Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

  • account_circle Moloneo Az
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 352
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GORONTALO, NULONDALO.COM – Upaya baru dalam pelestarian alam di Indonesia bagian timur lahir dengan selesainya identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs) di wilayah Papua.

Melalui kerja sama antara Burung Indonesia dan berbagai mitra strategis, data ini kini dapat diakses oleh publik sebagai alat bantu utama dalam menentukan daerah prioritas pelestarian keanekaragaman hayati di Papua dengan menggunakan burung sebagai indikator utamanya.

“Papua merupakan wilayah yang memiliki kekayaan hayati luar biasa, namun masih menyimpan banyak misteri karena keterbatasan informasi distribusi satwa di masa lalu,” kata Muhammad Meisa, Communication & Institutional Development Manager Burung Indonesia dalam siaran persnya, Jumat (6/3/2026).

Meisa menjelaskan berdasarkan kajian terbaru, Papua menjadi rumah bagi 641 spesies burung, yang 252 spesies di antaranya merupakan endemis pulau Papua dan 75 spesies lainnya adalah endemis Indonesia.

Sayangnya, kekayaan ini menghadapi ancaman nyata dari perburuan yang tidak berkelanjutan, perubahan iklim, serta modifikasi lanskap yang mengakibatkan 14 spesies burung kini terancam punah secara global.

Identifikasi IBA di Papua ini berhasil memetakan 59 lokasi penting dengan luas total mencapai 10.545.269 hektare, atau mencakup 25,58% dari luas total wilayah Papua. Angka ini menjadikan Papua sebagai wilayah dengan jumlah dan luas IBA terbesar di Indonesia, melampaui wilayah-wilayah lainnya.

“Di antara puluhan lokasi tersebut terdapat lima wilayah yang menjadi prioritas utama untuk dieksplorasi lebih lanjut karena signifikansi ekologisnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Biak, Pegunungan Cycloop, dan Wandamen-Wondiboy,” ujar Meisa.

Menurutnya kekuatan utama dari IBA terletak pada standar identifikasinya yang diakui secara global karena menggunakan empat kriteria sains yang konsisten di seluruh dunia. Kriteria pertama (A1) berfokus pada daerah yang memiliki populasi burung yang terancam punah secara global. Kriteria kedua (A2) digunakan untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki populasi burung dengan sebaran terbatas di bawah 50.000 km². Selanjutnya, kriteria ketiga (A3) menekankan pada daerah yang menjadi habitat bagi populasi signifikan dari burung yang hanya hidup di bioma tertentu saja. Terakhir, kriteria keempat (A4) diberikan bagi lokasi yang menampung setidaknya 1% dari total populasi global untuk jenis burung yang hidup dalam koloni atau kelompok besar.

Meisa juga mengungkapkan bahwa sebuah lokasi IBA dapat memenuhi salah satu atau bahkan kombinasi dari keempat kriteria ketat tersebut. Perjalanan identifikasi IBA di Indonesia merupakan proses panjang yang penuh tantangan sumber daya. Konsep ini pertama kali diperkenalkan secara global pada tahun 1989 oleh International Council for Bird Preservation (ICBP) yang kini menjadi BirdLife International.

“Di Indonesia upaya pencarian daerah prioritas ini dimulai pada tahun 1993 yang diawali dari wilayah Jawa dan Bali,” tutur Meisa.

Secara bertahap identifikasi bergerak ke wilayah Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan akhirnya mencapai puncaknya di Papua pada awal tahun 2026. Hingga saat ini, total terdapat 228 IBA yang telah teridentifikasi di luar Papua dengan luas mencapai lebih dari 19 juta hektare.

Kehadiran data IBA Papua melengkapi teka-teki besar pelestarian alam di Indonesia, memastikan bahwa sumber daya yang terbatas dapat dialokasikan secara tepat sasaran ke wilayah-wilayah yang memiliki nilai konservasi tertinggi demi masa depan keanekaragaman hayati Nusantara.

Buku Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua dapat diunduh di sini:

Important Bird and Biodiversity Areas (IBA) in Papua

  • Penulis: Moloneo Az

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 350
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). John Herdman merupakan pelatih asal Inggris yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Ia dikenal luas lewat kiprahnya bersama Timnas Kanada, baik di sektor putra maupun putri. Dalam rekam jejak kepelatihannya, Herdman mencatat prestasi penting dengan membawa […]

  • Halalbihalal Harlah PMII, Alumni Didorong Jadi Agen Perubahan

    Halalbihalal Harlah PMII, Alumni Didorong Jadi Agen Perubahan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kegiatan Halal Bi Halal dalam rangka Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang refleksi atas peran strategis kader dan alumni dalam menjawab tantangan kebangsaan. Ketua Panitia, Basnang Said, yang […]

  • PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Suksesnya pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo meninggalkan cerita besar bagi daerah. Ribuan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha pertanian, hingga pejabat negara hadir dalam agenda nasional yang berlangsung 20–25 Juni 2026 di kawasan GORR David-Tony, Limboto. Namun, di balik keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah, muncul perbincangan […]

  • Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

    Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Bulan Muharram, khususnya tanggal 1 Muharram, bukan hanya menandai tahun baru dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momen penting refleksi dan spiritualitas bagi masyarakat Gorontalo. Di wilayah ini, peringatan Muharram tidak sekadar seremonial, namun sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Tradisi Buruda di Makam-makam Aulia Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Buruda atau […]

  • Adab di Atas Algoritma

    Adab di Atas Algoritma

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Kadir
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Zaman terus bergerak. Teknologi melaju tanpa menunggu siapa pun. Informasi datang bertubi-tubi, nyaris tanpa jeda untuk berpikir. Apa yang dulu dibahas berjam-jam di pesantren, melalui kitab, halaqah-halaqah, dan bimbingan guru namun hari ini kerap hadir dalam potongan video berdurasi tiga puluh detik. Cepat, ringkas, tetapi sering kali tidak utuh. Di tengah arus itu, santri hidup […]

  • Ketua Soa Matapure ajak seluruh orang Bobawa Sukseskan Tobo-tobo Safar 2025

    Ketua Soa Matapure ajak seluruh orang Bobawa Sukseskan Tobo-tobo Safar 2025

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Gaung persiapan Tobo-tobo Safar 2025 mulai menggema di Desa Bobawa, Makian Barat, Halmahera Selatan. Tradisi besar yang selalu ditunggu masyarakat ini akan digelar pada 15–20 Agustus 2025 dengan rangkaian acara adat dan budaya yang sarat makna. Ketua Soa Matapure, Mubin Hi Samsi, menegaskan pentingnya kehadiran seluruh masyarakat Bobawa dalam perayaan tahun ini. Baginya, Tobo-tobo Safar […]

expand_less