Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dosen Unusia Raih Gelar Doktor Akuntansi, Angkat Kearifan Lokal Bugis dalam Disertasi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 278
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menurut Aras, penelitian tersebut memiliki keterhubungan kuat dengan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama yang selama ini membangun kehidupan sosial berbasis budaya, etika pesantren, dan kolektivitas masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi pesantren terdapat kaidah al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah, yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Menurutnya, kaidah tersebut merupakan fondasi transformasi budaya yang tetap relevan dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern.

“Disertasi saya mencoba membangun jembatan antara ilmu akuntansi modern dengan nilai budaya Bugis dan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Sebagai Ketua Program Studi Akuntansi Unusia, Aras dikenal aktif mendorong pengembangan akuntansi multiparadigma dan akuntansi budaya di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.

Ia menilai kampus NU harus mampu melahirkan ilmuwan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas budaya dan keberpihakan sosial.

Sementara itu, sang isteri, Sutanti Idris, mengaku bangga atas perjuangan panjang suaminya dalam menyelesaikan studi doktoral tersebut. Ia menyebut proses yang dijalani tidak mudah, namun dijalankan dengan penuh kesabaran dan keyakinan bahwa ilmu harus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Hari wisuda ini sangat emosional bagi keluarga kami. Kami menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan panjang itu dijalani dengan penuh kesabaran. Mas Aras selalu percaya bahwa ilmu harus memberi manfaat sosial dan menjaga nilai budaya bangsa,” ujar Sutanti.

Keberhasilan Dr. Muhammad Aras Prabowo meraih gelar doktor sekaligus menjadi penegasan bahwa Unusia mampu melahirkan akademisi Nahdlatul Ulama yang mampu mengintegrasikan ilmu modern dengan tradisi pesantren dan kearifan lokal Nusantara.

Di tengah arus modernitas global, capaian tersebut menjadi simbol bahwa budaya, tradisi, dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dalam membangun peradaban Indonesia masa depan.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Hari ini orang beramai-ramai memposting pelaksanaan Shalat Idul Fitri di setiap rumah, sekalipun tidak semua karena ada sebagian orang lain yang Shalat di Masjid maupun di lapangan karena kekesalan mereka terhadap pemerintah yang menutup Masjid dan membuka pasar dan mall di tengah pandemic corona. Setelah Shalat Idul Fitri saya dan keluarga menikmati burasa, acar ikan […]

  • Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

    Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Kemarahan, kesedihan, dan kecemasan bukanlah sekadar luapan emosi pribadi yang sia-sia. Itu adalah sinyal sosial. Ketika kita marah melihat korupsi, itu artinya nurani kita masih menolak ketidakadilan. Ketika kita cemas melihat hutan yang gundul, itu artinya hubungan batin kita dengan alam belum sepenuhnya putus. Namun, emosi ini sering sekali “dinetralisir”. Lihat saja media sosial. Amarah […]

  • Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Salah satu anggota Constitutional Law Studies (CLS) Yogyakarta, Madarudin Lapandewa (Dewa) mengalami tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Pj. Kepala Desa Ilath, Lutfi Masbait, Sekretaris Desa, Anwar Solisa, Ketua Pemuda Mulmam Wailusu, dan Babinsa Darman Wabula. Diketahui, penganiayaan berawal pada saat Dewa bersama beberapa temannya memberikan semangat terhadap peserta lomba puisi. Perlombaan baca puisi digelar […]

  • Rekonsiliasi Langit

    Rekonsiliasi Langit

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Masalahnya, banyak di antara kita kreatif dalam “creative accounting” spiritual. Di bulan selain Ramadhan, beban sabar sering diakui sebagai beban luar biasa (extraordinary loss). Tetapi di bulan Ramadhan, sabar tiba-tiba dikapitalisasi menjadi investasi pahala. Padahal standar akuntansi langit tidak mengenal manipulasi klasifikasi. Yang sabar ya sabar. Yang marah ya marah. Malaikat tidak bisa disuap dengan […]

  • Dilantik Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Tekankan Pelayanan Publik dan Kedekatan dengan Masyarakat

    Dilantik Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Tekankan Pelayanan Publik dan Kedekatan dengan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA, NULONDALO.COM – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan publik, memastikan penegakan hukum yang adil, serta meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Suyudi dalam keterangan pers seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi mengatakan langkah awal […]

  • PPSN VI 2026 Resmi Ditutup, Kontingen Sulsel Raih Lima Penghargaan

    PPSN VI 2026 Resmi Ditutup, Kontingen Sulsel Raih Lima Penghargaan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Humas Kemenag Sulsel
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Malang,  Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) VI Tahun 2026 resmi ditutup di Lapangan Utama Pondok Pesantren An Nur II Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Penutupan kegiatan yang mempertemukan pramuka santri dari berbagai provinsi di Indonesia itu menjadi momen membanggakan bagi Kontingen Sulawesi Selatan. Dalam ajang nasional tersebut, Sulsel berhasil meraih […]

expand_less