Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 38
- print Cetak

Pelita Air
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pesawat kargo milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 rute Long Bawan–Tarakan diduga jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2) sekitar pukul 12.20 WITA.
Berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut baru menempuh jarak sekitar lima kilometer dari ujung landasan pacu sebelum diduga mengalami insiden. Lokasi perkiraan berada di balik area pegunungan sekitar bandara.
Penjabat (Pj) Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, menyampaikan bahwa pesawat yang mengalami insiden merupakan armada charter kargo tanpa penumpang. Penerbangan tersebut mengangkut bahan bakar dan diawaki oleh satu orang pilot tanpa awak kabin.
“Perusahaan saat ini masih melakukan investigasi awal dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Informasi awal dari AirNav Indonesia menyebutkan pesawat lepas landas sekitar pukul 12.10 WITA dan dijadwalkan melapor saat melintas Malinau pada pukul 12.24 WITA. Namun, pada pukul 12.20 WITA, menara pengawas menerima laporan dari pesawat lain yang menangkap sinyal darurat Emergency Locator Transmitter (ELT).
Sinyal darurat tersebut kembali dikonfirmasi oleh pesawat lain beberapa menit kemudian. Pada pukul 12.30 WITA, AirNav memastikan titik koordinat sinyal berada di N 03 53 53 E 115 52 43.
Sekitar pukul 12.50 WITA, pihak Bandara Long Bawan menyebutkan tim telah bergerak menuju lokasi yang diperkirakan berada sekitar lima kilometer dari ujung landasan. Hingga waktu perkiraan tiba di Tarakan pada pukul 13.15 WITA, pesawat belum melakukan komunikasi dengan bandara tujuan.
Pelita Air menyatakan perkembangan resmi terkait insiden ini akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi perusahaan. Hingga berita ini diturunkan, proses penelusuran dan verifikasi di lapangan masih berlangsung.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar