Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kemarahan di Paruh Ramadan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
  • visibility 231
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jokowi dikenal sebagai presiden yang tanpa malu-malu melakukan manuver pengerahan polisi dalam pemenangan Pilpres 2024. Publik pun dengan sinis dan sarkas menyebut ada fenomena “NKRI” alias  “negara kepolisian republik indonesia”. Bahkan mengolok kepolisian sebagai “partai cokelat” alias parcok yang memenangkan wapres fufufafa dan dinasti Jokowi.

Kini Prabowo mendorong fungsi baru bagi TNI dalam kehidupan sosial politik. Tidak lagi hanya dwi fungsi, seperti pada era mertuanya, Soeharto. Tetapi sudah menjadi “multi fungsi”. Lalu perubahan UU No.34/2004 tentang TNI dikebut untuk mewadahi ambisi presiden. Anggota DPR dan partai-partai yang bermental centeng pun ramai-ramai berani dan tanpa rasa malu bikin rapat tertutup di hotel. Akhirnya sampai digeruduk para aktivis.

Kemarahan publik di paruh ramadan pun makin menyeruak di tengah-tengah situasi ekonomi yang tidak baik-baik saja. Atau saat layanan publik dan perlindungan sosial makin memburuk karena “efisiensi anggaran”. Terlebih setelah publik makin mafhum bahwa efisiensi yang dimaksud tidak lebih dari hanya sekedar sebagai cover up terhadap ambisi populisme rezim yaitu “makan gratis” dan pembentukan lembaga keuangan Danantara. Danantara dibangun untuk membantu para investor (terutama para oligarki tambang dan sawit) dengan cara menguras dana kesejahteraan rakyat.

Saat ini, seakan ada kegentingan untuk menyeret tentara ke dalam ranah sipil untuk mengawal ambisi rezim prabowo-gibran (Jokowi). Perubahan UU No.34 memang masih berlangsung. Tetapi TNI sudah merambah ke berbagai rimba jabatan sipil bahkan ke berbagai proyek seperti food estate, termasuk proyek makan gratis. Kasad Jenderal Maruli Sitompoel bahkan sudah menunjukkan ekspresi tak suka terhadap siapapun yang memprotes pergerakan dan perubahan landasan hukum TNI (tak ubahnya sang mertuanya sendiri, Jenderal Luhut Binsar Panjaitan saat masih menjadi pembantu Jokowi).

Apakah ini pertanda bahwa kritisisme yang makin bertumbuh akan berhadapan (lagi) langsung dengan militerisme? Tentu, dan sudah bisa dipastikan. Bila suara atau kehendak publik tak didengar lagi, maka hanya kemarahan publik dan pembangkangan sipil (civil disobedience) yang bisa mengatasi kepongahan rezim ini.

Maka, bersiap-siaplah untuk situasi yang lebih represif.

Penulis : Rio Ismail ( Aktivis, Praktisi Komunikasi dan Public Educators)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Tambrauw Tegas Tolak PSN Sawit, Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat

    DPRD Tambrauw Tegas Tolak PSN Sawit, Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 384
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, secara tegas menolak kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui investasi perkebunan kelapa sawit di wilayah Tanah Papua. Penolakan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tambrauw, Frengky F. Gifelem, kepada wartawan di Sorong, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan bahwa baik secara pribadi maupun […]

  • Pangkas Birokrasi, Bupati Sofyan Puhi Limpahkan Kewenangan ke Camat

    Pangkas Birokrasi, Bupati Sofyan Puhi Limpahkan Kewenangan ke Camat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 367
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengambil langkah tegas dalam upaya memangkas rantai birokrasi dengan melimpahkan sebagian kewenangan Bupati kepada para Camat. Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) yang digelar di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Selasa (13/1/2026). Bupati Sofyan menegaskan, pelimpahan kewenangan ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus menghadirkan pemerintahan […]

  • Ramadan dan Jurang Kesenjangan

    Ramadan dan Jurang Kesenjangan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Ramadan selalu hadir dengan semarak yang khas. Beragam ekspresi keagamaan mencuat ke ruang publik, mulai pengajian rutin, ceramah agama, semarak majelis taklim, hingga seruan sahur jelang dini hari. Ramadan seolah telah menjadi panggung besar ekspresi keagamaan. Selain dimaknai sebagai bulan suci, juga diyakini sebagai bulan penuh berkah; bulan yang dirindukan umat Islam karena pahala amal […]

  • Wabup Boalemo Serahkan Santunan kepada Tiga Korban Kebakaran di Desa Buti

    Wabup Boalemo Serahkan Santunan kepada Tiga Korban Kebakaran di Desa Buti

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – BOALEMO – Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Boalemo, Mus Moha, menyerahkan santunan kepada tiga keluarga korban kebakaran rumah di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Rabu (19/8/26). Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Boalemo bersama Baznas terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran. Lahmudin […]

  • Kisah-Kisah Para Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

    Kisah-Kisah Para Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci dalam Islam, bahkan disebut sebagai “Syahrullah”(bulan Allah) oleh Rasulullah SAW. Di bulan ini, terutama tanggal 10 Muharram (Hari Asyura), banyak peristiwa besar yang diyakini terjadi dalam sejarah kenabian. Berikut adalah kisah-kisah penting para Nabi yang terjadi di bulan Muharram menurut tradisi Islam: Nabi Adam AS: Diterimanya Tobat […]

  • Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Soroti Ketidakadilan Anggaran dan Politik Pengakuan Negara

    Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Soroti Ketidakadilan Anggaran dan Politik Pengakuan Negara

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 298
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menggelar diskusi publik bertajuk “Menguak Politik Pengakuan dan Keadilan Anggaran Pesantren yang Bersyarat” di Aula Kampus A UNUSIA, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk memperkuat argumentasi mahasiswa UNUSIA yang tengah mengajukan Judicial Review (JR) atau uji materiil terhadap Pasal 48 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren […]

expand_less