Breaking News
light_mode
Trending Tags

Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 29
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Langkah PKC PMII Gorontalo yang diketahui mengajukan proposal kegiatan ke PT. Pani Gold Project (PT. PETS) menimbulkan gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, termasuk dari PC PMII Kota Gorontalo sendiri.

Bukan semata soal administratif, tetapi soal nurani — tentang arah perjuangan dan nilai dasar yang menjadi napas organisasi mahasiswa Islam Indonesia: keberpihakan kepada rakyat kecil.

PT. PETS bukanlah perusahaan tanpa rekam jejak. Nama perusahaan ini sejak lama melekat dengan konflik sosial di Kabupaten Pohuwato, di mana masyarakat penambang tradisional berhadapan dengan kekuatan modal dan kepentingan tambang berskala besar. Bentrokan, penggusuran, dan ketimpangan ekonomi masih menjadi kenyataan pahit yang belum tuntas.

Dalam situasi seperti itu, munculnya proposal kegiatan dari PKC ke perusahaan yang sedang berkonflik dengan rakyat jelas merupakan ironi moral yang sulit diterima.

“Ini bukan sekadar kegiatan. Ini masalah arah perjuangan,” tegas Amar, Wakil Ketua II PMII di tingkat cabang yang kecewa atas langkah tersebut.

Sebagai organisasi mahasiswa yang lahir dari rahim rakyat, PMII seharusnya menjadi kritis terhadap kekuasaan dan kapital, bukan justru mendekat untuk memperoleh keuntungan material. Proposal kepada perusahaan tambang yang sedang menjadi sorotan publik mencerminkan hilangnya sensitivitas sosial dan lemahnya integritas pergerakan mahasiswa.

PKC PMII Gorontalo tampak gagal membaca situasi sosial yang sedang terjadi di daerahnya sendiri. Alih-alih menjadi penengah moral antara rakyat dan korporasi, mereka justru tampak ikut bermain di ruang abu-abu yang berpotensi menodai independensi organisasi

Yang lebih memprihatinkan, tindakan itu dilakukan tanpa koordinasi dan komunikasi terbuka dengan pengurus cabang, yang seharusnya menjadi bagian penting dari struktur kolektif PMII di daerah. Hal ini memperlihatkan gejala elitisasi organisasi, di mana keputusan besar diambil tanpa memperhitungkan suara akar rumput kader sendiri.

Amar Menambahkan, pengajuan proposal ini adalah tanda bahaya: ketika idealisme mahasiswa mulai tergadaikan di hadapan kepentingan pragmatis.

Sepemahaman kami, Organisasi mahasiswa seperti PMII tidak boleh berubah menjadi lembaga proyek yang berorientasi pada dana dan fasilitas, apalagi dari pihak yang selama ini menjadi sumber penderitaan masyarakat. Karena begitu idealisme dijual, yang tersisa hanyalah nama besar tanpa makna perjuangan.
PMII harus kembali ke jati dirinya: menjadi gerakan yang menegakkan keadilan sosial, melawan ketimpangan, dan menolak segala bentuk kompromi dengan kekuasaan yang menindas rakyat.”ujarnya

Terakhir, ketika mahasiswa mulai menulis proposal kepada pihak yang sedang menindas rakyatnya sendiri, itu bukan lagi kolaborasi — itu adalah pengkhianatan terhadap cita-cita pergerakan.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

    Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Catatan dari Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Penulis Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Bagaimana memahami Gus Dur jika kita tak pernah bertemu dengannya? Bagaimana generasi sekarang dapat mendaurulang cara berpikirnya? Warisan Gus Dur sesungguhnya bukan sekedar gagasan, humor, atau praktik terbaik, melainkan metode berpikir yang bisa diterapkan hingga […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Rapat Syuriyah–Tanfidziyah, Bahas Polemik di Tubuh PBNU 24 detik Play Button photo_camera 6

    PWNU Gorontalo Gelar Rapat Syuriyah–Tanfidziyah, Bahas Polemik di Tubuh PBNU

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menggelar Rapat Syuriyah dan Tanfidziyah diperluas dengan menghadirkan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Gorontalo. Pertemuan ini berlangsung pada Ahad, 30 November 2025, bertempat di Kantor PWNU Gorontalo Jalan Samratulangi, Kota Gorontalo. Rapat tertutup tersebut digelar untuk membahas dinamika dan polemik yang tengah terjadi […]

  • Permohonan Dispensasi Nikah di Gorontalo Tinggi, Dinas PPPA Ajak Pemberdayaan dan Edukasi

    Permohonan Dispensasi Nikah di Gorontalo Tinggi, Dinas PPPA Ajak Pemberdayaan dan Edukasi

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Nulondalo.com — Permohonan dispensasi nikah di Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025 tercatat ratusan kasus meskipun pemerintah dan lembaga terkait terus memperkuat pencegahan pernikahan usia anak. Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Gorontalo, sampai pertengahan Desember 2025 terdapat total 524 permohonan dispensasi nikah dari seluruh kabupaten/kota di Gorontalo. Jumlah ini menunjukkan bahwa fenomena pernikahan di bawah […]

  • Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Apriyanto Radjak
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Penulis: Apriyanto Rajak –  (seorang petani, nelayan dan pemain sepak bola amatir) Di penghujung Agustus 2025, saya bersama Rizki memutuskan untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan di kebun masing-masing. Kebetulan kebun milik kami berdua tidak terlalu berjauhan. Adapun jarak dari kampung bisa diasumsikan dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor. Lokasinya berada di pegunungan Landaso, Kecamatan Bolaang […]

  • Penerima Bantuan Pemprov Gorontalo Akan Dievaluasi

    Penerima Bantuan Pemprov Gorontalo Akan Dievaluasi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menginginkan penerima bantuan sosial dievaluasi secara berkala progresnya. Menurutnya, bantuan sosial, UMKM dan banyak lagi perlu dipantau dampaknya bagi penerima. “Sampai saat ini kita belum bisa memetakan secara baik UMKM mana yang layak dikembangkan. Kita beri bantuan, lalu selesai. Padahal kalau dimonitor kualitasnya bisa meningkat,” ujar Gubernur Gusnar saat Rapat Paripurna […]

  • Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah Bek
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Dalam khazanah pemikiran Islam klasik, Imam al-Ghazālī menempatkan kepemimpinan sebagai amanah agung yang tidak hanya diukur dari kecakapan administratif atau kekuasaan struktural, melainkan dari kesatuan antara intelektualitas, spiritualitas, dan akhlak. Seorang pemimpin, menurut al-Ghazālī, bukan sekadar pengatur urusan lahiriah, tetapi tabib sosial—yang mampu mengobati kerusakan moral, kegersangan spiritual, dan kehancuran nilai dalam tubuh masyarakat atau […]

expand_less