Breaking News
dark_mode
Trending Tags

NU Gorontalo dan Kotak Macis

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
  • visibility 84
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat eksotik.

NU itu unik sekaligus menarik. Satu hal yang menarik adalah meskipun telah melewati waktu hampir satu abad sejak didirikan, NU tetap bertahan dan melewati semua genre kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara dengan berbagai problematika yang mengiringinya. NU selalu hadir di dalamnya dan bahkan tidak hanya sekedar hadir, tapi turut terlibat dalam menentukan dan memberi warna.

Akan tetapi, di balik nama besar NU itu, satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam riwayat hidupnya sebagai sebuah organisasi, NU mengalami proses dinamisasi dan politisasi yang tidak jarang berujung pada konflik baik internal maupun eksternal.  Dinamika internal selalu terjadi pada momen-momen suksesi, mulai dari suksesi berskala lokal hingga suksesi berskala nasional.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi lahirnya dinamika konflik di tubuh NU.  Faktor yang paling dominan adalah faktor “kepentingan”. Paling tidak ada beberapa kepentingan seseorang ingin menjadi pucuk pimpinan di NU, antara lain :

1. Mewujudkan ide dan gagasan

2. Membuktikan dan memerankan diri sebagai kader terbaik

3. Mengatur dan menata bangunan  organisasi

4. Batu loncatan meraih kedudukan penting di lembaga atau institusi lainnya

5. Meraih ataupun mempertahankan kedudukan dan jabatan.

6. Peneguhan prestise, kharisma dan kewibawaan di hadapan kolega atau publik.

Dari sekian kepentingan tersebut, sudah bisa diidentifikasi mana poin-poin yang menjadi pemicu konflik. Yang pasti, kepentingan subjektif pragmatis akan selalu menjungkirbalikan regulasi organisasi.

NU lokal Gorontalo misalnya. Sepanjang tahun 2021 ini saja, telah memproduksi tiga konflik suksesi, yakni konflik Konfercab NU Boalemo, Konfercab NU Pohuwato dan terakhir Konfercab NU Kota Gorontalo.

Besar kecilnya kualitas konflik di tiga wilayah tersebut, tergantung pada entitas yang mempengaruhinya. Sebenarnya sumber utama konflik tersebut  terletak pada terpenuhi atau tidaknya mekanisme suksesi yang didasarkan pada AD/ART organisasi. Legalisasi dan prosesi menjadi indikator keabsahan hasil yang dicapai. Apakah ada kepentingan di dalamnya ? Bisa ya, bisa tidak.

Derasnya arus kritikan yang menghiasi ruang media sebagai akibat dari ketidaksetujuan atau ketidakpuasan atas hasil konferensi yang terselenggara ditenggarai sebagai salah satu riak konflik yang muncul ke permukaan. Pada akhirnya, konferensi tandingan akan menjadi puncak konflik yang sesungguhnya.

Tidak menutup kemungkinan konflik baru akan muncul pada suksesi kepemimpinan PCNU Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara dan mungkin juga di  PWNU yang akan datang jika AD/ART sebagai kitab suci organisasi tidak dijunjung tinggi.

Terakhir, harus diakui bahwa saat ini NU di tiga wilayah konflik telah terkapling dalam kubu-kubuan dengan pendukung fanatik dan pragmatisnya masing-masing. Kemunculan friksi-friksi ini biasanya bersifat temporal tergantung situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya.

Menggambarkan kondisi NU di wilayah Gorontalo saat ini, ibarat membayangkan sebungkus besar macis yang di dalamnya ada kotak-kotak kecil dan masing-masing kotak memiliki batangan-batangan yang siap dipantik kapan saja dan untuk kepetingan apa saja dan oleh siapa saja.

Wallahu A’lam

Gorontalo, 12 September 2021

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Nasionalisme berangkat dari pertanyaan paling mendasar tentang manusia: siapa saya dan di mana posisi saya. Jawaban atas identitas inilah yang kemudian membimbing cara hidup, pilihan moral, dan tindakan politik. Dalam kerangka ini, bangsa diposisikan sebagai komunitas utama yang membentuk kewajiban normatif individu. Pemikiran ini sejalan dengan antropolog Benedict Anderson yang menegaskan bahwa nasionalisme adalah sebuah […]

  • Ada Apa dengan (Haji) Bawakaraeng

    Ada Apa dengan (Haji) Bawakaraeng

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kalau Anda bertanya kepada seorang muslim, apakah ia punya niatan naik haji, maka dari  jutaaan mereka nyaris punya jawaban yang sama, “ingin berhaji melengkapi rukun Islam kelima. Saya pun adalah satu dari sekian banyak umat Islam yang selalu mengharu-birukan doa untuk mendapat undangan Sang Khaliq ke Rumah-Nya yang suci itu. Naik haji ke Baitullah (Makkah […]

  • Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah. Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya […]

  • Ketua Badko HMI Sumut Mengaku Diteror Usai Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    Ketua Badko HMI Sumut Mengaku Diteror Usai Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut), Yusril Mahendra Butar Butar, mengaku menerima teror dan intimidasi dari pihak tak dikenal. Teror tersebut terjadi usai dirinya menggelar forum diskusi terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andri Yunus. Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026), Yusril mengungkapkan bahwa ancaman […]

  • Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) menjadi sorotan setelah pertemuan pimpinan ormas Islam dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Jika sebelumnya MUI menyuarakan keraguan, kini organisasi tersebut menunjukkan sikap yang lebih terbuka dengan sejumlah catatan. Wakil Ketua Umum MUI […]

  • Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar) Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan […]

expand_less