Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kas Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 419
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gus Dur mengajarkan bahwa humor adalah cara paling sehat untuk menyampaikan kebenaran. Dalam konteks Ramadhan, humor itu seperti Catatan Stas Laporan Keuangan (CALK): menjelaskan hal-hal yang tak terlihat di neraca. Kita bisa saja tampak religius di laporan posisi keuangan sosial—rajin unggah foto tarawih, update sedekah, dan selfie dengan takjil gratis—tetapi bagaimana dengan laporan arus kas hati?

Di sinilah konsep “Kas Langit” menjadi menarik. Ia bukan sekadar metafora. Ia adalah cara berpikir. Jika dalam PSAK kita mengenal basis akrual, maka dalam spiritualitas Ramadhan kita mengenal basis keikhlasan. Amal dicatat bukan ketika terlihat manusia, tetapi ketika diniatkan dengan tulus.

Masalahnya, kita sering salah klasifikasi. THR dianggap pendapatan operasional, padahal separuhnya sudah teralokasi untuk pengeluaran impulsif. Diskon Ramadhan dianggap efisiensi, padahal hanya memindahkan beban ke bulan berikutnya. Sementara sedekah dianggap beban, padahal dalam perspektif langit, itu adalah investasi jangka panjang tanpa risiko inflasi.

Sebagai ekonom—dan tetap sebagai warga NU yang percaya bahwa hidup perlu diselingi senyum—saya melihat Ramadhan sebagai momentum rekonsiliasi laporan keuangan dunia dan akhirat. Jangan sampai kita untung besar di dunia, tapi defisit di langit. Itu seperti perusahaan yang labanya tinggi, tapi arus kasnya negatif—secara teknis hidup, tapi secara substansi megap-megap.

Ramadhan mengajarkan pengendalian internal. Lapar dan haus itu semacam sistem pengawasan melekat. Kita diawasi bukan oleh atasan, bukan oleh KAP, bukan oleh regulator, tapi oleh kesadaran diri. Ini bentuk governance paling canggih: self control. Bahkan auditor pun bisa kalah oleh rasa takwa.

Humor ala Gus Dur selalu menohok tapi lembut. Beliau mungkin akan berkata, “Kalau mau kaya, perbanyak sedekah.” Lalu orang protes, “Itu tidak rasional!” Tapi lihatlah logika “Kas Langit”: semakin dibagi, semakin bertambah. Ini satu-satunya sistem keuangan yang melawan hukum matematika konvensional. Dalam akuntansi dunia, pengeluaran mengurangi kas. Dalam akuntansi langit, pengeluaran justru menambah saldo.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Kerusakan terumbu karang menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut, Salah satunya di dasar laut yang berada di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Barrier Reef (karang penghalang) yang berada disana sudah menjadi patahan karang mati yang kehilangan fungsinya sebagai rumah bagi ribuan biota laut. Kerusakan ini akibat aktivitas manusia, pencemaran, dan perubahan […]

  • Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Setelah hijrah ke Madinah, Abu Dzar menjadi bagian dari komunitas sahabat yang hidup sangat sederhana di sekitar Masjid Nabawi. Di masjid itu terdapat sebuah serambi beratap yang dikenal sebagai Suffah. Di tempat inilah tinggal sekelompok sahabat yang tidak memiliki rumah atau penghasilan tetap. Mereka dikenal sebagai Ahlu Suffah. Jumlah mereka tidak selalu sama. Kadang sekitar […]

  • PC PMII Baru 2026-2027 Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi Dan Gerakan Responsif

    PC PMII Baru 2026-2027 Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi Dan Gerakan Responsif

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Muh. Akbar.
    • visibility 176
    • 0Komentar

     Nulondalo.Com, BARRU — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Barru Masa Khidmat 2026–2027 resmi dilantik di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Barru, Sabtu (26/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru PC PMII Barru untuk memperkuat kaderisasi sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah […]

  • Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Malam Minggu (28/12/2025) menjadi malam yang penuh duka bagi Panti Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dalam kebakaran hebat, sementara belasan lainnya selamat tetapi mengalami luka bakar dan trauma mendalam. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian dan Polda […]

  • Abdullah bin Ummi Maktum, Muadzin Yang Tunanetra (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #3)

    Abdullah bin Ummi Maktum, Muadzin Yang Tunanetra (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #3)

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sebutan ini akhirnya menjadi identitas yang melekat kuat. Dalam banyak riwayat hadis dan kitab sejarah, namanya hampir selalu disebut dengan bentuk itu. Bahkan dalam hadis tentang azan subuh, Nabi menyebutnya dengan nama tersebut: Ibnu Ummi Maktum. Jadi, “Ummi Maktum” bukan nama ayah atau kabilah, melainkan kunyah (panggilan kehormatan) ibunya yang kemudian menjadi penanda identitasnya. Ini juga menunjukkan […]

  • Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 136
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik di tubuh Nahdlatul Ulama Gorontalo tampaknya belum juga mereda. Dari catatan yang dihimpun redaksi, sejumlah persoalan internal terus bermunculan di organisasi para ulama di ujung utara Pulau Sulawesi tersebut. Beberapa polemik yang sempat mencuat di antaranya pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) yang disebut-sebut berlangsung secara “diam-diam” di Kota Gorontalo, Konfercab di Kabupaten Boalemo […]

expand_less