Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Neraca Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 448
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bedanya dengan laporan perusahaan, Neraca Langit tidak bisa dimanipulasi. Tidak ada rekayasa laba, tidak ada creative accounting. Bahkan tidak ada auditor yang bisa diajak kompromi dengan kalimat klasik: “Ini bisa diatur sedikit, Pak.”

Dalam tradisi pesantren, ada satu humor yang sering muncul. Seorang santri pernah bertanya kepada kiai: “Yai, kalau di dunia ada akuntansi, di akhirat apa juga ada pembukuan?”

Kiai itu menjawab sambil tersenyum, “Ada. Bedanya, kalau di dunia mahasiswa sering pusing mencari selisih neraca. Kalau di akhirat, manusianya yang pusing karena tidak bisa menjelaskan selisih amalnya.”

Humor seperti ini khas tradisi Nahdlatul Ulama—santai, tetapi mengandung refleksi mendalam. Kita sering sibuk menghitung keuntungan materi, tetapi lupa menghitung keuntungan moral.

Dalam perspektif akuntansi modern, aset adalah sesuatu yang memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Tetapi dalam Neraca Langit, definisi aset jauh lebih luas. Senyum kepada orang lain bisa menjadi aset. Menolong orang tua adalah aset. Bahkan menyingkirkan paku dari jalan, seperti dalam hadis Nabi, juga bisa menjadi aset spiritual.

Sebaliknya, dalam Neraca Langit ada juga yang bisa disebut “liabilitas moral”. Misalnya janji yang tidak ditepati, hutang yang tidak dibayar, atau kata-kata yang melukai hati orang lain. Dalam laporan keuangan perusahaan, liabilitas harus dilunasi. Dalam kehidupan manusia, liabilitas moral juga demikian. Bedanya, jatuh temponya bisa sampai ke akhirat.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Salah satu anggota Constitutional Law Studies (CLS) Yogyakarta, Madarudin Lapandewa (Dewa) mengalami tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Pj. Kepala Desa Ilath, Lutfi Masbait, Sekretaris Desa, Anwar Solisa, Ketua Pemuda Mulmam Wailusu, dan Babinsa Darman Wabula. Diketahui, penganiayaan berawal pada saat Dewa bersama beberapa temannya memberikan semangat terhadap peserta lomba puisi. Perlombaan baca puisi digelar […]

  • Prahara Republik Merah Putih (Fakta dan Imajinasi di Jantung Negeri)

    Prahara Republik Merah Putih (Fakta dan Imajinasi di Jantung Negeri)

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Penulis : Asrul G.H. Lasapa (Da’i dan Pemerhati Sosial Keagamaan) Suasana semakin genting. Pergerakan massa sudah tidak terkendali. Teriakan demi teriakan menggelinding hingga ke petala langit. Suara dentuman benda keras menghantam genteng dan kaca bangunan megah seakan berlomba dengan suara letusan senjata aparat keamanan. Kobaran api semakin membara. Gumpalan asap hitam membumbung pekat ke angkasa […]

  • Mendagri Mengapresiasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo Triwulan II

    Mendagri Mengapresiasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo Triwulan II

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatatkan realisasi belanja dan pendapatan yang baik di triwulan II tahun 2025. Hasil capaian tersebut mendapat apresiasi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada saat memimpin rapat koordinasi inflasi melalui sambungan Zoom, Senin (7/7/2025). Realisasi belanja APBD Pemprov Gorontalo triwulan II 2025 berada di peringkat sembilan nasional dan atau peringkat satu se-Sulawesi […]

  • Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 374
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pasukan Israel menyerang Jembatan Qasmiyeh pada Minggu, sebuah jalur vital yang menghubungkan wilayah selatan Lebanon dengan bagian lain negara itu, dalam eskalasi terbaru konflik di perbatasan kedua negara. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyebut serangan tersebut sebagai “pendahuluan invasi darat,” sekaligus memperingatkan bahwa langkah itu bertujuan memutus konektivitas geografis wilayah selatan. “Ini adalah upaya […]

  • Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Ketua PBNU dan Wamen HAM Kutuk Keras

    Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Ketua PBNU dan Wamen HAM Kutuk Keras

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Savic menilai serangan ini sebagai indikasi kebangkitan kembali premanisme politik yang pernah mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan dari seluruh masyarakat, terutama tokoh-tokoh publik. “Oleh karena itu, semua warga, khususnya tokoh-tokoh masyarakat, mesti sadar, bangun, dan waspada terhadap gejala ini,” tegasnya. Selain itu, Savic menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab […]

  • Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 706
    • 0Komentar

    Adegan Dipersoalkan: Dari Joget Erotis hingga Kekerasan Fisik MUI merinci sejumlah momen yang dianggap bermasalah. Pada 1 Maret 2026 menit 8:56, Anwar disebut melakukan gerakan joget dengan unsur erotis. Keesokan harinya, gerakan serupa kembali muncul dan bahkan dijadikan bahan candaan dalam dialog acara. Tak berhenti di situ, unsur kekerasan fisik juga ditemukan. Dalam salah satu […]

expand_less