Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bahaya Gambar Telanjang Palsu Buatan AI: Netizen Perlu Waspada

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 126
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka banyak peluang positif dalam dunia digital. Namun, di sisi lain, teknologi ini juga menghadirkan ancaman serius terhadap privasi dan martabat manusia. Salah satu bentuk penyalahgunaan yang kini menjadi sorotan global adalah pembuatan gambar telanjang palsu atau berpakaian minim menggunakan AI, tanpa persetujuan subjeknya.

Isu ini kembali mengemuka setelah laporan BBC mengungkap bahwa Kate Middleton, Putri Wales, menjadi salah satu tokoh publik yang dilaporkan sebagai sasaran objek gambar telanjang palsu atau berpakaian minim yang dibuat menggunakan Grok, chatbot kecerdasan buatan milik platform X.

Fakta Terungkap: Permintaan Manipulasi Gambar Tanpa Izin

Dalam laporannya pada Selasa, 6 Januari 2026, BBC menyebut telah melihat sejumlah contoh di platform X, di mana pengguna meminta Grok untuk mengubah gambar asli perempuan agar tampak mengenakan bikini atau ditempatkan dalam situasi seksual—tanpa persetujuan mereka. Praktik ini tidak hanya menyasar figur publik, tetapi juga jurnalis dan individu lainnya.

Kate Middleton dilaporkan menjadi salah satu sasaran permintaan tersebut. Selain itu, jurnalis Samantha Smith mengungkapkan kepada BBC bahwa melihat gambar-gambar manipulatif itu membuatnya merasa “direndahkan martabatnya dan direduksi menjadi stereotip seksual”.

“Meskipun bukan saya yang telanjang, gambar itu tampak seperti saya, terasa seperti saya, dan melanggarnya terasa sama seperti jika seseorang benar-benar mengunggah foto telanjang saya,” ujarnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, tangkapan layar yang beredar juga menunjukkan adanya permintaan kepada Grok untuk membuat gambar Nell Fisher, bintang serial Stranger Things berusia 14 tahun, dalam balutan bikini. Fakta ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait perlindungan anak di era AI.

Reaksi Pemerintah Inggris dan Regulator

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Teknologi Inggris Liz Kendall mendesak tindakan segera dan mendorong Ofcom, otoritas pengatur industri komunikasi Inggris, untuk mengambil langkah penegakan hukum yang diperlukan.

“Kita tidak bisa dan tidak akan membiarkan penyebaran gambar-gambar yang merendahkan dan menghina ini, yang secara tidak proporsional ditujukan kepada perempuan dan anak perempuan,” tegas Kendall, seperti dikutip The Guardian. Ia menegaskan Inggris tidak akan menoleransi penyebaran materi yang menjijikkan dan kasar di ruang daring.

Hingga kini, Istana Buckingham belum memberikan komentar resmi terkait keterlibatan nama Kate Middleton dalam kasus tersebut.

Sejak diluncurkan pada November 2023, Grok memang kerap menuai kontroversi, termasuk laporan bahwa AI tersebut menjawab pertanyaan dengan informasi keliru atau teori konspirasi. Menanggapi isu gambar tidak pantas, akun keamanan X pada 4 Januari 2026 menyatakan bahwa mereka mengambil tindakan terhadap konten ilegal, termasuk Materi Pelecehan Seksual Anak (CSAM), dengan menghapus konten, menangguhkan akun secara permanen, serta bekerja sama dengan penegak hukum.

Elon Musk selaku pemilik X juga menegaskan bahwa siapa pun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan menghadapi konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggah konten ilegal secara langsung.

Bagi Kate Middleton, kasus ini bukan pengalaman pertama. Pada 2012, foto dirinya yang sedang berjemur tanpa busana di Prancis Selatan diambil dari jarak jauh dan dipublikasikan tanpa izin. Istana kala itu menyebut tindakan tersebut “tidak dapat dibenarkan” dan mengajukan gugatan hukum. Pengadilan kemudian memutuskan ganti rugi sebesar 100.000 euro.

Sejak kejadian itu, Kate dikenal aktif menyuarakan pentingnya keamanan dan moderasi internet, terutama bagi anak-anak. Pada Oktober 2025, ia bahkan ikut menulis esai bersama profesor Harvard Robert Waldinger tentang dampak teknologi terhadap hubungan manusia dan kesehatan mental.

Netizen di Persimpangan Etika Digital

Kasus ini menegaskan bahwa bahaya AI tidak hanya terletak pada teknologi itu sendiri, melainkan pada cara manusia menggunakannya. Netizen memiliki peran krusial: memilih untuk menghentikan atau justru melanggengkan kejahatan digital.

Membagikan, menyimpan, atau sekadar menormalisasi gambar manipulatif—meski atas nama rasa ingin tahu—berarti ikut melukai korban. Di era AI, etika digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Kemajuan teknologi seharusnya berjalan beriringan dengan perlindungan martabat manusia. Ketika gambar bisa direkayasa sedemikian rupa, kewaspadaan, literasi digital, dan penegakan hukum menjadi benteng terakhir.

Kasus Kate Middleton menjadi pengingat bahwa siapa pun bisa menjadi korban, dan bahwa tanggung jawab menjaga ruang digital yang aman adalah tugas bersama—platform, pemerintah, dan masyarakat.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Tim riset Internasional Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi khususnya grup peneliti Net Zero 2.5 sukses menggelar diskusi kelompok terpumpun bertajuk “Pengelolaan Sampah Plastik Sekali Pakai di Fasilitas Pelayanan Kesehatan”  di aula Prof. Abdul Sammadkadir, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan ini merupakan bagian dari riset kolaboratif Indonesia–Australia yang difasilitasi oleh Australia–Indonesia Centre (AIC). Melalui forum […]

  • Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Salah satu anggota Constitutional Law Studies (CLS) Yogyakarta, Madarudin Lapandewa (Dewa) mengalami tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Pj. Kepala Desa Ilath, Lutfi Masbait, Sekretaris Desa, Anwar Solisa, Ketua Pemuda Mulmam Wailusu, dan Babinsa Darman Wabula. Diketahui, penganiayaan berawal pada saat Dewa bersama beberapa temannya memberikan semangat terhadap peserta lomba puisi. Perlombaan baca puisi digelar […]

  • Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025 sukses digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Maros, Sabtu (13/12/2025). Ajang bergengsi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, dan berlangsung meriah sejak pukul 14.00 Wita hingga 23.00 Wita. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ikatan […]

  • HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Advokat HAM & ASSOCIATES laporkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025). Pasalnya, setelah membaca dan mempelajari seluruh berkas yang berkaitan dengan Perkara Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn yang diucapkan […]

  • Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah photo_camera 2

    Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 571
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana Pondok Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah tampak berbeda pada Senin (8/12/2025) sore itu. Bukan hanya lantunan kajian kitab yang terdengar, tetapi juga dialog hangat tentang sampah, ketahanan pangan, dan masa depan bumi. Para santri, mahasiswa, hingga perwakilan komunitas duduk bersama menyimak penjelasan tentang bagaimana pesantren dapat menjadi kekuatan besar dalam gerakan pelestarian lingkungan. […]

  • Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    nulondalo. com – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kerap dipahami sebatas peristiwa perjalanan malam yang diperingati setiap 27 Rajab. Namun Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengingatkan, pemahaman seperti itu justru berpotensi menyempitkan makna Isra’ Mi’raj yang sesungguhnya. Dalam pengajian bertema Isra’ Mi’raj yang disampaikan melalui kanal YouTube, Quraish Shihab menegaskan bahwa para ulama sejak dahulu […]

expand_less