Neraca Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- visibility 117
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bagi mahasiswa akuntansi, neraca adalah hal yang serius. Di dalamnya ada aset, liabilitas, dan ekuitas yang harus seimbang. Kalau tidak seimbang, dosen biasanya langsung bertanya dengan nada yang membuat mahasiswa berkeringat: “Ini selisihnya ke mana?” Kadang selisihnya cuma seribu rupiah, tetapi mencari asal-usulnya bisa lebih rumit daripada mencari sandal di masjid setelah tarawih.
Namun Ramadhan mengajarkan bahwa kehidupan manusia ternyata juga memiliki “neraca” sendiri. Bedanya, neraca ini tidak dicatat dalam Excel, tidak diaudit kantor akuntan publik, dan tidak dilaporkan ke otoritas pajak. Neraca ini tersimpan rapi dalam apa yang bisa kita sebut sebagai Neraca Langit.
Kalau akuntansi dunia mengenal laporan keuangan tahunan, maka Ramadhan ibarat musim audit spiritual. Setahun penuh manusia mencatat transaksi hidup: kata-kata, niat, sedekah, gosip, kebaikan kecil, sampai dosa yang kadang kita anggap remeh. Semua masuk dalam buku besar kehidupan. Tidak ada transaksi yang benar-benar hilang. Dalam istilah akuntansi, semuanya fully disclosed.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar