Breaking News
light_mode
Trending Tags

Saldo Akhir

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 270
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Idul Fitri sering dimaknai sebagai “kembali ke fitrah”. Tapi dalam bahasa akuntansi, ini menarik. Apakah fitrah itu seperti saldo nol? Kalau iya, berarti kita reset semua dosa dan kembali ke titik awal. Tapi kalau kita pikir lebih dalam, fitrah itu bukan nol, melainkan “baseline kebaikan” yang seharusnya meningkat setiap tahun. Jadi bukan sekadar menghapus kesalahan, tapi memperbaiki kualitas pencatatan ke depan.

Masalahnya, banyak dari kita memperlakukan Idul Fitri seperti “write-off” dosa tanpa memperbaiki sistemnya. Ibarat perusahaan yang setiap tahun merugi, tapi selalu berharap ada investor malaikat yang menutup kerugian itu. Padahal, dalam akuntansi yang sehat, yang diperbaiki bukan hanya hasil akhir, tapi juga prosesnya: pengendalian internal, etika, dan tata kelola.

Di sinilah pentingnya melihat Ramadhan sebagai “training camp spiritual”. Ia melatih disiplin, kejujuran, dan empati. Tapi sebagaimana pelatihan, nilainya bukan pada sertifikat, melainkan pada implementasi setelahnya. Kalau setelah Ramadhan kita kembali pada kebiasaan lama—malas ibadah, ringan berbohong, berat bersedekah—maka bisa jadi saldo akhir kita hanya tampak indah di laporan, tapi kosong di substansi.

Humor ala Gus Dur seringkali menyentil hal ini dengan cara yang cerdas. Beliau pernah menyindir, “Yang penting bukan seberapa lama kita berpuasa, tapi seberapa lama efeknya bertahan.” Ini seperti laporan keuangan: bukan hanya tentang angka pada satu tanggal, tapi tren dan keberlanjutannya. Percuma laba besar di satu periode kalau setelahnya langsung bangkrut.

Lebih lucu lagi, dalam kehidupan sosial pasca-Idul Fitri, kita sering lebih fokus pada “rekonsiliasi sosial” daripada “rekonsiliasi spiritual”. Kita keliling silaturahmi, saling memaafkan, makan ketupat sampai lupa niat awal puasa. Tidak salah, tentu saja. Tapi jangan sampai kita rajin meminta maaf kepada manusia, tapi lupa “melanjutkan kontrak kebaikan” dengan Tuhan.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

    Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    Kembali ke topik, setelah membaca tulisan Tarmizi, saya menemukan sejumlah kelemahan mendasar dalam cara pandang memahami konstruksi epistemologi paradigma “Makuta Ilmu”. Setidaknya, terdapat tiga kelemahan fundamental dalam kritik tersebut: pertama, problematik dalam mengkritisi kontruksi epistemologi dengan historiografi; kedua, gagal memahami integrasi epistemologi-paradigmatik; dan ketiga, ironi menawarkan epistemologi kolonial. Tulisan ini akan membongkar tiga kelemahan fundamental […]

  • Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Hujan merupakan rahmat dan berkah dari Allah SWT. Dalam ajaran Islam, turunnya hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga momen istimewa yang mengandung keberkahan dan doa yang mustajab. Rasulullah SAW banyak mencontohkan doa dan amalan yang bisa dilakukan saat hujan turun. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam yang berpijak pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, turut […]

  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo Perintahkan Hukuman Seberat-beratnya bagi Oknum Brimob Penganiaya Pelajar di Maluku

    Kapolri Listyo Sigit Prabowo Perintahkan Hukuman Seberat-beratnya bagi Oknum Brimob Penganiaya Pelajar di Maluku

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 196
    • 0Komentar

    “Saya memerintahkan kepada Kapolda dan Kadiv Propam untuk ambil tindakan tegas dan proses hingga tuntas. Beri rasa keadilan bagi keluarga korban,” katanya. Sigit juga memastikan proses penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan terbuka kepada publik. Ia meminta agar perkembangan penanganan perkara disampaikan secara resmi oleh jajaran Humas Polri dalam forum khusus yang disiapkan. Kapolri […]

  • Buka Puasa Lintas Iman: Merajut Damai dari Keuskupan Agung Makassar Play Button

    Buka Puasa Lintas Iman: Merajut Damai dari Keuskupan Agung Makassar

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Langit Makassar sore itu tampak muram. Awan kelabu bergelayut, hujan turun di beberapa sudut kota, seakan ingin menguji langkah para tokoh lintas agama. Namun semangat mereka tak pernah surut. Satu per satu tetap melangkah menuju Keuskupan Agung Makassar untuk menghadiri acara buka puasa bersama pada Minggu (9/3/2026). Dengan tema “Berjalan Bersama dalam Merajut […]

  • Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Tangis Haru Warga Pecah di Bantaran Rel

    Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Tangis Haru Warga Pecah di Bantaran Rel

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Ia berharap perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil terus berlanjut, terutama dalam bentuk bantuan sosial. Hal senada disampaikan Yana, warga lainnya, yang berharap program bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Cono, seorang pemulung yang tinggal di kawasan tersebut, menyampaikan harapan terkait […]

  • Kabar Gembira: Tunjangan Guru PAI Dicairkan Sebelum Lebaran

    Kabar Gembira: Tunjangan Guru PAI Dicairkan Sebelum Lebaran

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kementerian Agama menegaskan tunjangan profesi bagi 120.067 guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah akan dicairkan sebelum Idulfitri 1446 H. Pemerintah telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp828,1 miliar untuk mendukung pencairan tunjangan selama dua bulan ini, Januari dan Februari 2025. Dirjen Pendidikan Islam Suyitno mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu Asta Cita […]

expand_less