Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Khutbah Jumat: Hari Arafah sebagai Madrasah Kemanusiaan dan Peradaban

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 174
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari Arafah bukan hanya momentum agung dalam rangkaian ibadah haji, tetapi juga menyimpan pelajaran besar tentang kemanusiaan, persaudaraan, dan pembangunan peradaban. Melalui khutbah Jumat ini, jamaah diajak memahami makna Arafah sebagai ruang muhasabah diri sekaligus refleksi sosial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai kesetaraan, persatuan, serta pentingnya spiritualitas dalam menjaga keutuhan bangsa menjadi pesan utama yang disampaikan, agar umat Islam tidak hanya kuat dalam ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan kedamaian dan keadaban di tengah masyarakat.

 

Khutbah Pertama

الحمد لله الحمد لله الذي جعل الأيام مواسم للخيرات، وفتح لعباده أبواب الرحمات، أحمده سبحانه وأشكره، وأتوب إليه وأستغفره، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، شهادةً تُنجينا يوم الحسرات، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، سيد السادات، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أولي المكرمات.

أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي المقصرة بتقوى الله، فقد فاز المتقون.

قال الله تعالى في كتابه الكريم:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Di antara hari-hari yang paling agung dalam Islam adalah Hari Arafah. Hari ketika jutaan manusia berdiri di Padang Arafah dengan pakaian yang sama, tanpa membedakan pangkat, jabatan, suku, warna kulit, maupun status sosial. Semuanya larut dalam lautan penghambaan kepada Allah سبحانه وتعالى.

Hari Arafah bukan sekadar momentum ritual ibadah haji. Ia adalah madrasah kemanusiaan, sekolah peradaban, dan cermin kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab kata “Arafah” berasal dari kata عرف yang berarti mengenal, menyadari, dan memahami. Maka Arafah sejatinya adalah panggilan agar manusia mengenali dirinya, mengenali Tuhannya, dan mengenali tanggung jawab sosialnya sebagai khalifah di muka bumi.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Wukuf di Arafah mengajarkan kepada kita makna kesetaraan. Di sana tidak ada bangsawan dan rakyat jelata. Tidak ada pejabat dan rakyat kecil. Semua berdiri sama di hadapan Allah. Inilah pelajaran besar bahwa kemuliaan manusia bukan ditentukan oleh jabatan dan kekayaan, tetapi oleh ketakwaan dan kemanfaatannya bagi sesama.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Ayat ini mengajarkan bahwa keberagaman bukan alasan untuk bermusuhan, tetapi jalan untuk saling mengenal dan saling memahami. Maka Hari Arafah sesungguhnya mengajarkan persatuan nasional, solidaritas sosial, dan persaudaraan kemanusiaan.

Dalam kehidupan berbangsa hari ini, kita sering menyaksikan masyarakat mudah dipecah belah oleh ujaran kebencian, fanatisme politik, dan pertikaian identitas. Padahal, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga persaudaraan di tengah perbedaan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenali sejarahnya dan menghargai Jasa pahlawannya. Semangat Arafah mengajarkan kita bahwa perbedaan sejatinya tidak boleh menghancurkan persatuan.

Hadirin rahimakumullah,

Hari Arafah juga mengandung makna muhasabah atau introspeksi. Ketika jamaah haji berdiam diri di Padang Arafah, mereka merenungi dosa-dosa dan memperbaiki niat hidupnya. Maka, bangsa ini pun membutuhkan momentum muhasabah nasional.

Kita perlu bertanya kepada diri kita:
Sudahkah kekuasaan dijalankan dengan amanah?
Sudahkah keadilan benar-benar dirasakan rakyat kecil?
Sudahkah ilmu digunakan untuk kemaslahatan?
Sudahkah agama menjadi cahaya kedamaian, bukan sebagai alat permusuhan?

Syaikh Muhammad Thahir bin ‘Asyur dalam kitab Ushul an-Nizhom al-Ijtima’i fi al-Islam menjelaskan bahwa perubahan besar sebuah bangsa berawal dari perubahan moral individu. Jika manusianya baik, keluarganya akan baik. Jika keluarga baik, masyarakat akan baik. Dan bila masyarakat baik, maka negara akan menjadi baik pula. 

Karena itu, jangan pernah meremehkan kebaikan kecil. Sebab peradaban besar selalu lahir dari hati-hati yang jujur, lisan yang santun, dan jiwa yang takut kepada Allah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hari Arafah juga mengajarkan pentingnya spiritualitas dalam membangun peradaban. Dunia modern hari ini maju dalam teknologi, tetapi banyak kehilangan nurani karena kekosongan sipiritual. Manusia mampu menjangkau langit, tetapi gagal menjaga kedamaian di bumi. Konflik, peperangan, ketimpangan sosial, dan krisis moral terus terjadi karena manusia kehilangan makna penghambaan kepada Allah.

