Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

  • account_circle Sutanti Idris
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 187
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah semakin banyak perempuan yang memilih berhenti bekerja setelah menikah atau memiliki anak, muncul pertanyaan yang sering kali memicu perdebatan: apakah keputusan tersebut merupakan sebuah pengorbanan atau justru investasi?

Bagi saya, jawabannya bergantung pada alasan dan cara perempuan memaknai keputusan itu. Berhenti bekerja bukanlah tanda menyerah, bukan pula bukti bahwa perempuan kehilangan kemampuan. Sebaliknya, keputusan tersebut dapat menjadi investasi terbesar dalam hidup apabila diambil dengan kesadaran, perencanaan, dan tujuan yang jelas. Namun, jika dilakukan karena merasa tidak berharga, kehilangan kepercayaan diri, atau merasa tidak lagi memiliki pilihan, maka yang terjadi bukan investasi, melainkan pengorbanan yang menyisakan penyesalan.

Perempuan memiliki kemampuan untuk menjalankan banyak peran dalam kehidupannya. Menjadi ibu, istri, profesional, maupun pengusaha bukanlah identitas yang saling bertentangan. Yang berubah hanyalah fase kehidupan, bukan kapasitas untuk terus berkembang.

Tidak sedikit perempuan yang memilih mendampingi tumbuh kembang anak di masa emas kehidupannya. Pilihan ini layak dihormati karena keluarga adalah fondasi utama dalam membangun peradaban. Pendidikan pertama seorang anak lahir dari rumah, dan kualitas rumah sangat dipengaruhi oleh kualitas seorang ibu.

Namun, berhenti dari pekerjaan formal bukan berarti berhenti berkarya. Dunia telah berubah. Teknologi menghadirkan begitu banyak peluang yang memungkinkan perempuan tetap produktif dari mana saja. Menjadi penulis, mentor, konsultan, pelaku usaha digital, investor, hingga penggerak komunitas merupakan bentuk karya yang sama berharganya dengan pekerjaan di kantor.

Penelitian yang diterbitkan dalam Population and Development Review menunjukkan bahwa banyak perempuan di Indonesia keluar dari pekerjaan formal setelah memiliki anak pertama karena sulitnya menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa fleksibilitas kerja menjadi salah satu faktor penting yang mendorong perempuan tetap dapat berpartisipasi dalam dunia kerja. Fakta ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan karena perempuan kehilangan kemampuan, melainkan karena sistem belum sepenuhnya mendukung mereka menjalankan dua peran sekaligus.

  • Penulis: Sutanti Idris

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ricuh Usai Laga Liga 4, Suporter PSIR Rembang Kejar Wasit

    Ricuh Usai Laga Liga 4, Suporter PSIR Rembang Kejar Wasit

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pertandingan Liga 4 antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen berujung ricuh usai peluit panjang dibunyikan, Jumat (13/2/2026). Laga yang dimenangi Persak Kebumen dengan skor 0-2 itu diwarnai aksi sejumlah suporter tuan rumah yang masuk ke dalam lapangan dan mengejar wasit. Insiden tersebut terjadi sesaat setelah pertandingan berakhir. Berdasarkan informasi yang beredar di media […]

  • Nihayatul Wafiroh Resmikan Kantor Baru DPW PKB Gorontalo

    Nihayatul Wafiroh Resmikan Kantor Baru DPW PKB Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menghadiri peresmian Sekretariat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gorontalo, Selasa (12/8/2025). Acara berlangsung di kantor baru PKB di Jalan KH. Adam Zakaria, Dembe II, Kota Gorontalo. Dalam sambutannya, Nihayatul menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPW PKB atas peresmian sekretariat baru. Ia berharap ke depan […]

  • Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tuduhan bahwa jajanan es kue jadul di wilayah Kemayoran terbuat dari bahan spons akhirnya dipatahkan oleh hasil pemeriksaan laboratorium. Setelah sempat menimbulkan kegaduhan publik akibat video viral, aparat TNI-Polri yang terlibat pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sebagaimana diunggah akun Instagram @fakta.indo dan […]

  • Kisah-Kisah Para Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

    Kisah-Kisah Para Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci dalam Islam, bahkan disebut sebagai “Syahrullah”(bulan Allah) oleh Rasulullah SAW. Di bulan ini, terutama tanggal 10 Muharram (Hari Asyura), banyak peristiwa besar yang diyakini terjadi dalam sejarah kenabian. Berikut adalah kisah-kisah penting para Nabi yang terjadi di bulan Muharram menurut tradisi Islam: Nabi Adam AS: Diterimanya Tobat […]

  • Akuntansi Langit

    Akuntansi Langit

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan dua jenis laporan keuangan: laporan keuangan dunia dan laporan keuangan langit. Yang pertama disusun dengan standar PSAK, direviu auditor, lalu dipresentasikan dengan PowerPoint penuh grafik naik-turun. Yang kedua? Disusun tanpa Excel, tanpa auditor eksternal, tapi konon auditornya langsung Malaikat. Dan yang paling menegangkan, opini yang keluar bukan WTP, melainkan “diterima” atau “perlu […]

  • Harga Jagung dan Gabah Mahal, Petani: Kami Bangga Dengan Gubernur Gusnar Ismail

    Harga Jagung dan Gabah Mahal, Petani: Kami Bangga Dengan Gubernur Gusnar Ismail

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Petani Gorontalo menyambut baik dan gembira dengan kebijakan baru yang memberikan kepastian harga hasil panen untuk para petani.  Salah satu warga yang hadir pada kegiatan Panen Raya Padi di Desa Suka Makmur Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo bernama Rajak, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail. “Kami sangat bangga dengan kepemimpinan Pak Gusnar yang […]

expand_less