Neraca Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- visibility 114
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di sinilah Ramadhan menjadi sangat menarik. Bulan ini seperti periode penyesuaian akuntansi. Dalam akuntansi ada istilah adjusting entries—penyesuaian agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Puasa, tarawih, zakat, dan sedekah adalah semacam jurnal penyesuaian dalam Neraca Langit.
Kalau selama sebelas bulan kita terlalu sibuk mengejar laba dunia, Ramadhan mengingatkan bahwa laporan kehidupan kita juga harus sehat secara spiritual.
Humor khas Gus Dur pernah mengatakan kira-kira begini: “Banyak orang merasa dekat dengan Tuhan, tapi jauh dari tetangga.” Dalam logika Neraca Langit, ini seperti perusahaan yang punya laba besar tetapi gagal membayar hutang kepada masyarakat. Secara spiritual, neracanya tetap tidak seimbang.
Dalam konteks sosial, Ramadhan juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Indonesia sebenarnya memiliki sistem akuntansi sosial yang unik. Di kampung-kampung, orang berbagi takjil tanpa menghitung untung rugi. Masjid menyediakan buka puasa untuk siapa saja. Bahkan kadang orang yang menyumbang tidak ingin disebut namanya.
Secara ekonomi, ini mungkin tidak masuk dalam laporan PDB. Tetapi dalam Neraca Langit, transaksi seperti ini adalah aset yang nilainya tidak terhingga.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar