Breaking News
light_mode
Trending Tags

Abdullah bin Ummi Maktum, Muadzin Yang Tunanetra (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #3)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagi umat Islam, biasanya muadzin yang paling diingat oleh sejarah adalah Bilal bin Rabah. Seorang budak bersuara merdu yang dimerdekakan oleh Abu Bakr r.a dikenal sebagai sosok yang teguh memegang iman di tengah tekanan dan siksaan. Kisahnya sangat inspiratif dan banyak diceritakan dalam buku-buku Sejarah bahkan diabadikan dalam film. Tidak sedikit orang Islam yang ketika mendengar kata “muadzin”, yang terbayang pertama kali adalah Bilal. Bahkan, di kampung-kampung Bugis, nama lain dari muadzin adalah bilala’ yang diambil dari nama Bilal.

Tetapi pada masa Nabi, umat Islam sebenarnya memiliki dua muadzin. Selain Bilal, ada pelantun adzan yang lain. Ia sahabat Nabi yang tunanetra. Namanya memang tidak sepopuler Bilal, dan kisahnya tidak terlalu sering diceritakan.

Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Ummi Maktum. Ia berasal dari Quraisy, dari Bani ‘Amir bin Lu’ayy. Ayahnya bernama Qais bin Zaid (dalam sebagian riwayat disebut juga ‘Amr), sementara ibunya bernama ‘Atikah binti ‘Abdullah.

Lalu mengapa ia disebut Ibnu Ummi Maktum—“anak dari Ummi Maktum”?

Dalam tradisi Arab, seseorang kadang dinisbatkan kepada ibunya, bukan ayahnya. Ini tidak lazim, tetapi juga bukan hal aneh. Ibu Abdullah dikenal dengan julukan “Ummu Maktum”, yang secara bahasa berarti “ibu dari yang tertutup” atau “yang tertutup (penglihatannya)”. Julukan ini berkaitan dengan kondisi Abdullah yang tunanetra sejak kecil. Karena itu ia lebih dikenal dengan sebutan “anak dari Ummu Maktum” daripada dengan nama ayahnya.

Sebutan ini akhirnya menjadi identitas yang melekat kuat. Dalam banyak riwayat hadis dan kitab sejarah, namanya hampir selalu disebut dengan bentuk itu. Bahkan dalam hadis tentang azan subuh, Nabi menyebutnya dengan nama tersebut: Ibnu Ummi Maktum.

Jadi, “Ummi Maktum” bukan nama ayah atau kabilah, melainkan kunyah (panggilan kehormatan) ibunya yang kemudian menjadi penanda identitasnya. Ini juga menunjukkan bahwa dalam masyarakat Arab saat itu, identitas seseorang bisa terbentuk dari berbagai jalur—tidak selalu dari garis ayah saja.

Meski tunanetra, tetapi Abdullah bin Ummi Maktum sangat peka dengan waktu. Itulah sebabnya dia diberi kepercayaan sebagai muadzin sebagai penanda waktu salat masuk, terutama di subuh hari. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan pada malam hari, maka makan dan minumlah sampai kalian mendengar azan Ibnu Ummi Maktum.” Ini berarti  apabila Abdullah bin Ummi Maktum sudah azan, waktu subuh benar-benar telah masuk. Tidak boleh lagi makan sahur, pada bulan Ramadhan.

Abdullah bin Ummi Maktum memang tidak berasal dari keluarga besar dan terhormat, tetapi posisinya cukup Istimewa dalam Sejarah Islam. Dia mungkin salah satu dari sedikit sahabat yang menjadi insipirasi turunnya ayat. Jika anda pernah membaca surah abasa. Kisah tentang nabi yang bermuka masam karena munculnya seorang tunanetra dalam pertemuan, orang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum.

Dalam sejumlah riwayat sejarah disebutkan bahwa Abdullah bin Ummi Maktum ikut dalam Perang Qadisiyah pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Pasukan Muslim saat itu dipimpin oleh Saad bin Abi Waqqash. Dalam pertempuran tersebut, Abdullah disebut memegang panji hitam pasukan. Tugas itu bukan tugas ringan. Panji menjadi penanda posisi pasukan di medan perang dan simbol keteguhan barisan. Selama panji tetap berdiri, pasukan dianggap masih kokoh. Beberapa riwayat juga menyebutkan bahwa Abdullah gugur dalam peperangan itu, tetap berada di posisinya hingga akhir.

Dari Abdullah bin Ummi Maktum, kita belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berbuat dan berperan dalam ruang sosial.

Penulis : Jamaah Gusdurian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 160
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XII, Ahad (11/1/2025). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid. Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Wahdah Islamiyah, khususnya terkait pembinaan generasi […]

  • Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Mako Polda Gorontalo pada Kamis, 11 September 2025. Aksi tersebut mengangkat isu maraknya praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Botudulanga, Kabupaten Pohuwato. Dalam aksinya, AMPL menyampaikan sejumlah tuntutan utama, salah satunya mendesak Kapolda Gorontalo untuk segera menangkap Daeng Baba dan Daeng Arif […]

  • Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 52
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa. Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya […]

  • Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengusulkan konsep baru dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Usulan tersebut muncul setelah ia mencermati pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, terkait masifnya alih fungsi lahan sawah di Indonesia. Firman menyoroti data Kementerian ATR/BPN yang mencatat alih fungsi lahan pertanian mencapai […]

  • Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 sebesar 32,90 persen naik 3,64 poin dibandingkan bulan April 2025. “Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel merupakan gambaran produktivitas usaha jasa akomodasi,” kata Dwi Alwi Astuti Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (1/7/2025). Dwi Alwi menjelaskan peningkatan TPK hotel […]

  • 64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros kembali melakukan perombakan birokrasi melalui pengumuman dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) serta pejabat administrator, Senin, 5 Januari 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros. Sebanyak 10 jabatan eselon II resmi diisi melalui mekanisme lelang jabatan, menandai tuntasnya pengisian seluruh posisi strategis di lingkup […]

expand_less