Breaking News
light_mode
Trending Tags

Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 194
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Periode 2019–2025, saat saya memimpin Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), menjadi fase penting dalam pembelajaran kepemimpinan dan pengelolaan program pengembangan sumber daya manusia keagamaan.

Berbagai program yang dilaksanakan—mulai dari MB Speak Up, Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, hingga Klinik Moderasi Beragama—menjadi laboratorium bagi pengembangan strategi, inovasi, dan implementasi kebijakan moderasi beragama di tingkat operasional.

Pengalaman memimpin BLAM menegaskan beberapa prinsip penting: Pertama, efektivitas institusi bergantung pada kemampuan membangun ekosistem kolaboratif. Program yang berhasil bukan hanya hasil perencanaan, tetapi hasil sinergi antara pegawai, peserta, dan pemangku kepentingan eksternal.

Kedua, inovasi memerlukan ruang untuk percobaan dan evaluasi. Tidak semua inisiatif berjalan mulus; beberapa harus diadaptasi, direvisi, atau bahkan dihentikan demi memastikan relevansi dan keberlanjutan program.

Ketiga, kepemimpinan menuntut keseimbangan antara visi strategis dan implementasi teknis. Memahami batasan sumber daya, kondisi sosial, dan dinamika kelembagaan menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan dan pengambilan keputusan.

Memasuki tahun 2026,  sebagai tugas baru memimpin Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar, prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan untuk menetapkan arah strategis institusi. BDK Denpasar berada pada posisi strategis dalam pengembangan kompetensi ASN keagamaan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Tuntutan profesionalisme, dinamika sosial-keagamaan, dan isu ekologi menuntut BDK Denpasar bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan model praktik pengembangan kompetensi SDM kementerian agama

Arah strategis sebagai resolusi BDK Denpasar 2026 dapat dirinci dalam tiga prioritas utama:

  1. Penguatan Kapasitas SDM dan Implementasi Program Berkualitas.
    BDK Denpasarakan fokus pada pengembangan program yang mampu membekali ASN keagamaan dengan kompetensi teknis dan kompetensi sosial-kultural. Pelatihan akan dirancang untuk mengintegrasikan prinsip humanisme, ekoteologi, dan hak beragama dalam praktik kerja ASN. Evaluasi berkala dan mekanisme umpan balik menjadi bagian penting dari setiap program untuk memastikan efektivitas dan relevansi.
  2. Inovasi dan Eksperimen Pembelajaran.
    BDK Denpasar akan menyediakan ruang untuk inovasi dalam metode pembelajaran, termasuk modul blended learning, simulasi kasus, dan praktik lapangan dan prototyping model model kreatif lainnya. Pendekatan ini memungkinkan BDK untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan aktual ASN dan dinamika masyarakat.
  3. Kolaborasi dan Jejaring Strategis.
    BDK Denpasar akan memperkuat jejaring dengan pemerintah daerah dan kementerian lembaga, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan organisasi masyarakat sipil. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan, di mana praktik ekologi, moderasi beragama dan nilai-nilai humanisme dapat diterapkan secara nyata.

Resolusi strategis ini menegaskan komitmen BDK Denpasar untuk menjadi pusat transformasi SDM keagamaan yang kompeten, adaptif, reflektif, dan terhubung dengan konteks sosial-ekologis wilayahnya.

Tahun 2026 merupakan langkah awal dalam memperkuat posisi BDK sebagai institusi yang menghubungkan visi strategis dengan implementasi nyata, sekaligus mempersiapkan ASN keagamaan menghadapi tantangan masa depan.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, asal Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie
  • Editor: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 261
    • 0Komentar

    nulondalo.com  –  Aktivis asal Kabupaten Pohuwato, Muhajir Laindi, mendesak Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk mengambil langkah lebih konkret dalam menyelesaikan persoalan pertambangan rakyat di daerah tersebut. Ia meminta pemerintah provinsi tidak hanya berfokus pada percepatan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), tetapi juga aktif mengadvokasi revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2025 yang dinilai belum […]

  • Ansor Pohuwato Perkuat Kapasitas BAGANA Hadapi Risiko Bencana photo_camera 4

    Ansor Pohuwato Perkuat Kapasitas BAGANA Hadapi Risiko Bencana

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 425
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pohuwato menggelar kegiatan peningkatan kapasitas dan penyegaran pengetahuan bagi Banser Tanggap Bencana (BAGANA), Minggu (5/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Makarti Jaya, Kecamatan Taluditi, sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan kader menghadapi potensi bencana alam. Banser Siaga Bencana (BAGANA) merupakan satuan khusus Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di […]

  • Korban Masih Dirawat Intensif, PAC Maros Baru Desak Keadilan

    Korban Masih Dirawat Intensif, PAC Maros Baru Desak Keadilan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Bentuk kepedulian terhadap dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terus mengalir. Kali ini, Pengurus Anak Cabang (PAC) Maros Baru turun langsung menjenguk korban yang masih menjalani perawatan medis akibat insiden yang terjadi pada malam pergantian Tahun Baru. Ketua PAC Maros Baru bersama rombongan mendatangi Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, tepatnya […]

  • Titel Haji; Sejarah tentang Kemuliaan dan Perlawanan

    Titel Haji; Sejarah tentang Kemuliaan dan Perlawanan

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Di antara sekian ibadah yang dilakukan oleh umat Islam, hanya naik haji ke Baitullah yang mendapatkan titel. Gelarnya melekat seumur hidup. Segera setelah seseorang pulang dari berhaji di Tanah Suci, masyarakat pun menyematkan titel mulia itu di depan namanya—Haji Fulan atau Hajjah Fulanah. Gelar ini bukan sekadar sebutan, tetapi simbol dari suatu perjalanan agung, kedalaman […]

  • Mahasiswa PKUMI Jadi Khatib di California, Gaungkan Dakwah Moderat di Kancah Global

    Mahasiswa PKUMI Jadi Khatib di California, Gaungkan Dakwah Moderat di Kancah Global

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peran aktif mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) di tingkat global kian menunjukkan eksistensinya. Pada Jumat siang, 10 April 2026, salah satu delegasi mahasiswa, Muhammad Arsyad Haikal, mendapat kehormatan menjadi khatib sekaligus imam salat Jumat di Masjid At Taqwa NMC. Penugasan dakwah ini merupakan bagian dari rangkaian program Short Course yang tengah […]

  • Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 498
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Intelektual muda Nahdlatul Ulama, Muhammad Aras Prabowo, mengkritik keras pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy, yang menyebut sumber anggaran program pasar murah di Monas dengan ungkapan “pokoknya ada”. Pernyataan tersebut dinilai problematik secara etik, administratif, dan epistemik dalam tata kelola keuangan negara. Menurut Aras, ungkapan tersebut mencerminkan lemahnya kesadaran terhadap prinsip dasar akuntabilitas publik dalam […]

expand_less