Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mudzakarah Istiqlal Bahas Wacana Pembayaran Dam Haji di Tanah Air: Antara Dimensi Ta‘abbudi dan Maqashid Syariah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 275
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menurutnya, ayat-ayat tentang hadyu dalam Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang ritual penyembelihan semata, tetapi juga mengandung pesan distribusi kesejahteraan dan jaminan konsumsi bagi umat Islam yang membutuhkan.

“Tujuan utama penyembelihan hewan hadyu bukan pada darah yang mengalir, melainkan pada kemanfaatannya bagi manusia,” jelasnya.

Pandangan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan tafsir Syaikh Muhammad Thahir bin ‘Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir, yang melihat dimensi maqashidi dalam ibadah penyembelihan hewan hadyu. Dalam perspektif ini, ketika distribusi daging di Tanah Haram mengalami surplus dan berpotensi mubazir, maka upaya mengalihkan manfaatnya kepada masyarakat yang lebih membutuhkan dapat dipandang lebih dekat kepada tujuan syariat.

Berbeda dengan pandangan Dr. Endang, Dr. KH. Arif Fahrudin, M.A., Wakil Sekretaris Jenderal MUI, menyampaikan perspektif yang berbeda. Ia menegaskan bahwa hukum asal dam tamattu’ dan qiran bersifat ta‘abbudi, yakni ibadah yang tata caranya telah ditentukan secara normatif oleh syariat.

Karena itu, menurutnya, penyembelihan tetap harus dilakukan di Tanah Haram sebagaimana digariskan oleh nash Al-Qur’an dan hadis.

“Kecuali dalam kondisi darurat atau keadaan yang benar-benar mendesak, maka baru dimungkinkan adanya rukhsah untuk dilakukan di luar Tanah Haram,” terangnya.

Baginya, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut efektivitas distribusi atau tata kelola modern, melainkan juga menyangkut dimensi kepatuhan terhadap bentuk ibadah yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam tradisi fikih Islam.

Di antara dua kutub pandangan itu, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, Ketua LDPBNU, mencoba menghadirkan titik temu.

Ia menjelaskan bahwa dalam Munas NU tahun 2023 memang sempat muncul keputusan yang memberi kelonggaran terhadap kemungkinan penyembelihan hadyu di luar Tanah Haram, termasuk di tanah air.

Namun, pada tahun 2025, keputusan tersebut ditinjau ulang sehingga melahirkan pandangan yang lebih mendekati sikap pandangan MUI. Meski demikian, menurutnya, ruang ijtihad belum sepenuhnya tertutup.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Aksi premanisme jalanan yang meresahkan warga dan sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros bergerak cepat dan berhasil meringkus tiga pelaku pembusuran dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Carangki, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Mirisnya, ketiga […]

  • Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

    Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Sudah berulang kali saya katakan jika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus menjadi antitesis dari kemaksiatan institusional ini. PTKIN tidak boleh menjadi sarang intelektual banci. Seribu intelektual tidak akan  bisa menyelamatkan guru agama apabila di dalam dadanya tidak berkobar-kobar tekad dan semangat untuk merdeka. Jangan biarkan para guru agama bernasib sial seperti Munir dan […]

  • Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suaib PR
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Wahid, menegaskan bahwa Generasi Z perlu diakomodasi secara serius karena mereka kini menjadi aktor utama dalam berbagai gelombang perubahan sosial. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Kelas Penggerak GUSDURian (KPG) yang digelar oleh Komunitas Gusdurian Makassar di Kantor PCNU Kabupaten Gowa, 25 Juni 2026. Putri sulung KH. […]

  • Piagam Menara Gading

    Piagam Menara Gading

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Ruang berpendingin malam itu tidak kuasa menyingkirkan keringat yang terus merembes keluar dari pori-poriku. Adrenalin yang terpacu memaksa hormon-hormon dalam tubuhku memproduksi keringat dalam udara yang disemprot AC. Seiring dengan gemuruh aula megah itu, adrenalinku terasa makin bergerak cepat ketika namaku disebut. Dr. Maulana  Eka  Rasyid  Arfan  Saputra  Alamsyah  Taufik  Abdullah  Hafidz Umar, MA, M.Si, […]

  • Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pesawat kargo milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 rute Long Bawan–Tarakan diduga jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2) sekitar pukul 12.20 WITA. Berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut baru menempuh jarak sekitar lima kilometer dari ujung landasan pacu sebelum diduga mengalami […]

  • Geliat Ekonomi GP Ansor di Tangan Addin Jauharudin

    Geliat Ekonomi GP Ansor di Tangan Addin Jauharudin

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) telah lama menjadi garda depan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) dalam menegakkan nilai-nilai keislaman yang moderat, menjaga keutuhan bangsa, dan memperkuat identitas kebangsaan. Namun, satu aspek yang selama ini belum tergarap secara maksimal adalah penguatan ekonomi kader dan organisasi. Di bawah kepemimpinan Addin Jauharudin, wajah GP Ansor mulai menunjukkan arah baru: […]

expand_less