Breaking News
light_mode
Trending Tags

Keutamaan Bershalawat, Guru Helmi Podungge: Satu Shalawat Dibalas Sepuluh Rahmat

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 275
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Rais Syuriyah PCNU Bone Bolango sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone Bolango, KH. Helmi Podungge atau Guru Helmi, menyampaikan pengajian bertema Keutamaan Bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Pengajian tersebut menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar amalan lisan, melainkan jalan keselamatan dan keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam pengajiannya, Guru Helmi menekankan bahwa satu shalawat yang diucapkan dengan ikhlas akan dibalas oleh Allah SWT dengan sepuluh rahmat. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam berbagai hadis sahih tentang keutamaan bershalawat kepada Rasulullah SAW.

“Barang siapa bershalawat kepada Nabi satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Artinya, Allah melimpahkan rahmat, mengangkat derajat, dan menghapus dosa-dosanya,” ujar Guru Helmi.

Shalawat sebagai Pengangkat Doa

Guru Helmi menjelaskan, shalawat memiliki kedudukan istimewa dalam ibadah seorang muslim. Bahkan, shalawat menjadi sebab diangkatnya doa kepada Allah SWT. Doa yang diawali dan diakhiri dengan shalawat, menurut para ulama, lebih mudah dikabulkan.

Ia mengingatkan jamaah agar tidak melupakan shalawat, terutama ketika berdoa, dalam majelis ilmu, maupun saat mendengar nama Rasulullah SAW disebutkan.

“Ketika nama Nabi disebut lalu kita tidak bershalawat, itu tanda kelalaian. Padahal shalawat adalah bentuk cinta dan penghormatan kita kepada Rasulullah,” tuturnya.

Dalam pengajian tersebut, Guru Helmi juga mengutip sejumlah riwayat yang menjelaskan bahwa orang yang memperbanyak shalawat akan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat. Shalawat, kata dia, menjadi penghubung batin antara umat dan Nabi Muhammad SAW.

Ia menambahkan, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan memperbanyak shalawat serta mengikuti ajaran dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Tradisi NU dan Kearifan Lokal

Menurut Guru Helmi, tradisi bershalawat yang hidup di tengah masyarakat Nahdlatul Ulama, termasuk di Gorontalo, merupakan warisan ulama yang harus dijaga. Shalawat tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana menenangkan hati, memperkuat iman, dan mempererat persaudaraan umat.

“Shalawat itu ringan di lisan, tapi besar pahalanya. Jangan kita tinggalkan amalan ini, apalagi di tengah kehidupan yang penuh ujian seperti sekarang,” pesannya.

Menutup pengajiannya, Guru Helmi Podungge mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan shalawat sebagai amalan harian. Ia berharap umat Islam senantiasa menghidupkan shalawat di rumah, masjid, dan majelis-majelis ilmu.

“Insyaallah, dengan memperbanyak shalawat, hidup kita akan lebih tenang, dosa diampuni, derajat diangkat, dan kelak kita mendapat syafaat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” pungkasnya.

Pengajian ini menjadi pengingat bahwa shalawat bukan hanya tradisi, tetapi kebutuhan ruhani umat Islam dalam menjaga hubungan dengan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Sumber : (2) Kiai Live : Keutamaan Bersholawat Kepada Nabi – KH. Helmi Podungge – YouTube

DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 187
    • 0Komentar

    NU tidak membangun kekuasaan dengan cara merebut pusat. Ia tidak lahir dari istana, parlemen, atau kantor administrasi. NU lahir dari pinggir—dari desa, dari surau kecil, dari pesantren kampung yang jauh dari kota, dari obrolan yang tidak pernah berniat menjadi wacana besar. Karena itu, teori kekuasaan NU sejak awal berlawanan dengan logika kekuasaan modern yang bertumpu […]

  • Dosen PKUMI Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid Negara IKN, Bukti Kualitas Kaderisasi Ulama Istiqlal

    Dosen PKUMI Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid Negara IKN, Bukti Kualitas Kaderisasi Ulama Istiqlal

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kiprah akademik dan dakwah para pengajar Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Salah satu dosen PKUMI, Dr. Ahmad Zulki, M.Ag, mendapat kehormatan menjadi imam dalam pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Negara IKN yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara pada Jumat (13/3/2026). Momentum tersebut menjadi simbol pengakuan […]

  • Tersesat di Antara Makna: Tanggapan terhadap Donald Tungkagi soal Makuta Ilmu sebagai Paradigma Epistemologi UIN Smart

    Tersesat di Antara Makna: Tanggapan terhadap Donald Tungkagi soal Makuta Ilmu sebagai Paradigma Epistemologi UIN Smart

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 1.289
    • 0Komentar

    Sebagai seorang alumni, ketika mendengar kabar baik bahwa IAIN Sultan Amai Gorontalo sedikit lagi menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo (selanjutnya: UIN Smart), saya kegirangan minta ampun. Saya tahu prosesnya amat lama, melibatkan banyak sekali pihak, dan pekerjaan yang tidak mudah. Pada 17 Oktober 2025, alhasil terbit surat MenPAN-RB kepada presiden tentang Permohonan Izin Prakarsa Penyusunan […]

  • Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (P-BMR) kembali memantik perdebatan tajam di Sulawesi Utara. Setelah Muhamad Ersad Mamonto menyampaikan kritik konseptual terhadap fondasi historis dan relasi kuasa dalam wacana P-BMR, penolakan keras juga datang dari Ketua KNPI Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Donal Palandi. Dalam responsnya terhadap tulisan Tyo Mokoagow berjudul: “Dekonstruksi PBMR”, Ersad […]

  • Eka Putra B. Santoso/Foto: Istimewa Play Button

    Desain Pemilu, Putusan MK dan masa depan Demokrasi Kita

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Penulis adalah Pengajar Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo Mukadimah Pada penghujung tahun 2025, berita tentang kesepakatan partai-partai besar seperti Gerindra, PKB, Nasdem dan Golkar untuk merumuskan Pilkada lewat DPRD mencuat. Alasan mereka yang utama adalah menekan mahalnya ongkos pilkada dan praktik politik uang dalam kontestasi elektoral. Namun wacana ini tidak hanya bersifat insinuatif namun secara […]

  • Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Salah satu peristiwa agung yang wajib diimani oleh umat Islam adalah peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Isra ayat 1. Allah Swt. membuka ayat tersebut dengan kata Subḥāna (Mahasuci). Dalam kajian Ulumul Qur’an, apabila suatu ayat atau surah diawali dengan kata Subḥāna atau Tabāraka, […]

expand_less