Padahal Nabi Ibrahim عليه السلام membangun peradaban bukan hanya dengan batu dan bangunan, tetapi dengan iman, pengorbanan, dan ketulusan. Maka Indonesia pun akan menjadi bangsa yang kuat jika dibangun di atas nilai kejujuran, keadilan, gotong royong, dan ketakwaan kepada Allah سبحانه وتعالى.

Mudah-mudahan semangat Arafah menjadikan kita bangsa yang saling mengenal, saling menghormati, dan saling menolong demi terwujudnya negeri yang damai dan diberkahi Allah.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته، إنه هو السميع العليم.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق التقوى.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hari Arafah mengajarkan kepada kita bahwa kekuatan terbesar manusia bukan pada kekuasaan dan kekayaan, tetapi pada kesadaran spiritual dan persatuan hati. Ketika manusia mengenal Tuhannya, ia akan menjaga lisannya. Ketika manusia mengenal dirinya, ia tidak akan sombong. Dan ketika manusia mengenal saudaranya, ia tidak akan mudah memecah belah persatuan.

Karena itu, marilah kita menjaga bangsa ini dengan akhlak, ilmu, dan doa. Jangan wariskan kebencian kepada generasi mendatang. Wariskan persaudaraan, keadaban, dan cinta tanah air sebagai bagian dari iman.

Semoga Allah menjaga Indonesia, menjaga para pemimpinnya, menjaga para ulama, aparat keamanan, dan seluruh rakyatnya dari perpecahan dan kebencian.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.

اللهم أصلح ولاة أمورنا، ووفق قادتنا لما تحب وترضى، واجعل هذا البلد آمناً مطمئناً سخاءً رخاءً وسائر بلاد المسلمين.

اللهم ادفع عنا الغلاء والوباء والربا والزنا والزلازل والمحن وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن عن بلدنا هذا خاصة وعن سائر بلاد المسلمين عامة.

اللهم اجعلنا من أهل التقوى، ومن أهل العفو والمغفرة، ومن عبادك الصالحين.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.

فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilmu yang Masuk Angin

    Ilmu yang Masuk Angin

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Di pesantren, ada petuah sederhana: “Ilmu iku kudu manfaat, nek mung pinter tok yo mblenger.” Ilmu itu harus bermanfaat, kalau cuma pintar saja bisa bikin kembung. Sayangnya, sebagian akademisi hari ini tampak bukan kembung karena terlalu banyak makan, tetapi karena terlalu lama tinggal di menara gading, ruang tinggi, dingin, dan jauh dari sawah, laut, serta […]

  • Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kita sedang terbiasa menilai tanpa benar-benar memahami. Dunia dibaca dari permukaan, sementara fondasinya diabaikan. Kita bicara tentang kemajuan China tanpa menyentuh Marxism-nya, dan mengomentari Iran tanpa mengerti Syiah-nya. Di situlah letak masalahnya: pengetahuan tidak lagi dipakai untuk membongkar, tapi sekadar untuk ikut berbicara, itulah mengapa kebenaran sering kalah cepat dari hal yang sekadar menarik. Di […]

  • Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Adagium bahwa Ramadan sebagai bulan yang paling agung dalam Islam merupakan klaim yang diyakini mayoritas umat Islam dunia, tak terkecuali di Indonesia. Diyakini sebagai bulan paling agung lantaran Ramadan adalah bulan wajib untuk berpuasa selama sebulan; diturunkannya Al-Quran (Syahr Ramadan); namanya diabadikan di dalam al-Quran (Qs. 2: 185); bahkan pada bulan ini ada peristiwa Laylahal-Qadr (Qs. 30: 97) yang […]

  • Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 150
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bhabinkamtibmas Desa Ilomangga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Bripka Efendi Gusasi, SH, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Imbauan tersebut disampaikan usai memfasilitasi mediasi penyelesaian dugaan pencemaran nama baik yang berlangsung di Kantor Desa Ilomangga, Rabu (10/6/2026). Kasus tersebut bermula dari beredarnya […]

  • Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 185
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Seorang anak berinisial MA (8), warga Lingkungan Allu, Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah menjadi korban petasan rakitan. Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, khususnya pemerintah kecamatan dan elemen masyarakat sipil. Sebagai wujud kepedulian terhadap warganya, Camat […]

  • SAPMA PP Maros Kritik Mutasi Guru, Minta Bupati Maros Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

    SAPMA PP Maros Kritik Mutasi Guru, Minta Bupati Maros Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MAROS, nulondalo.com – Wakil Ketua SAPMA Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Maros, Haikal Rizan Anwar, mengkritik kebijakan mutasi dan penempatan guru yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros. Menurutnya, kebijakan tersebut diduga belum didasarkan pada kajian yang komprehensif terhadap kebutuhan riil di setiap sekolah. Haikal mencontohkan adanya guru mata pelajaran yang dipindahkan ke sekolah […]

expand_less