Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 190
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Delegasi tersebut dikatakan tiba di Guangzhou, sebuah pelabuhan penting di wilayah selatan China yang sejak lama menjadi titik pertemuan pedagang dari berbagai negeri. Di sana Sa’ad dan rombongannya bertemu dengan Kaisar Gaozong dari Dinasti Tang. Kaisar menerima delegasi Muslim dengan baik dan memberikan izin bagi mereka untuk menetap serta menjalankan aktivitas keagamaan. Dalam tradisi lokal, peristiwa ini dipandang sebagai salah satu titik awal kehadiran Islam di China.

Salah satu peninggalan yang sering dikaitkan dengan kedatangan Sa’ad adalah Masjid Huaisheng di Guangzhou. Masjid ini dianggap sebagai salah satu masjid tertua di China. Menurut tradisi Muslim setempat, Sa’ad bin Abi Waqqas ikut berperan dalam pembangunan masjid tersebut sebagai tempat ibadah bagi komunitas Muslim yang mulai terbentuk di kawasan pelabuhan itu. Dari pusat perdagangan seperti Guangzhou, ajaran Islam kemudian menyebar secara perlahan melalui jaringan pedagang Arab dan Persia yang berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Meski demikian, para sejarawan mencatat bahwa riwayat tentang perjalanan Sa’ad ke China lebih banyak berasal dari tradisi sejarah Muslim China daripada sumber biografi sahabat klasik. Kitab-kitab seperti al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah karya Ibnu Hajar al-Asqalani atau Siyar A‘lam al-Nubala karya al-Dzahabi tidak memberikan keterangan rinci mengenai perjalanan tersebut. Sebagian ulama bahkan menyebut bahwa Sa’ad bin Abi Waqqas wafat di wilayah al-‘Aqiq dekat Madinah sekitar tahun 55 H (674 M). Karena itu, kisah tentang dakwahnya di China sering dipahami sebagai bagian dari tradisi historis yang berkembang di kalangan Muslim China.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, nama Sa’ad bin Abi Waqqas tetap memiliki tempat khusus dalam ingatan kolektif umat Islam di China. Di Guangzhou terdapat sebuah kompleks makam yang oleh masyarakat setempat dinisbatkan kepadanya dan menjadi tempat ziarah. Bagi komunitas Muslim di sana, figur Sa’ad melambangkan hubungan awal antara dunia Islam dan peradaban China.

Kisah Sa’ad bin Abi Waqqas menunjukkan bahwa penyebaran Islam pada masa awal tidak selalu berlangsung melalui penaklukan militer. Di banyak wilayah, termasuk China, Islam berkembang melalui jalur perdagangan, diplomasi, dan pertemuan antarperadaban. Jika riwayat tentang kedatangannya ke China benar adanya, maka Sa’ad bukan hanya seorang panglima perang yang berjasa dalam sejarah politik Islam, tetapi juga seorang tokoh yang membuka jalan bagi perjumpaan Islam dengan salah satu peradaban terbesar di dunia.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Karamah dan Budaya Menyatu: Menelusuri Jejak Spiritualitas Islam Gorontalo Lewat Sosok Bapu Paci Nurjana

    Ketika Karamah dan Budaya Menyatu: Menelusuri Jejak Spiritualitas Islam Gorontalo Lewat Sosok Bapu Paci Nurjana

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle M. Fadhil Hadju
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Di tanah Gorontalo, Islam tidak hanya dipeluk dalam syariat, tetapi juga dirawat dalam budaya. Dalam ritus seperti modikili, tahlilan, maulidan, dan doa arwah, agama dan adat saling menyatu. Di antara masyarakat yang memegang teguh warisan ini, terdapat satu nama yang tetap harum hingga hari ini: KH Yahya Podungge, atau yang lebih dikenal dengan Bapu Paci […]

  • Dosen Unusia Raih Gelar Doktor Akuntansi, Angkat Kearifan Lokal Bugis dalam Disertasi

    Dosen Unusia Raih Gelar Doktor Akuntansi, Angkat Kearifan Lokal Bugis dalam Disertasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Menurut Aras, penelitian tersebut memiliki keterhubungan kuat dengan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama yang selama ini membangun kehidupan sosial berbasis budaya, etika pesantren, dan kolektivitas masyarakat. Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi pesantren terdapat kaidah al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah, yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. […]

  • Wali Kota Gorontalo Lantik 15 Pejabat Eselon III, Enam Camat Baru Resmi Bertugas

    Wali Kota Gorontalo Lantik 15 Pejabat Eselon III, Enam Camat Baru Resmi Bertugas

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 563
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, resmi melantik 15 pejabat administrator atau eselon III di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Prosesi pelantikan berlangsung di Bandhayo Lo Yiladia (BLY) pada Jumat (13/3/2026). Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Gorontalo Nomor: 821.2/BKPSDM/11/540 tertanggal 13 Maret 2026. Dalam pelantikan ini, sejumlah pejabat menempati jabatan strategis […]

  • PGI Tegas Tolak PSN Food Estate di Papua, Serukan Penghormatan Hak Adat dan Demokrasi

    PGI Tegas Tolak PSN Food Estate di Papua, Serukan Penghormatan Hak Adat dan Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 361
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) secara tegas menyatakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua, khususnya proyek food estate berskala besar di Kabupaten Merauke. Sikap tersebut merupakan rekomendasi resmi Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI 2026 yang berlangsung di Merauke pada 30 Januari hingga 2 Februari 2026. Sidang MPL PGI 2026 […]

  • IDE Indonesia Chapter Kota Bandung Gelar Pelantikan, Simposium dan Launching Store of IDE

    IDE Indonesia Chapter Kota Bandung Gelar Pelantikan, Simposium dan Launching Store of IDE

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia Chapter Kota Bandung sukses menyelenggarakan pelantikan pengurus baru, simposium, serta launching Store of IDE yang digelar di Auditorium Balai Kota Bandung pada 15 Maret 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan sosial di Kota Bandung. Pelantikan dipimpin oleh Ketua Umum IDE […]

  • Ikhlas Boleh, Lapar Jangan

    Ikhlas Boleh, Lapar Jangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Di republik ini, guru dan dosen punya gelar kehormatan yang sangat sakral: “pahlawan tanpa tanda jasa.” Setiap kali kalimat itu diucapkan, hadirin biasanya mengangguk khidmat. Tapi kalau direnungi ala santri pesantren, ada pertanyaan kecil yang suka muncul di sela-sela ngopi: “Tanpa tanda jasa itu maksudnya tanpa piagam atau tanpa angka di slip gaji?” Humor Nahdlatul […]

expand_less