Neraca Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- visibility 113
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jika neraca perusahaan dinilai dari profit, maka neraca kehidupan dinilai dari manfaat. Dan mungkin, seperti humor para kiai di pesantren, rumusnya sebenarnya sederhana: “Kalau ingin kaya di dunia, pandai-pandailah berdagang. Tapi kalau ingin kaya di Neraca Langit, pandai-pandailah berbagi.”
Ramadhan datang setiap tahun untuk mengingatkan hal itu. Ia seperti auditor spiritual yang tidak pernah lelah mengetuk kesadaran manusia: sudahkah neraca hidup kita benar-benar seimbang?
Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar