Breaking News
dark_mode
Trending Tags

How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

  • account_circle Pramono Pido
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 303
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

A comparative analysis of Jakarta and Singapore reveals distinct limitations in urban resilience. Jakarta contends with pronounced environmental risks and uneven development, whereas Singapore encounters more nuanced challenges related to governance and civil liberties. These cases illustrate that resilience is inherently multidimensional. Physical infrastructure alone is insufficient, and technological efficiency without social trust remains vulnerable.

Empirical research consistently demonstrates that robust social bonds are essential during crises. During floods or severe weather events, communities often depend more on neighbors than on formal institutions. Mutual support and shared responsibility can substantially mitigate damage. Consequently, effective resilience strategies must prioritize both social cohesion and physical infrastructure.

In Jakarta, applying these insights may involve expanding access to secure housing, enhancing basic services, and fostering community participation in urban planning. For Singapore, resilience could be strengthened by ensuring transparency in data governance and facilitating public discourse on the ethical boundaries of surveillance technologies. In both contexts, achieving resilience requires balancing safety considerations with principles of fairness.

Ultimately, addressing the climate crisis requires more than technical expertise. Although data systems, smart sensors, and predictive models are valuable, their effectiveness depends on broader social and political frameworks. Without inclusive policies, technological advancements may inadvertently exacerbate inequality. Similarly, prioritizing efficiency without ethical safeguards can undermine democratic values.

Smart cities must transcend reliance on technological solutions alone. The experiences of Jakarta and Singapore demonstrate that urban safety depends on integrating scientific knowledge, social justice, and accountable governance. Resilience should be understood as a continuous process of adaptation, collaboration, and trust-building.

Penulis : Mahasiswa di Lembaga Bahasa Internasional Universitas Indonesia

  • Penulis: Pramono Pido

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Yang paling menonjol dari hidupnya adalah baktinya kepada ibunya. Ia merawat ibunya yang lanjut usia dengan sabar dan penuh kasih sayang. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengurus dan melayani ibunya. Kepedulian dan pengabdian yang tulus inilah yang menjadi ciri khasnya, membuat Uwais berbeda dari banyak orang dan menjadi alasan utama Nabi memujinya. Data tentang bagaimana […]

  • Melihat Keadilan Gender dengan Kacamata Ulama Nusantara: Riwayat, Dalil, dan Jalan Perubahan Play Button

    Melihat Keadilan Gender dengan Kacamata Ulama Nusantara: Riwayat, Dalil, dan Jalan Perubahan

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com – KH. Abdullah Aniq Nawawi menegaskan bahwa ijtihad ulama Nahdlatul Ulama (NU) dalam bidang sosial-politik terus berkembang untuk menjawab kebutuhan zaman, termasuk menghadirkan peradaban yang berkeadilan gender. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum diskusi Halaqah Fiqih Peradaban PBNU bertajuk; Ijtihad Ulama NU dalam bidang sosial-politik untuk peradaban yang berkeadilan gender, yang digelar tahun lalu. […]

  • Adhan Dambea Tegaskan Siap Tindak Tegas Caffe dan Warung Penjual Miras di Kota Gorontalo

    Adhan Dambea Tegaskan Siap Tindak Tegas Caffe dan Warung Penjual Miras di Kota Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Calon Wali Kota Gorontalo terpilih, Adhan Dambea, menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kota Gorontalo. Ia menyatakan tidak akan memberi toleransi bagi caffe maupun warung yang kedapatan menjual miras, termasuk menindak tegas oknum yang menjadi backing di balik aktivitas ilegal tersebut. Adhan menuturkan, langkah tegas ini akan langsung ia buktikan setelah […]

  • Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tri Gunawan Sidiki
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang keadilan dan tanggung jawab. Bagaimana mungkin sebuah kemitraan berjalan timpang, di mana satu pihak terus bergerak maju sementara pihak lainnya tertinggal tanpa kepastian? Pertanyaan ini bukan hanya relevan, tetapi juga mendesak untuk dijawab secara terbuka. Sejak awal berdirinya Koperasi Karya Inovasi Bersama (KIB), kami berkomitmen untuk menjadi jembatan antara […]

  • Aktivis AMPB Sujud Syukur Usai Divonis Bebas oleh PN Pati

    Aktivis AMPB Sujud Syukur Usai Divonis Bebas oleh PN Pati

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dua aktivis dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Pak Teguh dan Mas Botok, melakukan sujud syukur di Alun-Alun Pati setelah dinyatakan bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pati pada Kamis, 5 Maret 2026. Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu, keduanya terlihat bersujud syukur di […]

  • Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Masjid Istiqlal akan meluncurkan program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa dalam rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban.” Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara yang digelar bersama Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Program […]

expand_less