Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ramadan dan Pelajaran Menerima Kritik dari Rasulullah

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 7
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadan sering dipahami sebagai bulan peningkatan ibadah. Namun sejatinya, Ramadan juga merupakan momentum untuk memperbaiki akhlak dan cara kita menyikapi kehidupan. Salah satu pelajaran penting yang sering terlupakan adalah bagaimana bersikap terhadap kritik.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan keputusan yang terasa kurang tepat. Baik itu keputusan atasan di kantor, pimpinan organisasi, maupun keputusan dalam kelompok kita sendiri. Dalam kehidupan bermuamalah, kritik berupa masukan merupakan hal yang wajar sebagai bentuk saling mengingatkan. Tentu saja, kritik yang dimaksud adalah kritik yang membangun.

Sayangnya, tidak semua orang mampu menerima kritik dengan lapang dada. Ada yang langsung tersinggung, ada pula yang merasa harga dirinya direndahkan. Padahal, dalam Islam, sikap terbuka terhadap nasihat justru merupakan tanda kedewasaan iman.

Teladan itu dapat kita temukan dalam kehidupan Muhammad. Dalam buku “99 Resep Hidup Rasulullah” karya Abdillah F. Hasan, diceritakan bahwa Rasulullah bukanlah sosok yang anti kritik. Beliau justru dikenal sebagai pribadi yang sangat terbuka terhadap masukan para sahabatnya.

Salah satu kisah yang sering dikisahkan terjadi pada peristiwa Perang Badar. Saat itu pasukan kaum Muslimin berhenti di sebuah sumur di daerah Badar. Rasulullah memerintahkan agar sumber air tersebut segera dikuasai sebelum didahului oleh pasukan musuh.

Sebagai pemimpin tertinggi pasukan, Rasulullah menjelaskan bahwa tempat tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan strategi perang.

Mendengar penjelasan itu, salah seorang sahabat, Khubab bin al-Mundzir, kemudian bertanya dengan penuh adab, “Wahai Rasulullah, apakah penentuan tempat ini merupakan wahyu dari Allah atau hanya strategi perang?”

Rasulullah menjawab bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi perang.

Mendengar jawaban itu, Khubab kemudian menyampaikan pendapatnya. Ia mengusulkan agar pasukan Muslim berpindah ke sumber air yang paling dekat dengan posisi musuh. Setelah itu, sumur-sumur yang berada di belakang pasukan ditutup, sementara di dekat perkemahan dibuat lubang-lubang yang diisi air.

Dengan cara tersebut, kaum Muslimin akan tetap memiliki persediaan air yang cukup. Sebaliknya, musuh tidak memiliki akses terhadap sumber air.

Menariknya, Rasulullah tidak marah mendengar usulan tersebut. Beliau tidak merasa wibawanya sebagai pemimpin direndahkan. Sebaliknya, Rasulullah justru mempertimbangkan masukan itu dengan serius. Setelah memikirkannya, beliau tersenyum dan berkata, “Pendapatmu sungguh baik.”

Akhirnya, pada malam itu juga Rasulullah dan para sahabat melaksanakan saran Khubab. Strategi tersebut terbukti efektif. Kaum Muslimin akhirnya memenangkan pertempuran Badar dengan kemenangan yang gemilang.

Kisah ini memberikan pelajaran penting bagi kita semua. Kritik ibarat pedang. Ia bisa menjadi alat yang bermanfaat, tetapi juga bisa menjadi malapetaka, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Orang yang berpikiran negatif sering menjadikan kritik sebagai serangan terhadap dirinya. Sebaliknya, orang yang berpikiran positif menjadikan kritik sebagai cermin untuk memperbaiki diri.

Di bulan Ramadan ini, kita diajak untuk menundukkan ego dan melatih kerendahan hati. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan kesombongan dalam diri. Termasuk kesombongan untuk merasa selalu benar dan menolak nasihat orang lain.

Teladan Rasulullah mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari kekuasaan semata, tetapi dari kerendahan hati untuk mendengar kebenaran, bahkan ketika kebenaran itu datang dari orang lain.

Ramadan mengingatkan kita bahwa menjadi besar bukan berarti selalu benar. Kadang justru kebesaran seseorang terlihat dari kesediaannya berkata sederhana: “Pendapatmu sungguh baik.”

Wallahu a’lam.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Hari ini orang beramai-ramai memposting pelaksanaan Shalat Idul Fitri di setiap rumah, sekalipun tidak semua karena ada sebagian orang lain yang Shalat di Masjid maupun di lapangan karena kekesalan mereka terhadap pemerintah yang menutup Masjid dan membuka pasar dan mall di tengah pandemic corona. Setelah Shalat Idul Fitri saya dan keluarga menikmati burasa, acar ikan […]

  • Banjir Besar Landa Halmahera Barat, Dua Warga Tewas, Ribuan Mengungsi

    Banjir Besar Landa Halmahera Barat, Dua Warga Tewas, Ribuan Mengungsi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Banjir besar melanda Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, akibat curah hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak Rabu dini hari, 7 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIT. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman warga, sekaligus memutus akses jalan di sejumlah wilayah. Peristiwa ini berdampak signifikan terhadap […]

  • DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Dugaan pungutan liar (pungli) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Utara kembali mencuat. Hal ini disampaikan oleh Nirwan Pumah Siregar, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GENINUSA bidang pendidikan dan ekonomi, yang menyoroti praktik pungutan yang berkedok sukarela namun bersifat wajib. “Pendidikan gratis di sekolah negeri sudah diatur dalam Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, […]

  • Kabar Gembira untuk ASN Kota Gorontalo: TPP Desember Segera Dibayarkan

    Kabar Gembira untuk ASN Kota Gorontalo: TPP Desember Segera Dibayarkan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengumumkan kabar gembira bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bulan Desember akan segera dicairkan dalam waktu dekat. “TPP ASN (Bulan Desember) akan segera kita bayarkan,” ujar Wali Kota Adhan saat memberikan arahan pada apel kendaraan dinas operasional (KDO) pimpinan […]

  • Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Secara tidak sadar, manusia telah merancang ‘tuhan’ di altar persembahannya, memuja ilusi yang lahir dari tangannya sendiri, dan puasa hadir untuk membunuhnya. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ritual penyucian jiwa yang mendalam. Di balik setiap detik penantian dan keheningan, tersimpan makna esoterik memerangi dan memusnahkan segala bentuk penyembahan terhadap duniawi […]

  • Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Apriyanto Radjak
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Penulis: Apriyanto Rajak –  (seorang petani, nelayan dan pemain sepak bola amatir) Di penghujung Agustus 2025, saya bersama Rizki memutuskan untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan di kebun masing-masing. Kebetulan kebun milik kami berdua tidak terlalu berjauhan. Adapun jarak dari kampung bisa diasumsikan dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor. Lokasinya berada di pegunungan Landaso, Kecamatan Bolaang […]

expand_less