Neraca Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- visibility 116
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Namun tentu saja, seperti kata Gus Dur, humor sering kali menjadi cara paling elegan untuk menyampaikan kritik. Kita juga melihat fenomena yang agak lucu setiap Ramadhan. Ada orang yang siang hari menahan lapar dan haus dengan sangat khusyuk, tetapi malam hari balas dendam di meja prasmanan seperti sedang melakukan ekspansi bisnis kuliner. Kalau ini dimasukkan dalam akuntansi gizi, mungkin neracanya langsung defisit.
Di sinilah Ramadhan mengajarkan keseimbangan. Dalam akuntansi kita mengenal prinsip balance. Dalam kehidupan spiritual, keseimbangan itu adalah antara ibadah kepada Tuhan dan tanggung jawab kepada manusia.
Pada akhirnya, Neraca Langit mengingatkan kita bahwa hidup bukan sekadar soal berapa banyak yang kita miliki, tetapi juga tentang berapa banyak yang kita berikan.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar