Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menakar Hari Jadi Molalahu Mulolo (Sebuah Tawaran Interpretatif)

  • account_circle Momy Hunowu
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 461
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karena itu, prosesnya perlu dilakukan secara bertahap, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tahap pertama adalah FGD dengan menghadirkan narasumber yang kompeten serta seluruh pemangku kepentingan Molalahu Mulolo. Forum ini menjadi ruang untuk menggali berbagai usulan hari lahir dari sisi sejarah, adat, pemerintahan, dan ingatan kolektif masyarakat.

Tahap berikutnya adalah ziarah ke makam aulia Poliduhelo atau Ta Duheliyo Pitu Lolango. Ziarah ini dimaknai sebagai cara menyambungkan kembali ingatan masyarakat dengan jejak leluhur dan tokoh awal Molalahu. Dari sini, dasar filosofis penetapan hari lahir dapat diperkuat.

Selain itu, Ariyanto juga menawarkan pelaksanaan haul untuk para tokoh yang pernah berdedikasi bagi Molalahu, seperti mantan kepala desa, BPD, LPM, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah memberi sumbangsih bagi kampung ini. Haul menjadi dasar religius sekaligus bentuk penghormatan kepada para pendahulu.

Tahap lain yang patut dipertimbangkan adalah istikharah oleh tokoh-tokoh yang memiliki kearifan khusus. Proses ini menjadi wadah bagi dimensi batiniah dan spiritual, agar keputusan yang lahir membawa kebaikan, keteduhan, dan keberkahan bagi masyarakat Molalahu Mulolo.

Setelah seluruh tahapan itu dilalui, Ambuwa dapat menjadi ruang akhir untuk menentukan Hari Lahir Molalahu Mulolo. Dalam forum ini, dasar akademis, filosofis, religius, spiritual, dan aspirasi masyarakat dipertemukan untuk melahirkan keputusan bersama. Forum tersebut juga dapat membahas kegiatan utama yang akan mengisi momentum Hari Lahir Molalahu.

Tahapan seperti ini menjadi esensial karena Hari Lahir Molalahu akan menjadi warisan simbolik bagi generasi mendatang. Jangan sampai keputusan yang diambil hari ini kelak mudah digugat lantaran dianggap tidak memiliki basis argumentasi yang jelas. Dengan proses yang tertata, terbuka, dan mempertemukan banyak unsur, penetapan Hari Lahir Molalahu Mulolo ditargetkan akan sah secara sosial, sekaligus juga kuat secara historis, bermakna secara filosofis, berakar secara religius, dan menenangkan secara spiritual.

Wallahu a’lam bissawab.

Penulis adalah Dosen Sosiologi-Antropologi IAIN Sultan Amai Gorontalo

  • Penulis: Momy Hunowu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Ketika model seperti ini diterima sebagai kebenaran ilmiah, pilihan-pilihan lain otomatis dipinggirkan. Sistem ekonomi alternatif dianggap tidak efisien, tidak rasional, atau sekadar bentuk keterbelakangan yang belum selesai. Dominasi ideologi tidak lagi dipaksakan secara kasar; ia bekerja melalui legitimasi akademik yang terlihat objektif. Inilah yang membuat imperialisme modern jauh lebih licin dibanding kolonialisme lama. Ia tidak […]

  • Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Isra Mi’raj adalah peristiwa langit yang selalu diperingati dengan suara lantang. Namun sering kali kita lupa pada bagian yang paling sunyi: penyucian. Sebelum Nabi Muhammad SAW “naik” menembus lapis-lapis langit, beliau lebih dulu “dibersihkan”. Dada beliau dibelah, hatinya dicuci dengan air zamzam, lalu diisi hikmah dan iman. Tidak ada Mi’raj tanpa pembersihan. Tidak ada kenaikan […]

  • PMII Barru Soroti Dugaan PHK Sepihak 38 Buruh PT Layar Perkasa Nusantara, Dikonfirmasi Media Perusahaan Bungkam

    PMII Barru Soroti Dugaan PHK Sepihak 38 Buruh PT Layar Perkasa Nusantara, Dikonfirmasi Media Perusahaan Bungkam

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, BARRU – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Barru menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 38 pekerja oleh PT Layar Perkasa Nusantara yang beroperasi di Desa Batupute, Kabupaten Barru. Informasi tersebut diperoleh PC PMII Barru berdasarkan keterangan serikat buruh dalam forum pertemuan dan dialog yang membahas kondisi […]

  • Post-Tarbiyah : Akhir Politik Kebencian

    Post-Tarbiyah : Akhir Politik Kebencian

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Dalam The Great Disruption: Human Nature and the Reconstitution of Social Order (1999), Fukuyama mengatakan jika kejahatan sosial di Amerika dan Eropa sering terjadi karena hilangnya struktur keluarga yang sehat, tingginya angka perceraian dan meningkatnya anak yang dibesarkan orang tua tunggal. Dalam State-Building: Governance and World Order in the 21st Century (2004), lagi-lagi Fukuyama mengatakan […]

  • Aliansi Pemuda Kalumbatan Soroti Lemahnya Pengawasan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

    Aliansi Pemuda Kalumbatan Soroti Lemahnya Pengawasan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Namun, apabila aktivitas masyarakat masih berlangsung tanpa pengendalian yang memadai, hal itu menunjukkan bahwa sistem pengawasan belum berjalan efektif. “Kalau imbauan pemerintah desa saja tidak mampu diimplementasikan di lapangan, lalu siapa yang bertanggung jawab mengendalikan kawasan proyek? Jangan sampai proyek nasional terlihat seperti proyek tanpa pengawasan yang jelas. Negara mengalokasikan anggaran besar, maka masyarakat juga […]

  • Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

    Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Di tengah memanasnya isu tambang ilegal (PETI) di Kabupaten Pohuwato, nama aktivis muda Sandri, yang lebih dikenal dengan sebutan Kevin Lapendos, kembali mencuat. Namun kali ini bukan karena aksinya di lapangan, melainkan karena tudingan miring yang mencoba menggiring opini publik seolah-olah gerakannya telah “ditunggangi” oleh pihak tertentu. Sebuah unggahan akun media sosial baru-baru ini menyebut […]

expand_less