Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mudzakarah Istiqlal Bahas Wacana Pembayaran Dam Haji di Tanah Air: Antara Dimensi Ta‘abbudi dan Maqashid Syariah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 220
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menurutnya, ayat-ayat tentang hadyu dalam Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang ritual penyembelihan semata, tetapi juga mengandung pesan distribusi kesejahteraan dan jaminan konsumsi bagi umat Islam yang membutuhkan.

“Tujuan utama penyembelihan hewan hadyu bukan pada darah yang mengalir, melainkan pada kemanfaatannya bagi manusia,” jelasnya.

Pandangan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan tafsir Syaikh Muhammad Thahir bin ‘Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir, yang melihat dimensi maqashidi dalam ibadah penyembelihan hewan hadyu. Dalam perspektif ini, ketika distribusi daging di Tanah Haram mengalami surplus dan berpotensi mubazir, maka upaya mengalihkan manfaatnya kepada masyarakat yang lebih membutuhkan dapat dipandang lebih dekat kepada tujuan syariat.

Berbeda dengan pandangan Dr. Endang, Dr. KH. Arif Fahrudin, M.A., Wakil Sekretaris Jenderal MUI, menyampaikan perspektif yang berbeda. Ia menegaskan bahwa hukum asal dam tamattu’ dan qiran bersifat ta‘abbudi, yakni ibadah yang tata caranya telah ditentukan secara normatif oleh syariat.

Karena itu, menurutnya, penyembelihan tetap harus dilakukan di Tanah Haram sebagaimana digariskan oleh nash Al-Qur’an dan hadis.

“Kecuali dalam kondisi darurat atau keadaan yang benar-benar mendesak, maka baru dimungkinkan adanya rukhsah untuk dilakukan di luar Tanah Haram,” terangnya.

Baginya, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut efektivitas distribusi atau tata kelola modern, melainkan juga menyangkut dimensi kepatuhan terhadap bentuk ibadah yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam tradisi fikih Islam.

Di antara dua kutub pandangan itu, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, Ketua LDPBNU, mencoba menghadirkan titik temu.

Ia menjelaskan bahwa dalam Munas NU tahun 2023 memang sempat muncul keputusan yang memberi kelonggaran terhadap kemungkinan penyembelihan hadyu di luar Tanah Haram, termasuk di tanah air.

Namun, pada tahun 2025, keputusan tersebut ditinjau ulang sehingga melahirkan pandangan yang lebih mendekati sikap pandangan MUI. Meski demikian, menurutnya, ruang ijtihad belum sepenuhnya tertutup.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Di zaman ketika ilmu melimpah dan akses pengetahuan terbuka lebar sepertinya makin Ada jarak yang antara mengetahui dan menjadi—jarak yang tak selalu bisa dijembatani oleh kecerdasan. Ternyata tidak semua Ilmu menjadi jalan kebijaksanaan, ilmu yang tidak meneduhkan, sering kali hanya menjadi beban kesombongan. Dalam tradisi lisan masyarakat Mandar, ada satu kata yang diucapkan dengan penuh […]

  • Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sorotan tajam datang dari Ketua Departemen Organisasi PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Dewa Gede Ginada Darma Putra, terkait kisruh pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataan kerasnya, Ginada menyebut kondisi tata kelola sawit saat ini bukan hanya bermasalah, tapi masuk dalam level krisis akut dan berlapis. Berangkat dari berbagai dokumen, […]

  • Satker PCK Gorontalo Buka Rekrutmen Pendamping Pamsimas 2026, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

    Satker PCK Gorontalo Buka Rekrutmen Pendamping Pamsimas 2026, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya (Satker PCK) Provinsi Gorontalo membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun Anggaran 2026. Rekrutmen ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan program penyediaan air minum berbasis masyarakat di sejumlah desa sasaran di Provinsi Gorontalo. Dalam pengumuman yang diterbitkan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan […]

  • PWNU Gorontalo Dorong LPNU Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga NU

    PWNU Gorontalo Dorong LPNU Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga NU

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 106
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo terus mendorong lembaga-lembaga semi otonom di bawah naungannya untuk aktif menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Langkah ini dilakukan guna mendukung kerja-kerja Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dalam mewujudkan program-program strategis dan taktis demi mencapai sasaran program NU di tingkat wilayah. Salah satu lembaga yang diharapkan berperan aktif adalah Lembaga […]

  • Akuntansi Langit

    Akuntansi Langit

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Almarhum Gus Dur pernah berkelakar, “Tuhan tidak perlu dibela.” Saya tambahkan sedikit: Tuhan juga tidak perlu dimanipulasi laporan keuangannya. Tidak perlu markup sedekah dengan niat pencitraan. Dalam akuntansi langit, tidak ada creative accounting. Yang ada hanya creative taubat. Ramadhan seharusnya menjadi periode tutup buku triwulan ruhani. Kita menghitung ulang: berapa aset sabar yang bertambah? Berapa […]

  • Prabowo Kelakar PKB “Harus Diawasi”, Cak Imin: Itu Bercanda

    Prabowo Kelakar PKB “Harus Diawasi”, Cak Imin: Itu Bercanda

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan soliditas koalisi partai pendukung pemerintah saat menyampaikan taklimat awal tahun 2026 dalam sesi pembuka retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026), dikutip nulondalo.com Dalam suasana santai, Prabowo sempat melontarkan kelakar dengan menyebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) “harus diawasi terus”. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo […]

expand_less