Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
  • visibility 180
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dunia kembali berselimut duka. Sosok besar yang selama ini menjadi simbol perdamaian dan toleransi lintas agama, Paus Fransiskus, telah berpulang. Kabar wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menggema hingga ke seluruh penjuru dunia, meninggalkan jejak haru di hati banyak orang—termasuk Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Dalam pernyataannya kepada media, Nasaruddin menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Paus Fransiskus. “Kita kehilangan figur penting dalam perjuangan kemanusiaan dan dialog antariman,” ujarnya.21/04/2025

Bagi Nasaruddin, Paus Fransiskus bukan sekadar pemuka agama Katolik. Ia adalah simbol spiritualitas universal, jembatan antara iman dan kemanusiaan.

Dua Tokoh, Satu Misi: Merawat Perdamaian Dunia

Nasaruddin Umar dan Paus Fransiskus mungkin berasal dari dua dunia keimanan yang berbeda—Islam dan Katolik—tapi semangat keduanya seirama: menjadikan agama sebagai sarana pemersatu, bukan pemecah. Di tengah dunia yang kerap terpecah oleh isu-isu keagamaan, mereka berdua justru menampilkan wajah agama yang penuh kasih, inklusif, dan merangkul semua.

Banyak yang menyebut mereka sebagai “Bapak Semua Agama.” Julukan ini bukan tanpa alasan. Nasaruddin, dengan kiprahnya sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, dikenal sebagai tokoh Islam moderat yang konsisten membangun dialog lintas agama. Ia kerap menggandeng pemuka agama lain dalam berbagai forum nasional maupun internasional. Begitu pula Paus Fransiskus, yang dalam kepemimpinannya aktif menjalin hubungan hangat dengan pemimpin umat Muslim, Yahudi, Hindu, Buddha, dan kepercayaan lainnya.

Pertemuan keduanya beberapa tahun silam menjadi momen bersejarah. Dalam berbagai kesempatan, mereka tampak akrab, penuh kehangatan, saling menghargai perbedaan, dan bersatu dalam semangat cinta kasih. Dalam kenangannya yang dibagikan kepada Tempo, Nasaruddin menyebut Paus Fransiskus sebagai “sahabat spiritual yang tulus.” Ia menambahkan, “Kami berdua percaya bahwa iman tidak seharusnya membuat kita terpisah, melainkan justru mempertemukan kita dalam kemanusiaan.”

Kiprah Nyata di Jalur Perdamaian

Apa yang membuat kedua tokoh ini begitu dihormati bukan hanya karena kata-kata mereka, tetapi juga aksi nyata yang mereka tunjukkan. Paus Fransiskus dikenal dengan gaya kepemimpinan yang rendah hati, sederhana, dan dekat dengan rakyat kecil. Ia berani bersuara lantang melawan ketidakadilan, kemiskinan, perubahan iklim, hingga kekerasan atas nama agama.

Di sisi lain, Nasaruddin Umar juga tak kalah progresif. Ia menggagas berbagai gerakan moderasi beragama di Indonesia—mulai dari program lintas iman di Masjid Istiqlal, hingga diplomasi antaragama ke berbagai negara. Di bawah kepemimpinannya, Istiqlal tidak hanya menjadi pusat ibadah, tapi juga simbol persaudaraan lintas iman. Ia bahkan membuka ruang dialog dan kegiatan bersama dengan gereja, vihara, dan tempat ibadah lainnya.

Kolaborasi antara keduanya menciptakan harapan baru bagi masa depan dunia yang penuh toleransi. Ketika banyak pihak sibuk menyoroti perbedaan, mereka justru memperkuat persamaan: bahwa pada dasarnya, semua agama mengajarkan cinta, kasih sayang, dan perdamaian.

Warisan yang Tak Terlupakan

Kematian memang memisahkan secara fisik, namun warisan nilai-nilai kebaikan akan terus hidup. Nasaruddin menyatakan, “Jasa Paus Fransiskus tidak bisa dilupakan. Ia adalah mercusuar moral di zaman yang sering kali kehilangan arah.”

