Mahasiswa PGMI UNUSIA Sukses Gelar GEMA APUPPT, Dorong Generasi Muda Lawan Pencucian Uang
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 59
- print Cetak

Mahasiswa PGMI UNUSIA , Foto : Istimewah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com -Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sukses menyelenggarakan kegiatan Gerakan Muda Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (GEMA APUPPT), Kamis (6/11/2025), di Kampus B UNUSIA Parung.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UNUSIA bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), PT Pegadaian Area Bogor, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Lebih dari 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi keuangan hadir dalam agenda edukatif tersebut.
Mengusung tema “Sadar dan Tolak Kejahatan Pencucian Uang, Demi Indonesia Bersih”, GEMA APUPPT menjadi ruang edukasi publik untuk meningkatkan literasi finansial, kesadaran hukum, serta memperkuat peran generasi muda dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai sektor. Rafi Febrianto, Marketing Bisnis Kelembagaan Area Bogor PT Pegadaian, membuka sesi dengan materi bertajuk “Masa Depan Emas”. Ia menekankan pentingnya investasi legal dan aman melalui tabungan emas serta layanan digital Pegadaian yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rafi juga mengingatkan peserta agar mewaspadai maraknya investasi bodong yang kerap menyasar generasi muda.
Dari PPATK, hadir Supriadi, Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT, serta Sri Bagus Arosyid, Direktur Pengawasan Kepatuhan Penyedia Barang dan Jasa, dan Profesi Lainnya. Keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga negara dan perguruan tinggi dalam membangun sistem keuangan yang bersih dan berintegritas. Mereka mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, nilai transaksi mencurigakan yang berkaitan dengan judi daring mencapai Rp359,81 triliun, sebuah angka yang menjadi peringatan serius bagi generasi muda.
Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIA, dr. Syahrizal Syarif, MPH., Ph.D., menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai integritas keuangan kepada mahasiswa.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi korban dari sistem keuangan yang disalahgunakan,” ujarnya.
Dari unsur mahasiswa, Samsul Nurhidayat, selaku Koordinator Panitia, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut GEMA APUPPT sebagai bukti nyata kolaborasi lintas generasi.
“Kami, mahasiswa PGMI UNUSIA, bangga menjadi bagian dari gerakan nasional ini. Edukasi anti pencucian uang bukan hanya tugas negara, tetapi juga panggilan moral generasi muda untuk menjaga masa depan bangsa,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Fatkhu Yasik, M.Pd, selaku Wakil Rektor I UNUSIA sekaligus penanggung jawab kegiatan. Ia mengucapkan terima kasih kepada PPATK dan seluruh mitra yang telah mempercayakan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran publik terkait bahaya pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Melalui kegiatan GEMA APUPPT, UNUSIA menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang melek finansial, berintegritas, serta siap menjadi pelopor gerakan nasional melawan kejahatan pencucian uang di era digital.
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar