Breaking News
light_mode
Trending Tags

Fatimah bin al-Khattab: Pembuka Jalan Iman Umar bin Al-Khattab. (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #18)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 77
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tentu kita semua mengenal Umar bin al-Khattab. Sosok penting dalam sejarah Islam. Sahabat pemberani yang dikenal tegas, bahkan keras. Ia juga orang yang istimewa karena mendapatkan hidayah Islam melalui jalur doa Nabi. Namun jalan Umar menuju Islam tidak dimulai dari pertemuan langsung dengan Rasulullah. Jalan itu justru melewati rumah sederhana milik adik perempuannya sendiri: Fatimah binti al-Khattab.

Pada masa awal dakwah Islam di Mekkah, Umar dikenal sebagai salah satu penentang paling keras. Ia berasal dari keluarga terpandang Quraisy, memiliki watak kuat, dan sangat menjaga tradisi kaumnya. Bagi Umar, ajaran yang dibawa Nabi Muhammad dianggap mengganggu tatanan yang selama ini dijaga oleh masyarakat Mekkah. Karena itu ia sering berdiri di barisan depan orang-orang yang menentang dakwah Rasulullah.

Sementara itu, tanpa banyak diketahui orang, sebagian kecil penduduk Mekkah mulai menerima ajaran Islam secara diam-diam. Di antara mereka adalah Fatimah binti al-Khattab dan suaminya, Sa’id bin Zayd. Keduanya termasuk orang yang menerima Islam pada masa-masa awal. Tidak banyak kisah dramatis tentang bagaimana mereka pertama kali memeluk Islam. Sumber-sumber sejarah hanya menunjukkan bahwa mereka menerima ajaran Nabi dengan relatif mulus dan kemudian menjalani keimanan itu secara tenang, meski berada dalam lingkungan yang keras menentangnya.

Suatu hari kabar sampai kepada Umar bahwa adiknya sendiri telah mengikuti agama yang dibawa Muhammad. Kabar itu membuatnya sangat marah. Dengan emosi yang memuncak, Umar berjalan menuju rumah Fatimah. Niatnya sederhana: menghentikan hal itu, dengan cara apa pun.

Ketika Umar tiba di rumah itu, Fatimah dan Sa’id sebenarnya sedang mempelajari ayat-ayat Al-Qur’an bersama seorang sahabat Nabi, Khabbab bin al-Aratt. Mereka sedang membaca lembaran ayat dari Surah Taha. Mendengar langkah Umar mendekat, Khabbab segera bersembunyi.

Namun Umar sudah terlanjur masuk. Suasana tegang langsung terasa. Ia sebelumnya sempat mendengar sesuatu dari dalam rumah dan menuntut penjelasan. Perdebatan pun terjadi. Dalam kemarahan yang memuncak, Umar bahkan memukul Sa’id dan kemudian mengenai Fatimah yang mencoba melindungi suaminya.

Namun pada saat itulah sesuatu yang tidak disangka terjadi.

Fatimah berdiri dengan tegas di hadapan kakaknya. Dengan suara yang tetap tenang, ia mengatakan bahwa dirinya memang telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada rasa takut dalam ucapannya. Tidak ada pula keinginan untuk menarik kembali keyakinannya.

Sikap itu membuat Umar terdiam sejenak. Ia melihat darah di wajah adiknya sendiri, tetapi perempuan itu tetap teguh dengan keyakinannya. Kemarahan Umar perlahan berubah menjadi rasa ingin tahu.

Ia lalu meminta agar Fatimah membacakan ayat yang sempat ia dengar tadi.

Fatimah tidak langsung melakukannya. Ia meminta Umar terlebih dahulu membersihkan diri. Setelah Umar melakukannya, barulah ia membacakan ayat-ayat tersebut.

Umar mulai mendengar dengan seksama ayat-ayat dari Surah Taha yang dibaca Fatimah. Kata demi kata yang ia simak perlahan mengubah suasana hatinya. Ayat-ayat itu terdengar berbeda dari apa pun yang pernah ia dengar sebelumnya.

Ketika Fatimah selesai membaca, sesuatu dalam diri Umar berubah. Kemarahan yang tadi membara kini mereda. Ia lalu bertanya di mana Muhammad berada.

Saat itulah Khabbab bin al-Aratt keluar dari persembunyiannya. Ia mengatakan bahwa Nabi sedang berada di rumah Al-Arqam bin Abi al-Arqam bersama para sahabat.

Umar kemudian berjalan ke sana. Pertemuan itu akhirnya mengubah arah hidupnya. Di hadapan Nabi Muhammad, Umar menyatakan keislamannya.

Sejak hari itu, sejarah Islam bergerak ke babak baru. Umar yang sebelumnya menjadi penentang keras justru berubah menjadi salah satu pembela paling kuat bagi Islam. Keberaniannya memberikan kekuatan moral bagi kaum Muslimin yang sebelumnya sering hidup dalam tekanan.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran Calon Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah Periode 2025–2028 Resmi Dibuka 

    Pendaftaran Calon Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah Periode 2025–2028 Resmi Dibuka 

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Panitia Pelaksana Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Tengah Ke-I secara resmi membuka pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum untuk masa bakti 2025–2028. Proses pendaftaran ini menjadi bagian penting dari rangkaian menuju Musyawarah Daerah (MUSDA) BPD HIPMI Papua Tengah yang akan memilih figur pemimpin untuk memperkuat peran pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi daerah. Sebagai […]

  • Hirarki Pengabdian Gus Dur

    Hirarki Pengabdian Gus Dur

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi momentum reflektif untuk membaca sosok Gus Dur secara lebih utuh dan jernih. Membaca Gus Dur secara parsial kerap melahirkan kesalahpahaman: ia dianggap liberal, kontroversial, bahkan menyimpang dari arus utama. Padahal, jika ditelusuri secara menyeluruh, pemikiran dan laku hidup Gus Dur justru memperlihatkan konsistensi yang kuat dan […]

  • Bareskrim Polri Ungkap Puluhan Ribu Kasus Narkoba, Sita 590 Ton Sepanjang 2025

    Bareskrim Polri Ungkap Puluhan Ribu Kasus Narkoba, Sita 590 Ton Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mencatat capaian luar biasa sepanjang tahun 2025 dengan 48.592 kasus narkoba berhasil diungkap hingga 11 Desember 2025. Hal ini diungkapkan oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Syahardiantono, dalam rilis akhir tahun di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025). “Sepanjang tahun ini, total 64.055 orang diamankan terkait kasus narkoba,” […]

  • Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 124
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sepasang suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan penghangusan sisa kuota internet. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025 dan menyasar Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 28 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 […]

  • BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Aktivis Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM-MALUT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Harita Group di Jakarta. Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan tambang nikel tersebut di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, 14 Mei 2025. Dalam orasinya, massa BIM-MALUT mengecam tindakan PT Harita […]

  • Zakat Salah Catat

    Zakat Salah Catat

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua agenda besar: membersihkan hati dan membersihkan pembukuan. Yang pertama urusan langit, yang kedua sering kali urusan auditor. Di sinilah zakat menemukan relevansinya, bukan hanya sebagai rukun Islam, tetapi juga sebagai “rukun akuntansi sosial”. Sebab, zakat itu jangan sampai salah niat, apalagi salah catat. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, humor bukan untuk […]

expand_less