Di tengah suasana berkabung ini, semangat yang ditinggalkan Paus Fransiskus justru semakin membara. Ia menginspirasi generasi pemimpin agama—seperti Nasaruddin Umar—untuk terus menyalakan obor perdamaian. Dunia membutuhkan lebih banyak figur seperti mereka: yang tidak hanya berbicara tentang iman, tapi juga mempraktikkannya dalam bentuk cinta dan aksi nyata.

Kini, tongkat estafet moral itu berada di tangan para penerusnya. Dan Nasaruddin adalah salah satu di antara sedikit tokoh yang layak menyandang peran tersebut. Dalam lanskap global yang makin kompleks dan terpolarisasi, ia bisa menjadi suara penyeimbang—mengingatkan kita bahwa iman sejati adalah ketika kita mampu mencintai sesama, apa pun latar belakangnya.

Kepergian Paus Fransiskus memang menyisakan duka. Namun ia juga mewariskan semangat. Bersama tokoh seperti Nasaruddin Umar, dunia masih punya harapan. Harapan bahwa agama akan tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan, bukan bara yang membakar jembatan. Dan dalam cahaya itulah, kita bisa mengenang mereka sebagai Bapak Semua Agama—yang telah menunjukkan bagaimana cinta dan iman bisa menyatu dalam damai.

  • Penulis: Suaib Pr
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga BBM Nonsubsidi Kompak Naik, Pertamax hingga BP 92 Kini Tembus Rp16 Ribuan per Liter

    Harga BBM Nonsubsidi Kompak Naik, Pertamax hingga BP 92 Kini Tembus Rp16 Ribuan per Liter

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali mengalami penyesuaian. Mulai 10 Juni 2026, tidak hanya SPBU Pertamina yang menaikkan harga jual BBM, tetapi juga sejumlah operator SPBU swasta seperti BP-AKR dan Vivo. Sebelumnya, Pertamina mengumumkan kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter. Penyesuaian tersebut kemudian diikuti oleh operator swasta, sehingga harga BBM nonsubsidi […]

  • Panja AMDK Mulai Bekerja, Industri Air Minum Diminta Siap-Siap Diawasi Ketat

    Panja AMDK Mulai Bekerja, Industri Air Minum Diminta Siap-Siap Diawasi Ketat

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 429
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi VII DPR RI resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk menindaklanjuti berbagai laporan dan temuan terkait pelanggaran perizinan serta praktik usaha yang tidak sesuai aturan di sektor AMDK. Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, menegaskan pembentukan Panja bertujuan memberikan rekomendasi dan solusi atas persoalan industri […]

  • Audit Amal Tahunan

    Audit Amal Tahunan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen yang tak bisa diajak kompromi. Ia mengetuk pintu hati tanpa surat tugas, tanpa SP2D, dan tanpa fee audit. Tahu-tahu kita sudah duduk di kursi pemeriksaan batin, sambil membuka “laporan keuangan amal” selama setahun terakhir. Bedanya dengan audit biasa, kali ini yang diperiksa bukan neraca perusahaan, melainkan neraca dosa dan […]

  • Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maros telah berlalu. Namun, penggunaan anggaran untuk peliputan media dalam kegiatan tersebut kini menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan terkait transparansi realisasi anggaran serta laporan pertanggungjawaban (LPJ). Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran peliputan media dalam kegiatan MTQ diduga mencapai sekitar Rp30 juta, dengan keterlibatan kurang lebih 30 […]

  • Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menuai beragam tanggapan dari kalangan akademisi dan pelaku pasar. Salah satu kritik datang dari intelektual Nahdlatul Ulama sekaligus ekonom, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, yang menilai dinamika tersebut memunculkan kekhawatiran terkait independensi lembaga moneter. Dalam tulisan opininya yang berjudul; “Pasar Masuk Angin” tayang di […]

  • Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Kabupaten Maros kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Dalam laporan tersebut, Maros hanya meraih skor 70,26, yang menempatkannya pada kategori merah atau berisiko tinggi dalam hal integritas. Maros pun berada dalam jajaran 13 daerah di Indonesia yang mendapat rapor merah tahun ini. Bupati […]

expand_less