Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menakar Hari Jadi Molalahu Mulolo (Sebuah Tawaran Interpretatif)

  • account_circle Momy Hunowu
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 456
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pada pertemuan komunitas Molalahu Mulolo, Kamis, 2 Juli 2026 di Kantor Desa Molalahu, satu pertanyaan 26 tahun yang lalu kembali muncul dan terasa belum benar-benar selesai, yaitu kapan sebenarnya hari lahir Molalahu?

Pertanyaan tersebut tidak berdiri sendiri. Dalam forum yang sama, pembahasan justru lebih dulu mengarah pada isu yang lebih mendesak, yakni aktivitas tambang tanpa izin di wilayah hulu sungai Molalahu Mulolo. Forum kemudian merekomendasikan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kabupaten Gorontalo dengan mengundang pihak-pihak terkait.

Sementara itu, agenda penetapan hari jadi masih berada pada tahap wacana. Belum ada keputusan, dan justru pada tahap inilah ruang diskusi menjadi lebih terbuka dan jujur terhadap keterbatasan yang ada.

Di tengah ketidakpastian itu, penulis mencoba kembali menelusuri berbagai sumber bacaan tentang Gorontalo secara online. Harapan sederhana muncul yaitu menemukan jejak data yang barangkali saja selama ini terlewat. Namun hasil penelusuran tetap nihil. Tidak ditemukan catatan yang menunjukkan tanggal pasti lahirnya kampung so tua ini.

Molalahu So Tua, Hari Lahirnya Masih Dicari

Pada banyak wilayah dengan sejarah panjang seperti Molalahu Mulolo yang mencakup empat desa: Molalahu, Molamahu, Toyidito, dan Ayumolingo, penetapan hari jadi memang tidak selamanya bertumpu pada data kronologis yang lengkap dan akurat.

Dalam situasi seperti ini, muncul kebutuhan akan satu patokan bersama. Tanggal administratif sepertinya tidak mungkin. Satu-satunya jalan adalah menakar simbol identitas kolektif yang tanggal itu dapat dirayakan secara meriah oleh seluruh masyarakat, sebagaimana kami aktivis kampung inginkan ketika masih usia muda.

Namun hingga kini, tidak ditemukan catatan historis yang secara eksplisit menunjukkan tanggal dan bulan berdirinya Molalahu Mulolo sebagai entitas sosial awal.

Yang dapat ditelusuri dengan lebih meyakinkan justru adalah jejak administratif berupa susunan kepemimpinan desa yang telah tercatat sejak tahun 1767. Tercatat dengan jelas, pemimpin Molalahu pertama adalah mendiang TM. Monu. Dalam metodologi sejarah, tahap ini dikenal sebagai terminus post quem, yaitu batas awal keberadaan yang dapat dibuktikan.

Dari seluruh penelusuran yang tersedia, tahun 1767 menjadi batas paling awal yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai jalan menelusuri keberadaan Molalahu sebagai komunitas yang telah terorganisir.

Tahun tersebut kurang memadai jika hanya ditafsirkan sebagai tanggal kelahiran dalam arti sempit. Lebih tepat jika dijadikan sebagai sebuah petunjuk awal bahwa pada periode itu, Molalahu sudah hadir dalam bentuk struktur sosial yang dapat diidentifikasi secara historis.

Atas dasar itu kemudian muncul kebutuhan untuk tidak membatasi pada angka tahun belaka, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan kemungkinan patokan simbolik yang dapat diterima bersama.

Dalam diskusi yang berkembang, semangat itu seolah tak pernah padam, termasuk dalam pertemuan 2 Juli 2026, sahabat Ariyanto Mopangga menyemangati forum untuk secepatnya menemukan jawaban. Jawaban yang sejak tahun 2000 kami anak-anak muda ingin dengarkan. Sedemikian semangatnya, Ariyanto memberi contoh gagasan penetapan tanggal yang bersifat praktis, misalnya disepakati saja 1 Agustus, sebagai hari jadi, tentu dengan tahapan-tahapannya agar mendapat legitimasi.

Secara administratif, pilihan seperti itu memang dapat diterima bersama. Sebagaimana Ibu Orlin Ahaya membagi pengalamannya mendata warga yang tak kenal tanggal lahirnya, lalu menetapkan tanggal 1 Juli untuk dicantumkan dalam data kependudukan mereka. Namun dalam perspektif sejarah, apalagi penetapan hari jadi sebuah wilayah, penetapan tanpa keterkaitan dengan jejak historis atau dasar filosofis akan berpotensi menjadikan hari jadi hanyalah angka formal tanpa keterhubungan dengan identitas komunitas.

Karena itu, pendekatan yang lebih hati-hati patut menjadi perhatian serius yaitu dengan kembali pada data historis yang masih dapat diverifikasi, sekecil apa pun jejaknya.

  • Penulis: Momy Hunowu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maulid, Haul Masyayikh hingga Tasyakuran Muktamar NU ke-35 Warnai Kebersamaan Nahdliyin Kabupaten Gorontalo

    Maulid, Haul Masyayikh hingga Tasyakuran Muktamar NU ke-35 Warnai Kebersamaan Nahdliyin Kabupaten Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    KABUPATEN GORONTALO, NULONDALO.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gorontalo menggelar Ta’dim Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah serta tasyakuran suksesnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Selasa malam (9/9/2026). Ta’dim Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut […]

  • Laporan Langit

    Laporan Langit

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan audit tahunan yang paling jujur: audit hati. Bedanya dengan audit laporan keuangan, auditor Ramadhan tidak bisa diajak negosiasi, tidak bisa diundang buka puasa bersama, dan tidak mengenal istilah “koreksi minor”. Ia langsung tembus ke niat. Dalam bahasa akuntansi, Ramadhan mengajarkan kita satu sistem pencatatan paling canggih: double entry dunia–akhirat. Dalam akuntansi modern, […]

  • Tantangan Pemerintahan dalam Mengatasi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

    Tantangan Pemerintahan dalam Mengatasi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Yenti Sofia Marlita
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Ketimpangan sosial dan ekonomi hingga saat ini masih menjadi persoalan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Salah satu isu yang kerap menjadi sorotan adalah kurang tepat penyaluran bantuan sosial (bansos).program bansos sebenarnya dirancang untuk membantu kelompok masyarakat yang kurang mampu agar dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Namun dalam praktiknya, masih sering terjadi ketidaksesuaian antara penerima […]

  • Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk PETI di Madina

    Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk PETI di Madina

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim gabungan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator yang diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin (2/3/2026) pagi. Penindakan dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Satuan Brimob di dua […]

  • Yayasan As Salam Terpadu Tenjo Buka PMBM 2026/2027, Siapkan Generasi Unggul Berbasis Nilai Islam

    Yayasan As Salam Terpadu Tenjo Buka PMBM 2026/2027, Siapkan Generasi Unggul Berbasis Nilai Islam

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Yayasan As Salam Terpadu Tenjo resmi membuka Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Pendaftaran dibuka mulai Maret hingga Juli 2026 untuk tiga jenjang pendidikan, yakni Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pembukaan PMBM ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan Islam yang berkualitas, […]

  • Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang menandai semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lukashenko menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut hubungan kedua negara terus […]

expand_less