Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mudzakarah Istiqlal Bahas Wacana Pembayaran Dam Haji di Tanah Air: Antara Dimensi Ta‘abbudi dan Maqashid Syariah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 338
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menurutnya, ayat-ayat tentang hadyu dalam Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang ritual penyembelihan semata, tetapi juga mengandung pesan distribusi kesejahteraan dan jaminan konsumsi bagi umat Islam yang membutuhkan.

“Tujuan utama penyembelihan hewan hadyu bukan pada darah yang mengalir, melainkan pada kemanfaatannya bagi manusia,” jelasnya.

Pandangan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan tafsir Syaikh Muhammad Thahir bin ‘Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir, yang melihat dimensi maqashidi dalam ibadah penyembelihan hewan hadyu. Dalam perspektif ini, ketika distribusi daging di Tanah Haram mengalami surplus dan berpotensi mubazir, maka upaya mengalihkan manfaatnya kepada masyarakat yang lebih membutuhkan dapat dipandang lebih dekat kepada tujuan syariat.

Berbeda dengan pandangan Dr. Endang, Dr. KH. Arif Fahrudin, M.A., Wakil Sekretaris Jenderal MUI, menyampaikan perspektif yang berbeda. Ia menegaskan bahwa hukum asal dam tamattu’ dan qiran bersifat ta‘abbudi, yakni ibadah yang tata caranya telah ditentukan secara normatif oleh syariat.

Karena itu, menurutnya, penyembelihan tetap harus dilakukan di Tanah Haram sebagaimana digariskan oleh nash Al-Qur’an dan hadis.

“Kecuali dalam kondisi darurat atau keadaan yang benar-benar mendesak, maka baru dimungkinkan adanya rukhsah untuk dilakukan di luar Tanah Haram,” terangnya.

Baginya, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut efektivitas distribusi atau tata kelola modern, melainkan juga menyangkut dimensi kepatuhan terhadap bentuk ibadah yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam tradisi fikih Islam.

Di antara dua kutub pandangan itu, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, Ketua LDPBNU, mencoba menghadirkan titik temu.

Ia menjelaskan bahwa dalam Munas NU tahun 2023 memang sempat muncul keputusan yang memberi kelonggaran terhadap kemungkinan penyembelihan hadyu di luar Tanah Haram, termasuk di tanah air.

Namun, pada tahun 2025, keputusan tersebut ditinjau ulang sehingga melahirkan pandangan yang lebih mendekati sikap pandangan MUI. Meski demikian, menurutnya, ruang ijtihad belum sepenuhnya tertutup.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASPETI Resmi Ajukan Keberatan Administratif ke Menteri ESDM Terkait Tarif Denda Pertambangan

    ASPETI Resmi Ajukan Keberatan Administratif ke Menteri ESDM Terkait Tarif Denda Pertambangan

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta – Perkumpulan Asosiasi Penambang Tanah Pertiwi (ASPETI) secara resmi melayangkan surat keberatan administratif kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia pada 5 Januari 2026. Langkah hukum ini diambil sebagai respon terhadap terbitnya Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 391.K/MB.01/MEM.B/2025 yang mengatur tarif denda administratif pelanggaran kegiatan usaha pertambangan di kawasan hutan. […]

  • Reses di Boalemo, Aleg DPRD Gorontalo Muhammad Dzikyan Serap Aspirasi Soal Bantuan Sosial hingga Lapangan Kerja Pemuda

    Reses di Boalemo, Aleg DPRD Gorontalo Muhammad Dzikyan Serap Aspirasi Soal Bantuan Sosial hingga Lapangan Kerja Pemuda

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) Pohuwato–Boalemo, Muhammad Dzikyan, menggelar kegiatan reses di Desa Bongo Dua, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, Jumat (6/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan mulai dari perubahan data bantuan sosial, kerusakan infrastruktur desa, hingga minimnya program pemberdayaan pemuda. Dzikyan yang juga Ketua […]

  • Kolaborasi LSI dan Fakultas Kehutanan Sukses Gelar Pelatihan GeoInsight 2026

    Kolaborasi LSI dan Fakultas Kehutanan Sukses Gelar Pelatihan GeoInsight 2026

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAKASSAR — Learning Space Indonesia (LSI) bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “GeoInsight 2026: Pelatihan Geotagging dan Pemetaan Digital” pada Minggu, 18 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai ini menjadi ruang pembelajaran interaktif bagi peserta dalam memahami pemanfaatan teknologi geotagging dan pemetaan digital berbasis data […]

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

  • Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suaib PR
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Wahid, menegaskan bahwa Generasi Z perlu diakomodasi secara serius karena mereka kini menjadi aktor utama dalam berbagai gelombang perubahan sosial. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Kelas Penggerak GUSDURian (KPG) yang digelar oleh Komunitas Gusdurian Makassar di Kantor PCNU Kabupaten Gowa, 25 Juni 2026. Putri sulung KH. […]

  • Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Setiap lebaran tiba, ada satu momen yang selalu kita tunggu dengan antusias: Halal Bi Halal. Di banyak keluarga muslim Indonesia, tradisi ini berarti keliling dari rumah ke rumah, bersalaman, dan menyantap hidangan yang sensasi rasanya tak pernah gagal. Tapi lebih dari itu, ada suasana hangat yang selalu hadir: perasaan diterima kembali, (setelah) apapun yang terjadi […]

expand_less