Breaking News
light_mode
Trending Tags

Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 21
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Abdullah bin Salam adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad yang berasal dari kalangan Yahudi di Madinah. Sebelum memeluk Islam, ia dikenal sebagai seorang rabbi, sebutan untuk pemimpin agama Yahudi yang memahami Taurat dan hukum-hukum keagamaan Bani Israil. Ia berasal dari Bani Qaynuqa’, salah satu komunitas Yahudi yang tinggal di Madinah sebelum kedatangan Nabi.

Nama aslinya sebelum masuk Islam adalah Al-Husain bin Salam. Ia dikenal sebagai orang yang saleh, memiliki pengetahuan agama yang mendalam, dan dihormati oleh kaumnya. Dalam berbagai riwayat, Abdullah bin Salam digambarkan sebagai seseorang yang tekun mempelajari kitab suci dan memiliki kepekaan dalam membaca tanda-tanda kenabian yang disebutkan dalam tradisi Yahudi.

Ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, berita tentang kedatangannya segera tersebar di seluruh kota. Abdullah bin Salam termasuk orang yang tertarik untuk melihat langsung sosok yang disebut-sebut sebagai nabi tersebut. Ia datang bersama orang banyak untuk melihat Nabi ketika pertama kali tiba di Madinah.

Dalam riwayat yang disebutkan dalam Sunan al-Tirmidzi, Abdullah bin Salam menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Nabi Muhammad. Ia mengatakan bahwa ketika wajah Nabi terlihat olehnya, ia segera merasa bahwa wajah itu bukan wajah seorang pendusta. Kesan pertama itu meninggalkan pengaruh yang kuat dalam dirinya.

Pada kesempatan itu pula Nabi menyampaikan beberapa nasihat kepada orang-orang yang berkumpul. Di antara kalimat yang terkenal dari khutbah awal Nabi di Madinah adalah ajakan untuk menyebarkan salam, memberi makan orang lain, menjaga hubungan kekerabatan, dan melaksanakan salat pada malam hari ketika orang lain sedang tidur. Nasihat itu sederhana tetapi memiliki kedalaman moral yang kuat.

Abdullah bin Salam kemudian menemui Nabi secara pribadi. Ia mengajukan beberapa pertanyaan yang menurutnya hanya dapat dijawab oleh seorang nabi. Dalam riwayat yang terdapat dalam Sahih al-Bukhari, ia menanyakan tiga hal: tanda pertama hari kiamat, makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga, dan sebab kemiripan anak dengan ayah atau ibunya.

Nabi Muhammad menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setelah mendengar jawaban itu, Abdullah bin Salam menyatakan keislamannya. Ia mengakui bahwa penjelasan tersebut sesuai dengan pengetahuan yang ia temukan dalam tradisi kitab yang ia pelajari sebelumnya.

Namun Abdullah bin Salam mengetahui bahwa kaumnya mungkin tidak akan menerima keputusannya dengan mudah. Ia meminta Nabi memanggil para tokoh Yahudi Madinah dan menanyakan pendapat mereka tentang dirinya sebelum mereka mengetahui bahwa ia telah memeluk Islam.

Nabi kemudian memanggil mereka dan bertanya tentang Abdullah bin Salam. Mereka menjawab bahwa ia adalah orang terbaik di antara mereka, seorang yang paling berilmu dan paling dihormati. Setelah mereka mengatakan itu, Abdullah bin Salam keluar dan menyatakan bahwa ia telah memeluk Islam serta mengakui Nabi Muhammad sebagai utusan Allah.

Reaksi mereka segera berubah. Orang-orang yang sebelumnya memujinya mulai mencelanya dan menolak pengakuannya. Peristiwa ini sering disebut dalam riwayat sebagai contoh bagaimana posisi sosial seseorang dapat berubah secara cepat ketika ia mengambil pilihan keyakinan yang berbeda dari komunitasnya.

Setelah masuk Islam, Nabi memberi Abdullah bin Salam nama baru yang menggantikan nama lamanya. Ia kemudian menjadi bagian dari komunitas Muslim di Madinah dan dikenal sebagai sahabat yang memiliki pengetahuan luas tentang kitab-kitab sebelumnya. Pengetahuannya tentang tradisi Bani Israil membuatnya sering menjadi rujukan dalam beberapa persoalan yang berkaitan dengan kisah-kisah terdahulu.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karomah Palsu

    Karomah Palsu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Di banyak pengajian NU, sering kita dengar nasihat klasik: “Nandur pari ojo ngarep panen jagung.” Menanam padi jangan berharap panen jagung. Sayangnya, dalam dunia investasi bodong, pepatah ini dibalik: modal ditanam sedikit, yang dijanjikan panen raya, bahkan sebelum subuh. Investasi bodong adalah fenomena ekonomi yang aneh tapi nyata. Ia bukan sekadar persoalan keuangan, melainkan gabungan […]

  • Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Mike
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gorontalo meresmikan kepengurusan baru periode 2022–2027. Advokat Arif Mahfudin Ibrahim, S.H., M.H., secara resmi mengemban tugas sebagai Ketua DPC setelah dilantik dalam sebuah upacara yang dipenuhi kekhidmatan di Hotel Aston, Kota Gorontalo, pada Selasa (02/12/2025). Momentum pelantikan ini merupakan perayaan regenerasi profesi hukum di […]

  • Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang, Habib Bahar Bin Smith Ditetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang, Habib Bahar Bin Smith Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Tangerang Kota resmi menetapkan Assayid Bahar Bin Smith alias Habib Bahar Bin Ali Bin Smith sebagai tersangka dalam kasus dugaan persekusi terhadap kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kota Tangerang. Penetapan tersangka tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor B/43/I/RES.1.24/2026/Reskrim yang beredar pada Sabtu, […]

  • Ricuh Usai Laga Liga 4, Suporter PSIR Rembang Kejar Wasit

    Ricuh Usai Laga Liga 4, Suporter PSIR Rembang Kejar Wasit

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pertandingan Liga 4 antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen berujung ricuh usai peluit panjang dibunyikan, Jumat (13/2/2026). Laga yang dimenangi Persak Kebumen dengan skor 0-2 itu diwarnai aksi sejumlah suporter tuan rumah yang masuk ke dalam lapangan dan mengejar wasit. Insiden tersebut terjadi sesaat setelah pertandingan berakhir. Berdasarkan informasi yang beredar di media […]

  • Perjalanan Spiritual Nabi

    Perjalanan Spiritual Nabi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Kita kini berada di penghujung bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, sebuah bulan yang dimuliakan dan sarat dengan pesan persiapan ruhani. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya‘ban bulan menyiram dan memelihara, sementara Ramadhan adalah bulan memetik hasil. Maka, akhir Rajab seharusnya menjadi ruang muhasabah: sejauh mana benih-benih kebaikan telah kita […]

  • Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai ambang batas parlemen kembali menghangat setiap kali siklus pemilu mendekat. Angka-angka diperdebatkan dengan serius—3 persen, 4 persen, 5 persen—seolah keselamatan demokrasi kita bertumpu pada hitungan matematis itu. Stabilitas pemerintahan dijadikan alasan utama. Terlalu banyak partai di parlemen dianggap mengganggu efektivitas legislasi dan menyulitkan pembentukan koalisi. Namun di balik perdebatan teknis tersebut, ada persoalan […]

expand_less