Dosen Unusia Raih Gelar Doktor Akuntansi, Angkat Kearifan Lokal Bugis dalam Disertasi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak berpose usai prosesi wisuda doktor Program Ilmu Akuntansi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan mengenakan toga doktor, Jumat (23/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurut Aras, penelitian tersebut memiliki keterhubungan kuat dengan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama yang selama ini membangun kehidupan sosial berbasis budaya, etika pesantren, dan kolektivitas masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi pesantren terdapat kaidah al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah, yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Menurutnya, kaidah tersebut merupakan fondasi transformasi budaya yang tetap relevan dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern.
“Disertasi saya mencoba membangun jembatan antara ilmu akuntansi modern dengan nilai budaya Bugis dan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama,” jelasnya.
Sebagai Ketua Program Studi Akuntansi Unusia, Aras dikenal aktif mendorong pengembangan akuntansi multiparadigma dan akuntansi budaya di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.
Ia menilai kampus NU harus mampu melahirkan ilmuwan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas budaya dan keberpihakan sosial.
Sementara itu, sang isteri, Sutanti Idris, mengaku bangga atas perjuangan panjang suaminya dalam menyelesaikan studi doktoral tersebut. Ia menyebut proses yang dijalani tidak mudah, namun dijalankan dengan penuh kesabaran dan keyakinan bahwa ilmu harus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Hari wisuda ini sangat emosional bagi keluarga kami. Kami menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan panjang itu dijalani dengan penuh kesabaran. Mas Aras selalu percaya bahwa ilmu harus memberi manfaat sosial dan menjaga nilai budaya bangsa,” ujar Sutanti.
Keberhasilan Dr. Muhammad Aras Prabowo meraih gelar doktor sekaligus menjadi penegasan bahwa Unusia mampu melahirkan akademisi Nahdlatul Ulama yang mampu mengintegrasikan ilmu modern dengan tradisi pesantren dan kearifan lokal Nusantara.
Di tengah arus modernitas global, capaian tersebut menjadi simbol bahwa budaya, tradisi, dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dalam membangun peradaban Indonesia masa depan.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar