Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menakar Hari Jadi Molalahu Mulolo (Sebuah Tawaran Interpretatif)

  • account_circle Momy Hunowu
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 460
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam kaitan dengan itu, penulis mengajukan sebuah tawaran interpretatif berupa menjadikan atau memilih 17 Juni sebagai alternatif hari jadi Molalahu Mulolo.

Tawaran ini tidak dimaksudkan sebagai keputusan final maupun klaim historis absolut. Namanya juga usulan. Kenapa 17 Juni? Usulan tersebut merupakan bentuk simbolisasi yang berangkat dari interpretasi terhadap tahun 1767, di mana angka 17 dan 6 digunakan sebagai representasi simbolik.

Dengan demikian, 17 Juni dapat dijadikan sebagai jembatan antara kebutuhan akan patokan waktu bersama dan keterbatasan data historis yang tersedia.

Saat Tanggal Harus Punya Makna

Dalam suatu obrolan di media sosial, Bung Narto Waluyo mengajukan pandangan berbeda. Ia tidak sepenuhnya sepakat dengan penggunaan angka 17 menjadi tanggal pilihan. Menurutnya, tanggal 1 bulan 7 juga menarik untuk dipertimbangkan karena dapat dimaknai sebagai “satu setuju” atau simbol kesepakatan bersama.

Gagasan itu segera mendapat tanggapan dari Bung Taslim Ntuna. Dengan nada hati-hati, ia mengingatkan agar tanggal dan bulan yang dipilih sebaiknya tidak bertepatan dengan peringatan atau hari besar lain. Masukan itu terasa masuk akal. Sebab, tanggal 1 Juli selama ini dikenal sebagai Hari Bhayangkara. Jika hari jadi Molalahu Mulolo ditetapkan pada tanggal tersebut, dikhawatirkan gaungnya akan kurang berdiri sendiri karena beririsan dengan momentum nasional yang sudah lebih dahulu dikenal masyarakat.

Apa pun bentuk usulan yang muncul, baik 17 Juni, 1 Agustus, 1 Juli, maupun kemungkinan tanggal lain yang masih tersimpan dalam ingatan, benak, dan percakapan warga Molalahu Mulolo, semuanya perlu diletakkan dalam ruang diskusi bersama. Tidak ada usulan yang perlu ditutup sejak awal, tetapi setiap usulan semestinya diuji dengan pertanyaan sederhana: apa dasar historisnya, apa makna filosofisnya, dan sejauh mana tanggal itu dapat diterima sebagai simbol bersama.

Dalam kaitan ini, 17 Juni dapat dipertimbangkan sebagai salah satu tawaran yang memiliki pijakan historis karena berangkat dari jejak tahun 1767. Angka 17 diambil dari dua angka awal tahun tersebut, sedangkan angka 6 menunjuk pada bulan keenam, yaitu Juni. Secara filosofis, angka 17 juga memiliki resonansi simbolik yang kuat dalam ingatan kolektif bangsa dan umat Islam. Tanggal 17 mengingatkan pada hari kemerdekaan Indonesia, jumlah rakaat salat wajib dalam sehari, serta 17 Ramadan yang dikenal luas sebagai momentum turunnya Al-Qur’an.

Dari Musyawarah, Ziarah, hingga Ambuwa

Menurut penggagas, Ariyanto Mopangga, penetapan Hari Lahir Molalahu tidak sebaiknya dilakukan tergesa-gesa atau hanya mengikuti tanggal yang muncul spontan dalam forum. Sebab, yang hendak ditentukan bukan sesederhana tanggal peringatan, melainkan keputusan fundamental yang akan menjadi pegangan generasi mendatang.

  • Penulis: Momy Hunowu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Hari ini orang beramai-ramai memposting pelaksanaan Shalat Idul Fitri di setiap rumah, sekalipun tidak semua karena ada sebagian orang lain yang Shalat di Masjid maupun di lapangan karena kekesalan mereka terhadap pemerintah yang menutup Masjid dan membuka pasar dan mall di tengah pandemic corona. Setelah Shalat Idul Fitri saya dan keluarga menikmati burasa, acar ikan […]

  • Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 365
    • 0Komentar

    “Ada tiga motor yang melaju kencang di gang sempit, salah satunya motor polisi. Satu motor kemudian menabrak tiang dan pagar hingga sekarat,” ungkap Agus. Informasi yang beredar menyebutkan, anggota polisi yang terlibat dalam pengejaran tersebut bernama Rudi. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap dari pihak berwenang. Kasus kecelakaan ini kini […]

  • Breaking News! Kebakaran Rumah di Kompleks Asrama Haji Gorontalo, Petugas Damkar Sigap Padamkan Api

    Breaking News! Kebakaran Rumah di Kompleks Asrama Haji Gorontalo, Petugas Damkar Sigap Padamkan Api

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kebakaran melanda sejumlah rumah di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo pada Minggu (15/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA. Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Wahana Ceria atau kawasan kompleks Asrama Haji Gorontalo dan sempat menghebohkan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api terlihat membakar sejumlah rumah warga di […]

  • Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 118
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Penanaman Mangrove di kawasan pesisir Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan mangrove. Penanaman dilaksanakan melalui sinergi dengan […]

  • Kopra Institute Adukan Dugaan Judi Online Sekda dan Oknum Polisi ke Kejari Morotai

    Kopra Institute Adukan Dugaan Judi Online Sekda dan Oknum Polisi ke Kejari Morotai

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) kembali melaporkan dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai dan seorang oknum anggota polisi dalam aktivitas judi online ke kejaksaan tinggi (Kejati) Morotai. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, mengatakan kedatangan pihaknya ke Kejari Morotai merupakan bentuk keseriusan lembaga dalam mengawal dugaan kasus tersebut. “Jadi kedatangan […]

  • Kuasa Hukum Latif Mangan, Fakhrurrozi Arrusady Tegaskan Putusan NO Bukan Kemenangan Salah Satu Pihak

    Kuasa Hukum Latif Mangan, Fakhrurrozi Arrusady Tegaskan Putusan NO Bukan Kemenangan Salah Satu Pihak

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Putusan perkara perdata Nomor 19/Pdt.G/2025/PN Lbt yang diputus oleh Pengadilan Negeri Lembata pada 19 Februari 2026 memicu polemik di tengah masyarakat. Sengketa hak kepemilikan tanah antara Latif Mangan dan Mahmudin Tukang tersebut menuai beragam tafsir, khususnya terkait amar putusan yang menyatakan gugatan “niet ontvankelijke verklaard” (NO) atau tidak dapat diterima. Kuasa hukum Latif […]

expand_less