Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Saldo Akhir

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 361
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam perspektif akuntansi humanistik, saldo akhir tidak hanya diukur secara kuantitatif, tetapi juga kualitatif. Seberapa dalam empati kita meningkat? Seberapa jujur kita dalam bekerja? Seberapa peduli kita terhadap lingkungan dan sesama? Ini semua adalah “akun-akun tak berwujud” yang justru memiliki nilai paling besar.

Akhirnya, saldo akhir kita bukan ditentukan oleh seberapa meriah Ramadhan kita, tapi seberapa konsisten kita setelahnya. Kalau Ramadhan hanya menjadi ritual tahunan tanpa perubahan perilaku, maka kita seperti akuntan yang rajin mencatat, tapi tidak pernah membaca laporan.

Maka, mari kita jadikan Syawal dan seterusnya sebagai periode pembuktian. Bukan lagi soal menahan lapar, tapi menahan diri dari kebiasaan buruk. Bukan lagi soal tarawih, tapi soal istiqamah. Karena pada akhirnya, saldo akhir kita bukan angka di kertas, melainkan jejak kebaikan yang benar-benar kita jalankan.

Dan kalau boleh sedikit bercanda ala NU: kalau saldo akhir kita masih minus, jangan panik. Selama “rekening amal” belum ditutup, kita masih punya kesempatan setor kebaikan. Tapi ingat, jangan sampai kita sibuk menghitung saldo, tapi lupa menambah isinya.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Seperti halnya sutra Bugis yang ditenun helai demi helai, takwa pun dibangun melalui latihan yang berulang: menahan diri, menahan emosi, menahan keserakahan. Ramadhan adalah bulan ketika manusia belajar menenun dirinya sendiri. Filosofi Cura’ La’ba Dalam tradisi tenun Bugis, terdapat konsep yang dikenal sebagai Cura’ La’ba, yang secara sederhana dapat dimaknai sebagai ragam motif yang memiliki […]

  • Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Kalau diperhatikan, kondisi itu terasa dekat dengan situasi hari ini. Perusahaan lebih nyaman merekrut pekerja kontrak dibanding pekerja tetap. Outsourcing diperluas. Anak muda diminta fleksibel, adaptif, dan kreatif, tetapi pada saat yang sama mereka dipaksa menerima ketidakpastian sebagai hal yang wajar. Bahkan sekarang muncul glorifikasi terhadap hustle culture—seolah kelelahan adalah tanda kesuksesan, dan bekerja tanpa […]

  • Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Nasionalisme berangkat dari pertanyaan paling mendasar tentang manusia: siapa saya dan di mana posisi saya. Jawaban atas identitas inilah yang kemudian membimbing cara hidup, pilihan moral, dan tindakan politik. Dalam kerangka ini, bangsa diposisikan sebagai komunitas utama yang membentuk kewajiban normatif individu. Pemikiran ini sejalan dengan antropolog Benedict Anderson yang menegaskan bahwa nasionalisme adalah sebuah […]

  • Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Akibatnya, masyarakat dibentuk menjadi manusia yang terampil bekerja, tetapi lemah dalam membaca ketimpangan. Orang didorong untuk terus produktif, kompetitif, dan adaptif, namun tidak diberi cukup ruang untuk mempertanyakan mengapa hidup semakin sulit meski pembangunan terus dipromosikan sebagai kemajuan. Di titik inilah industri kebudayaan bertemu dengan kegagalan negara. Ketika negara tidak mampu menjadi fasilitator yang adil, […]

  • Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menguji langsung tiga calon komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Gorontalo melalui wawancara yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (16/1/2026). Tahapan ini menjadi bagian akhir dari proses seleksi sebelum penetapan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Wawancara tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim […]

  • Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Wakaf kepada Nadzir As-Salam Tenjo di Jakarta

    Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Wakaf kepada Nadzir As-Salam Tenjo di Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Yayasan Pendidikan As-Salam Tenjo menerima sertifikat tanah wakaf dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Tanah Wakaf yang berlangsung di Meeting Hall Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026). Penyerahan sertifikat tersebut merupakan bagian dari program percepatan legalisasi aset wakaf yang dijalankan pemerintah untuk memberikan […]

expand_less