Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 503
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebenarnya, pemerintah Belanda pernah berupaya untuk memperluas ajaran Kristen pada abad-abad selanjutnya. Pertama dilakukan dengan mendirikan sekolah pemerintah untuk Kristen pada tahun 1866. Sekolah-sekolah ini memiliki siswa 156 di pusat Kota Gorontalo dengan staf pengajarnya adalah guru-guru dari Minahasa dan Gorontalo. Sayangnya, Riedel menulis “pendidikan ini [Kristen] seringkali terhambat oleh ketidakpedulian orang tua dan kurangnya dukungan dari pemimpin lokal”. Kedua, sebuah buku bertajuk De ZendingsEeuw voor Nederlandsch (Abad Penginjilan untuk Hindia Belanda) (C.H.E. Breijer, 1901), menghimpun surat-surat perintah Perhimpunan Misionaris Belanda. Salah satu surat yang terbit pada tahun 1891 itu bicara tentang penempatan seorang misionaris bernama A. Hulstra untuk melakukan pembinaan bersama pendeta A.C Kruyt yang telah lebih dulu tiba beberapa bulan, terhadap 365 jiwa orang Kristen di Gorontalo. Hulstra sendiri mendapat tugas untuk melakukan Kristenisasi di Limboto. Namun ia tidak berhasil karena menemukan fakta bahwa masyarakat di Limboto memiliki minat yang sangat sedikit terhadap injil karena fanatisme mereka terhadap Islam. Sayangnya, dari laporan ini, perhimpunan sendiri menyebutnya tidak becus. Sebelum ditarik kembali oleh perhimpunan pada tahun 1898 karena dinilai tidak berkembang, Hulstra mengabdikan dirinya di tengah-tengah komunitas Kristen Minahasa yang tinggal di Limboto.

Jika tidak dengan agama, bagaimana dengan adat?

Dalam catatan-catatan di atas, sejujurnya, saya tidak menemukan satupun yang menyebut ada kontak antara orang-orang Gorontalo dengan komunitas Yahudi pada masa-masa awal pembentukan Islam dan Kristen di Gorontalo. Jika demikian, lantas dari mana bukti bahwa orang-orang Gorontalo mengasosiasikan Yahudi dengan caci-maki? Ada kemungkinan bahwa fanatisme Islam menjadi faktor mengapa non-Muslim mendapat stereotipe negatif. Namun dengan sangat hati-hati, saya pikir, hal ini juga baru datang belakangan, khususnya pada awal abad ke-20 (atau boleh jadi di awal 2000-an) ketika konservatisme Islam di Gorontalo menguat (saya akan bahas ini dalam tulisan lainnya). Sebelumnya, dalam penelusuran saya, justru menemukan bahwa Islam di Gorontalo itu memiliki corak yang  “sangat mistik”, dalam artian tafsir atas Islamnya dibangun berdasarkan kerangka sufistik. Kecenderungan sufisme Islam tidak berkutat pada masalah hitam-putih (namun bukan berarti melepaskan legal-formal), melainkan lebih menekankan pada aspek asketisme (penyucian diri dan kedekatan pada Tuhan).

Di lain sisi, Funco juga menyebut bahwa kata Yahudi juga memiliki makna “kebiasaan atau aktivitas melanggar batas adab atau akhlak yang digariskan dalam adat-adat Gorontalo yang bersendikan Islam”. Pertanyaan saya, adat Gorontalo mana yang persis menyebutkan bahwa kata Yahudi itu melanggar batas adab dan akhlak? Dalam konstruksi kebudayaan Gorontalo, term adat pun sebenarnya adalah jata serapan (loan word) dari bahasa Arab untuk merujuk pada kebiasaan masyarakat yang telah mengalami serangkaian proses Islamisasi.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

    Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rif’atu Darojah
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Kritik tajam harus dikeluarkan pada ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan transformasi energi yang nyata. Kita selalu bicara soal kemandirian energi dan transisi ke energi hijau di setiap pidato kenegaraan, namun saat harga minyak dunia naik, kita langsung kelimpungan seperti kebakaran. Ini membuktikan bahwa janji-janji transisi energi itu hanyalah gimmick politik tanpa eksekusi yang serius. Jika sejak […]

  • GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Guswandri
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Komunitas GUSDURian Mamasa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Jaga Jagat Kita”, yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Buntu Tanete. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Jagat GUSDURian, yang sebelumnya diikuti oleh beberapa penggerak komunitas. Dalam sambutannya, Febry, perwakilan GUSDURian dan alumni Sekolah Jagat, menekankan […]

  • Kasus HIV/AIDS di Maros Terus Meningkat, Pemkab Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

    Kasus HIV/AIDS di Maros Terus Meningkat, Pemkab Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 315
    • 0Komentar

    nulondalon.com, Maros– Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Maros menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Data Dinas Kesehatan Maros mencatat sebanyak 165 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) menjalani terapi antiretroviral (ARV) sejak 2021 hingga November 2025. Peningkatan ini terlihat dari laporan tahunan. Pada 2021 terdapat 23 kasus, naik menjadi 32 kasus pada 2022. Tren terus berlanjut […]

  • Camat Maros baru Rudi: Bersih Masjid adalah Tanggung Jawab Bersama Menyambut Ramadhan

    Camat Maros baru Rudi: Bersih Masjid adalah Tanggung Jawab Bersama Menyambut Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Camat Maros Baru Rudi, S.IP., M.M. mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa dan Kelurahan agar menggerakkan aksi kebersihan masjid di wilayah masing-masing. Seruan ini bukan sekedar rutinitas tahunan. Camat Rudi menegaskan bahwa kebersihan rumah ibadah merupakan bagian penting dalam membangun kekhusyukan dan kenyamanan […]

  • Aset Langit

    Aset Langit

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Sebagai akademisi akuntansi, saya melihat perlunya reposisi paradigma. Ramadhan bukan hanya periode akselerasi ibadah, tetapi momen restatement laporan hidup. Kita menilai kembali aset mana yang benar-benar produktif. Apakah jabatan? Apakah popularitas? Atau justru doa ibu yang selama ini kita abaikan? Dalam neraca langit, bisa jadi doa ibu itu adalah aset terbesar yang selama ini tidak […]

  • Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 362
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meresmikan revitalisasi fasilitas pendidikan di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman […]

expand_less