Breaking News
light_mode
Trending Tags

Cerita Gus Dur yang Berpulang Bersama Jenderal Salim

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 279
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada sebuah kisah yang sejatinya akan terdengar pada peringatan Haul ke-16 Gus Dur, yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa, Pambusuang, Polewali Mandar, 12 Februari 2026. Kisah itu semula hendak disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn.) Salim S. Mengga. Namun, cerita sejarah tersebut tampaknya tidak akan pernah terucap, sebab Puang Salim, sapaan akrab beliau telah berpulang ke hadirat Ilahi pada 31 Januari 2026 di RS. Siloam Makassar.

Sebelum kepergiannya yang mengejutkan, almarhum Puang Salim telah menyatakan kesediaannya hadir dalam acara haul Gus Dur yang digelar oleh Lesbumi Sulbar bersama Lembaga Inspirasi Anak Rakyat (LIAR) dan GUSDURian Polman. Kehadirannya bukan sekadar fisik, melainkan untuk menghadirkan kembali sebuah fragmen penting dalam perjalanan hidupnya, yaitu cerita tentang Nahdlatul Ulama dan persahabatan karibnya dengan Sang Guru Bangsa, Gus Dur.

Sebagaimana dituturkan oleh Ahmad Zaky dan Suaib Prawono, Puang Salim telah menyiapkan narasi itu. Ia ingin berkisah tentang hari-hari panjang belasan tahun saat bertugas di Jawa Tengah; masa di mana benang merah persahabatannya dengan KH. Maimoen Zubair dan Gus Dur terjalin erat.

Kita bisa membayangkan, betapa kayanya kisah itu; tentang tawa Gus Dur yang meledak, diskusi sunyi di sudut pesantren, hingga bagaimana nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dirawat dalam relasi yang berlandaskan kemanusiaan.

Namun, takdir kerap bekerja dalam keheningan yang tak terduga. Sebelum lisan sempat berucap, sebelum khalayak sempat menyerap hikmah dari ceritanya, Puang Salim dipanggil pulang. Maut mendahului suara, meninggalkan keluarga, sahabat, dan pengagumnya dalam rasa penasaran yang menggantung.

Kendati demikian, kepergian mendadak itu justru mengubah rasa penasaran menjadi refleksi yang lebih dalam. Salah satunya adalah kesadaran bahwa Puang Salim tidak perlu lagi bercerita banyak, sebab seluruh hidupnya sudah menjadi cerita itu sendiri.

Beliau dan Gus Dur adalah dua teladan yang melampaui fase “berbicara tentang agama” dan telah sampai pada fase “menghidupkan ajaran agama.” Mereka tidak terjebak dalam retorika, melainkan menjalani hari-harinya dengan khidmat dan penghayatan religiusitas yang tulus.

Bagi Puang Salim, religiusitas bukan soal panggung atau validasi publik, melainkan tentang bagaimana menjadi pribadi yang meneduhkan bagi sesama. Jejak pengabdiannya yang panjang adalah bukti nyata dari hal itu.

Agenda haul di Polman mungkin terasa sepi tanpa kehadiran fisiknya. Namun, kita tahu bahwa dalam dimensi yang lebih abadi, cerita itu telah tergenapi. Di alam keabadian, barangkali Puang Salim dan Gus Dur tengah melanjutkan tawa dan diskusi mereka, menuntaskan rindu yang belum sempat terucap di dunia.

Puang Salim, terima kasih telah mengajarkan kami bahwa hidup yang berkualitas adalah hidup yang diwakafkan untuk kemanusiaan. Cerita tentang Jawa Tengah itu kini telah abadi bersama langkahmu yang tenang menuju keabadian. Dan kami yakin, engkau akan dikenang sebagai kesatria yang “mate di batang, tammate dipau-pau'” (jasadmu boleh hancur berkalang tanah, tetapi kebaikanmu akan senantiasa hidup dalam hati sanubari rakyat Sulbar).

Penulis:  Alumni PascaSarjana Sosiologi Agama UIN SUKA

  • Penulis: Muhammad Kamal
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Mengusulkan Sistim Pemilu Campuran Demi Perkuat Demokrasi

    DPR Mengusulkan Sistim Pemilu Campuran Demi Perkuat Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengusulkan untuk diadaptasinya sistem pemilu campuran dalam rangka untuk memperkuat sistem demokrasi di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II yang membahas evaluasi Pemilu Serentak 2024 dan penataan sistem pemilu untuk perubahan Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pilkada. RDPU tersebut menghadirkan sejumlah, […]

  • MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik rencana Presiden RI Prabowo Subianto yang akan membangunkan gedung baru bagi MUI di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengatakan pihaknya mendukung gagasan tersebut sebagai upaya memperkuat konsolidasi umat Islam. Hal itu disampaikan Nusron kepada MUI Digital usai acara […]

  • Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat Play Button

    Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 153
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergantian tahun Masehi kerap identik dengan hiruk-pikuk perayaan, kembang api, dan berbagai euforia yang melibatkan keramaian. Namun, dalam sebuah pengajian penuh makna, almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi justru mengajak jamaah untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang berbeda: dzikir sederhana, sunyi, dan penuh kesadaran spiritual. Kiai Ghofur mengisahkan bahwa amalan ini merupakan ijazah […]

  • Mahasiswa KKN Desa Boidu Edukasi Masyarakat tentang Teknologi Climate Smart Agriculture

    Mahasiswa KKN Desa Boidu Edukasi Masyarakat tentang Teknologi Climate Smart Agriculture

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Mahasiswa KKN Tematik Tahap II Desa Boidu melaksanakan program kerja yang memanfaatkan teknologi Climate Smart Agriculture. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Desa Boidu, khususnya Sanggar Tani pada hari Selasa (9/9/2025). Koordinator desa Nabil murtono menyampaikan bahwa Tujuan kegiatan ini di buat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan teknologi untuk mengurangi […]

  • Didesak Massa, KemenHAM Janji Bentuk Tim Tindaklanjuti Penangkapan 11 Warga Maba Sangaji

    Didesak Massa, KemenHAM Janji Bentuk Tim Tindaklanjuti Penangkapan 11 Warga Maba Sangaji

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Aliansi Masyarakat Adat menggelar aksi unjuk rasa mendesak Kementerian HAM (KemenHAM) untuk bersikap tegas atas penangkapan 11 warga Maba Sangaji oleh Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara. Massa juga menuntut dihentikannya aktivitas PT Position yang dinilai merusak wilayah adat dan memicu konflik. Senin, 26 Mei 2025. Aksi dimulai dari titik kumpul menuju kantor KemenHAM wilayah kerja […]

  • Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyampaikan pernyataan tegas terkait dampak investasi sejumlah perusahaan besar di wilayah Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, polemik seputar investasi tersebut telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan hingga mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) di tingkat daerah. “Pansus pertambangan dan pansus sawit telah dibentuk untuk menyikapi persoalan ini. […]

expand_less