Auditor Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 18
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di dunia akuntansi, kita mengenal auditor sebagai pihak yang datang dengan wajah serius, membawa kertas kerja tebal, dan sering membuat manajemen perusahaan tiba-tiba rajin merapikan laporan keuangan. Ada yang bercanda, kalau auditor datang ke kantor, suasana langsung seperti menjelang sidang skripsi: semua mendadak disiplin, file diberi label rapi, dan yang biasanya santai mendadak terlihat sibuk membuka Excel.
Namun dalam perspektif spiritual, khususnya di bulan Ramadhan, sebenarnya kita semua sedang menghadapi audit yang jauh lebih canggih daripada audit kantor akuntan publik. Jika auditor dunia datang setahun sekali, maka auditor langit bekerja 24 jam tanpa cuti, tanpa honorarium, dan tanpa konflik kepentingan. Dalam bahasa agama, mereka dikenal sebagai malaikat pencatat amal.
Bagi orang akuntansi, konsep ini sebenarnya sangat familiar. Dalam sistem pelaporan keuangan, setiap transaksi harus dicatat, diklasifikasi, dan dilaporkan secara akurat. Tidak boleh ada transaksi yang hilang, apalagi dimanipulasi. Prinsipnya sederhana: apa yang terjadi harus dicatat sebagaimana adanya.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak

Saat ini belum ada komentar