Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jaringan Gusdurian Tolak Board of Peace Gagasan Trump, Desak Indonesia Mundur

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 551
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Jaringan Gusdurian Indonesia secara tegas menolak inisiatif internasional Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Penolakan tersebut disampaikan melalui Pernyataan Sikap yang dikeluarkan di Yogyakarta, 2 Februari 2026.

Board of Peace diluncurkan Donald Trump pada 22 Januari 2026 di sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss.

Inisiatif ini diklaim bertujuan menyelesaikan pendudukan Israel atas Palestina serta membangun kembali Gaza. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, diketahui menyatakan bergabung dalam inisiatif tersebut.

Namun, Jaringan Gusdurian menilai Board of Peace sejak awal sarat kepentingan Amerika Serikat dan tidak melibatkan Palestina sebagai pihak utama yang terdampak.

Dalam pernyataannya, Jaringan Gusdurian menyoroti tidak adanya perwakilan Palestina dalam struktur dewan tersebut serta ketiadaan mandat hukum internasional yang jelas.

“Upaya ini berpotensi melemahkan mekanisme resmi internasional seperti PBB dan menghasilkan keputusan yang tidak transparan serta hanya mengikuti kepentingan Amerika Serikat,” demikian bunyi pernyataan sikap tersebut.

Jaringan Gusdurian juga menilai inisiatif tersebut sebagai bentuk “perdamaian semu” karena mengabaikan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri serta tidak menyentuh akar persoalan pendudukan dan penjajahan.

Terkait keterlibatan Indonesia, Jaringan Gusdurian menegaskan hal tersebut bertentangan dengan amanat konstitusi. Mereka merujuk pada Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Selain itu, mereka mengingatkan Pasal 11 UUD yang mengatur bahwa perjanjian internasional berdampak luas harus mendapat persetujuan DPR.

“Keterlibatan Indonesia hanya akan memberi legitimasi pada kepentingan kekuatan global yang melanggengkan penindasan terhadap Palestina,” tulis Jaringan Gusdurian.

Dalam pernyataan tersebut, Jaringan Gusdurian menyerukan lima sikap. Pertama, menolak Board of Peace karena dinilai bukan jalan menuju kemerdekaan Palestina.

Kedua, mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari keterlibatan dalam inisiatif tersebut.

Ketiga, meminta pemerintah memaksimalkan mekanisme multilateral PBB yang transparan dan berpihak pada rakyat Palestina.

Keempat, mendorong masyarakat sipil untuk mengawasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan konstitusi.

Kelima, menyerukan kepada seluruh warga Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menentang genosida oleh Israel.

Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak dapat dirumuskan secara sepihak tanpa keadilan. Ia mengutip pemikiran Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, bahwa “perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi.”

“Perdamaian yang mengabaikan sejarah, luka, dan suara rakyat Palestina hanya akan mengawetkan penjajahan dan penindasan,” tegas Alissa Wahid.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan. Buttu adalah kampung […]

  • Kalau Sudah Tahu Merugikan, Tapi Masih Nekat Nikah Siri… Ya Sudah

    Kalau Sudah Tahu Merugikan, Tapi Masih Nekat Nikah Siri… Ya Sudah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 270
    • 0Komentar

    “Nikah siri itu lebih banyak merugikan perempuan. Jadi nikah siri kalau di keputusan MUI sah, tapi itu haram. Kenapa? Nyaktiti orang lain. Membuat perempuan itu kurang sempurna mendapatkan haknya,” tegasnya.

  • Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang berpotensi melemahkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, mulai dari kebebasan sipil, supremasi sipil, hingga kebebasan pers. Penilaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026, yang digelar di Grha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral, Jalan Katedral No. 7B, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026), […]

  • Terbongkar! Empat Anggota TNI Diduga Dalang Penyiraman Air Keras Aktivis

    Terbongkar! Empat Anggota TNI Diduga Dalang Penyiraman Air Keras Aktivis

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, memasuki babak baru. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengungkap keterlibatan empat anggota TNI yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan internal yang […]

  • Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

    Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan usulan percepatan pelaksanaan Muktamar PBNU selama seluruh ketentuan konstitusional organisasi dipenuhi. Gus Yahya menyatakan, Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU bisa digelar kapan saja, bahkan “besok pagi”, asalkan dipimpin oleh dua pemegang mandat tertinggi organisasi, yakni Rais Aam PBNU […]

  • Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 498
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Musthofa, menegaskan pentingnya membangun kemandirian organisasi melalui penguatan tradisi keagamaan Lailatul Ijtima’ sebagai fondasi gerakan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor PWNU Gorontalo pada Ahad, 19 April 2026. Acara tersebut dihadiri para ulama, kiai, tokoh […]

expand_less