Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 26
- print Cetak

Ilustrasi suasana perkampungan Arab pada masa awal Islam ketika Abu Sa’id al-Khudri membacakan Surah Al-Fatihah sebagai ruqyah untuk menyembuhkan seorang kepala suku yang tersengat binatang berbisa, disaksikan para sahabat dan penduduk setempat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Abu Sa’id mendekati orang yang sakit itu dan mulai membaca Surah Al-Fatihah. Ia mengulanginya beberapa kali sambil meniupkan hembusan napas ringan, sebagaimana praktik ruqyah yang dikenal di kalangan sahabat.
Riwayat hadis menggambarkan bahwa setelah bacaan selesai, orang yang tersengat itu pulih. Ia bangkit dari tempatnya seakan-akan tidak pernah mengalami sakit sebelumnya. Penduduk kampung menepati janji mereka dan memberikan sejumlah kambing kepada para sahabat. Namun para sahabat merasa ragu apakah mereka boleh menerima imbalan tersebut.
Ketika mereka kembali ke Madinah, kisah ini disampaikan kepada Nabi. Mendengar cerita itu, Nabi tersenyum dan berkata:
“Bagaimana engkau tahu bahwa Al-Fatihah adalah bacaan pengobatan?”
Nabi kemudian membenarkan tindakan Abu Sa’id dan sahabatnya, serta membolehkan mereka menerima imbalan tersebut.
Riwayat ini tercatat dalam Sahih al-Bukhari (Kitab al-Tibb) dan Sahih Muslim (hadis no. 2201). Dalam tradisi keilmuan Islam, hadis ini menjadi salah satu dasar bahwa Surah Al-Fatihah dapat dibaca sebagai doa penyembuhan.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar