aksi Demo

    Desak Copot Kapolres dan Kanit Tipiter Maros, KOMAKS Aksi Demo

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 133
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAKS) menyelenggarakan aksi damai di tiga titik, yakni di depan Polda Sulawesi Selatan, Polres Maros, dan DPRD Kabupaten Maros. Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait pentingnya penegakan hukum dan perlindungan lingkungan hidup, khususnya di wilayah Kabupaten Maros. Rabu (17/12/2026). Aksi tersebut melibatkan mahasiswa, perwakilan lembaga, serta […]

  • Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 210
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Komitmen pemerintah daerah dalam membangun dan memberdayakan desa kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Sebanyak delapan bupati, termasuk Bupati Maros Chaidir Syam, menerima penghargaan Tokoh Peduli Desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT), Yandri Susanto, pada kegiatan Saba Desa […]

  • Akuntansi Program Bantuan Sosial: Efektivitas Penyaluran dan Tantangan Pengawasan

    Akuntansi Program Bantuan Sosial: Efektivitas Penyaluran dan Tantangan Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Muhamad Pauzan
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Bangsa ini memikul tanggung jawab moral yang besar: memastikan setiap rupiah yang dialokasikan untuk program bantuan sosial benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Namun, realitas menunjukkan bahwa akuntansi program bantuan sosial masih menghadapi berbagai tantangan serius. Pertanyaan mendasar yang perlu diajukan adalah: sejauh mana efektivitas penyaluran bantuan sosial, dan apa saja hambatan dalam pengawasannya? Indonesia, […]

expand_less