Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Warga Gorontalo Utara Soroti Truk Kayu Overload di Tomilito, Desak Penertiban Segera

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 477
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gorontalo Utara, nulondalo.com – Seorang warga Gorontalo Utara, Sandy Syafrudin Nina, menyuarakan keprihatinan serius terhadap aktivitas truk pengangkut kayu bermuatan berlebih (overload) yang kerap melintas di wilayah Tomilito.

Ia menilai kondisi tersebut bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.

Dalam kesaksiannya, Sandy mengungkapkan bahwa siang hari, jalanan dari arah Tomilito dipenuhi iring-iringan truk kayu yang melaju dengan muatan menjulang, miring, dan tampak tidak aman.

“Bukan satu, tapi truk-truk yang beriringan seperti pawai kematian yang tak diundang. Muatannya melampaui batas kewajaran dan menantang keselamatan siapa pun yang melintas,” ungkapnya.

Menurut Sandy, keberadaan truk-truk bermuatan berlebih itu menimbulkan teror psikologis bagi pengguna jalan. Warga merasa cemas setiap kali harus berpapasan atau berada di belakang kendaraan tersebut.

Melalui pernyataan terbukanya, Sandy menggugat nurani tiga pilar utama yang dinilai bertanggung jawab atas kondisi ini: perusahaan, pemerintah daerah, dan DPRD Gorontalo Utara.

Kepada pihak perusahaan, ia mempertanyakan etika operasional yang mengedepankan efisiensi angkutan namun mengabaikan keselamatan publik.

“Jalanan bukan jalur pribadi perusahaan. Ketika armada dibiarkan beroperasi dengan muatan ‘obesitas’, itu sama saja berjudi dengan nyawa orang lain,” tegasnya.

Sandy juga mengkritik sikap Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara yang dinilai melakukan pembiaran terhadap pelanggaran yang terjadi secara terbuka dan berulang.

“Diamnya birokrasi di hadapan pelanggaran kasat mata adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat publik. Jalan raya adalah ruang hidup warga, bukan arena bahaya,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia turut menantang DPRD Gorontalo Utara untuk menjalankan fungsi pengawasan secara nyata. Menurutnya, para wakil rakyat seharusnya hadir dan bersuara ketika keselamatan konstituennya terancam.

“Rakyat bertaruh nyawa di jalan dapilnya sendiri. Jangan sampai DPRD dianggap bisu di tengah intimidasi raksasa-raksasa jalanan ini,” katanya.

Sandy juga mendesak aparat penegak hukum agar segera melakukan penertiban terhadap truk-truk bermuatan berlebih yang beroperasi di wilayah Tomilito dan sekitarnya.

“Kita semua punya keluarga yang menunggu di rumah. Jangan tunggu ada berita duka dulu, baru semua sibuk saling menyalahkan,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa di era digital saat ini, pembiaran tidak lagi bisa ditutupi. Menurutnya, kamera warga dan media sosial telah menjadi alat kontrol publik terhadap kekuasaan.

“Zaman sudah terlalu canggih untuk berpura-pura tidak tahu. Kami telah bersuara, sekarang giliran para pemangku kepentingan membuktikan bahwa telinga kekuasaan belum tuli,” pungkas Sandy.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMP Gorontalo 2026 Naik Jadi Rp3,4 Juta, Pekerja Sambut Harapan Baru, Pengusaha Lakukan Penyesuaian

    UMP Gorontalo 2026 Naik Jadi Rp3,4 Juta, Pekerja Sambut Harapan Baru, Pengusaha Lakukan Penyesuaian

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Gorontalo tahun 2026 sebesar Rp3.405.144 per bulan. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada Senin, 22 Desember 2025, di Rumah Dinas Gubernur. Penetapan UMP ini mengalami kenaikan sekitar Rp183 ribu atau 5,7 persen dibandingkan UMP 2025 yang berada di angka Rp3.221.731. […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

  • Runtuhnya Masyarakat Sipil?

    Runtuhnya Masyarakat Sipil?

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Pada dekade 1990-an, masyarakat sipil di Indonesia menemukan momentumnya. Ia hadir sebagai kekuatan penekan terhadap negara. Organisasi mahasiswa, LSM, kelompok intelektual, hingga komunitas berbasis agama dan budaya membentuk jejaring resistensi yang relatif solid. Dalam konteks itu, masyarakat sipil berfungsi sebagai oposisi ekstra-parlementer—sebuah ruang di mana kritik tidak hanya diproduksi, tetapi juga dikonsolidasikan menjadi gerakan yang […]

  • Mengapa Literasi Keuangan Perempuan Menentukan Masa Depan Anak

    Mengapa Literasi Keuangan Perempuan Menentukan Masa Depan Anak

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Di tengah perubahan ekonomi yang semakin kompleks, perempuan tidak lagi hanya dipandang sebagai pendamping dalam rumah tangga, melainkan sebagai penentu arah masa depan keluarga. Salah satu kekuatan terbesar perempuan modern hari ini bukan hanya pendidikan tinggi atau karier, tetapi kemampuan mengelola keuangan dengan bijak. Literasi keuangan perempuan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, […]

  • Anak Miskin Jadi Sarjana: Bukan Keajaiban, Tapi Tanda Gagalnya Sistem Pendidikan

    Anak Miskin Jadi Sarjana: Bukan Keajaiban, Tapi Tanda Gagalnya Sistem Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Kisah-kisah tentang keluarga miskin yang  berhasil menyekolahkan anaknya hingga mencetak sarjana bahkan sampai meraih gelar doktor, selalu mengalirkan inspirasi.  Di media sosial ceritanya memantik perhatian yang tinggi. Narasinya dibagikan berulang-ulang. Orang menanggapinya dengan pujian dan rasa haru. Keberhasilan  orang-orang miskin itu menorehkan kesan yang kuat. Sebab mereka meraih sarjana dengan perjuangan yang berdarah-darah. Ada yang […]

  • Kevin Lapendos: Desa Kalumbatan Tidak Boleh Dikuasai Segelintir Kepentingan, Apalagi Sampai Dijajah

    Kevin Lapendos: Desa Kalumbatan Tidak Boleh Dikuasai Segelintir Kepentingan, Apalagi Sampai Dijajah

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemuda Desa Kalumbatan, Kevin Lapendos, kembali menyuarakan kritik terhadap dinamika tata kelola pembangunan di Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Menurutnya, Desa Kalumbatan merupakan salah satu desa dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Banggai Kepulauan yang memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) yang besar untuk mendorong perubahan menuju tata kelola pemerintahan […]

expand_less