Breaking News
dark_mode
Trending Tags

NU Gorontalo dan Kotak Macis

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat eksotik.

NU itu unik sekaligus menarik. Satu hal yang menarik adalah meskipun telah melewati waktu hampir satu abad sejak didirikan, NU tetap bertahan dan melewati semua genre kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara dengan berbagai problematika yang mengiringinya. NU selalu hadir di dalamnya dan bahkan tidak hanya sekedar hadir, tapi turut terlibat dalam menentukan dan memberi warna.

Akan tetapi, di balik nama besar NU itu, satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam riwayat hidupnya sebagai sebuah organisasi, NU mengalami proses dinamisasi dan politisasi yang tidak jarang berujung pada konflik baik internal maupun eksternal.  Dinamika internal selalu terjadi pada momen-momen suksesi, mulai dari suksesi berskala lokal hingga suksesi berskala nasional.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi lahirnya dinamika konflik di tubuh NU.  Faktor yang paling dominan adalah faktor “kepentingan”. Paling tidak ada beberapa kepentingan seseorang ingin menjadi pucuk pimpinan di NU, antara lain :

1. Mewujudkan ide dan gagasan

2. Membuktikan dan memerankan diri sebagai kader terbaik

3. Mengatur dan menata bangunan  organisasi

4. Batu loncatan meraih kedudukan penting di lembaga atau institusi lainnya

5. Meraih ataupun mempertahankan kedudukan dan jabatan.

6. Peneguhan prestise, kharisma dan kewibawaan di hadapan kolega atau publik.

Dari sekian kepentingan tersebut, sudah bisa diidentifikasi mana poin-poin yang menjadi pemicu konflik. Yang pasti, kepentingan subjektif pragmatis akan selalu menjungkirbalikan regulasi organisasi.

NU lokal Gorontalo misalnya. Sepanjang tahun 2021 ini saja, telah memproduksi tiga konflik suksesi, yakni konflik Konfercab NU Boalemo, Konfercab NU Pohuwato dan terakhir Konfercab NU Kota Gorontalo.

Besar kecilnya kualitas konflik di tiga wilayah tersebut, tergantung pada entitas yang mempengaruhinya. Sebenarnya sumber utama konflik tersebut  terletak pada terpenuhi atau tidaknya mekanisme suksesi yang didasarkan pada AD/ART organisasi. Legalisasi dan prosesi menjadi indikator keabsahan hasil yang dicapai. Apakah ada kepentingan di dalamnya ? Bisa ya, bisa tidak.

Derasnya arus kritikan yang menghiasi ruang media sebagai akibat dari ketidaksetujuan atau ketidakpuasan atas hasil konferensi yang terselenggara ditenggarai sebagai salah satu riak konflik yang muncul ke permukaan. Pada akhirnya, konferensi tandingan akan menjadi puncak konflik yang sesungguhnya.

Tidak menutup kemungkinan konflik baru akan muncul pada suksesi kepemimpinan PCNU Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara dan mungkin juga di  PWNU yang akan datang jika AD/ART sebagai kitab suci organisasi tidak dijunjung tinggi.

Terakhir, harus diakui bahwa saat ini NU di tiga wilayah konflik telah terkapling dalam kubu-kubuan dengan pendukung fanatik dan pragmatisnya masing-masing. Kemunculan friksi-friksi ini biasanya bersifat temporal tergantung situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya.

Menggambarkan kondisi NU di wilayah Gorontalo saat ini, ibarat membayangkan sebungkus besar macis yang di dalamnya ada kotak-kotak kecil dan masing-masing kotak memiliki batangan-batangan yang siap dipantik kapan saja dan untuk kepetingan apa saja dan oleh siapa saja.

Wallahu A’lam

Gorontalo, 12 September 2021

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Macet! Ini Titik Rawan Kemacetan di Maros Saat Libur Nataru

    Waspada Macet! Ini Titik Rawan Kemacetan di Maros Saat Libur Nataru

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maros mengungkap sejumlah titik rawan kemacetan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan selama masa libur akhir tahun. Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, Muhammad Darwis, mengatakan bahwa kepadatan arus lalu lintas umumnya terjadi di […]

  • Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 518
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sejumlah warga Muslim di Depok melaksanakan salat Idulfitri lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi. Pelaksanaan ini dilakukan berdasarkan rujukan rukyatul hilal global yang dilaporkan terlihat di Afghanistan. Kegiatan salat Id tersebut berlangsung di lapangan terbuka di depan sebuah restoran dan diikuti oleh jamaah dalam jumlah terbatas. Momen ini juga sempat dibagikan melalui video […]

  • Gorontalo Inflasi 0,8 Persen di Juni 2025

    Gorontalo Inflasi 0,8 Persen di Juni 2025

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Pada bulan Juni 2025 Provinsi Gorontalo mengalami inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 0,80 persen. Angka ini disumbangkan dari Kota Gorontalo yang mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dan dari Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi sebesar 0,81 persen. “Inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada delapan kelompok pengeluaran,” kata […]

  • Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Sepanjang pembacaan saya atas karya-karya Prof. Yusril, beberapa di antaranya: Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam (1999), Membangun Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan (2000), ditambah delapan buku barunya dirilis pada 2026 yang merangkum 50 tahun pemikirannya, serta melihat dari perjalanan panjang beliau dalam panggung politik nasional, saya menangkap satu kesan bahwa beliau bukan sekadar seorang […]

  • Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

    Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Larangan tersebut disampaikan Menag sebagai bagian dari upaya menjaga integritas serta memastikan fasilitas negara digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai peruntukannya. “ASN wajib menjaga integritas, profesionalitas, serta menggunakan fasilitas negara secara […]

  • Tabungan Emas Nasabah mencapai 1,4 Ton, Pegadaian Kanwil IX Jakarta Menjamin Keamanan Investasi Layanan Bank Emas

    Tabungan Emas Nasabah mencapai 1,4 Ton, Pegadaian Kanwil IX Jakarta Menjamin Keamanan Investasi Layanan Bank Emas

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Emas telah lama menjadi instrumen investasi yang aman dan menguntungkan. Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas, Pegadaian menghadirkan Layanan Bank Emas yaitu sebuah layanan yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi dan investasi emas dengan lebih mudah, aman, dan terpercaya. Bank Emas merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang terhimpun dalam Asta Cita Prabowo-Gibran dengan tujuan hilirisasi […]

expand_less