Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 348
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di masa kolonial Belanda, orang-orang Yahudi pernah direkrut menjadi staf VOC. Sayangnya, pembatasan juga dilakukan oleh pemerintah Belanda. Pertama karena mereka tidak memenuhi standar untuk disebut sebagai umat beragama dan kedua, karena VOC memiliki agenda monopoli total terhadap berbagai komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat lokal yang tidak memberikan sama sekali ruang otonom untuk mereka. Jadi, dalam beberapa kepentingan tertentu, sebenarnya yang membenci komunitas Yahudi itu sebenarnya adalah VOC, bukan orang-orang lokal. Sebaliknya, catatan Antony Reid di dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga (Yayasan Pustaka Obor, 2011) bagi masyarakat lokal, jejaring dagang internasional yang dimiliki oleh para pedagang Yahudi sangat menguntungkan. Bahkan, sejak awal, pemberi kredit utama bagi masyarakat di Eropa, orang-orang Yahudi dan lembaga-lembaga keagamaan seperti monti di pieta Italia.

Dari perkembangan di atas, mengasumsikan orang-orang Gorontalo pernah bertemu dengan orang-orang Yahudi lewat jalur dagang pun, bagi saya, ini juga tak mungkin membuat Yahudi dibenci mati-matian. Mengapa? Karena mereka tidak diharapkan mengubah apa-apa selain berdagang. Mereka adalah eksodus. Sebagai tambahan, Antony Reid bahkan menulis bahwa orang-orang Yahudi di Asia Tenggara itu persis orang-orang China yang mendapatkan “status karantina”: diterima sebagai minoritas pedagang tetapi tidak banyak diharapkan akan mengubah agama penduduk setempat atau menerima agama mereka” (Yayasan Pustaka Obor, 2011, hlm. 112). Lantas, hari-hari belakangan, mengapa tiba-tiba ada klaim bahwa Yahudi itu terasosiasi dengan perilaku buruk serta caci maki? Pun dekatnya kita dengan komunitas Yahudi di Tondano, juga sepertinya tidak meniscayakan ada kontak dengan mereka.

Saya pikir, pengasosiasian semacam itu, lagi-lagi baru terjadi belakangan, seturut menguatnya sentimen negatif terhadap non-Islam karena tafsir Islam yang literal-atomistik. Tidak menutup kemungkinan hal ini juga berkait kelindan dengan situasi global yakni konflik yang terjadi antara Israel-Palestina dan berbagai negara Timur Tengah lainnya. Asumsi lainnya, boleh jadi karena orang-orang Gorontalo, dalam sejarah, memang tidak begitu menyukai Kristen—khususnya di abad ke 18-19—sehingga, menginkorporasi berbagai term untuk menghukumi semua “non-Muslim” dengan hitam-putih. Meskipun demikian, ini kasuistik sehingga tindakan tersebut tidak bisa digeneralisasi sebagai “adat” Gorontalo. Dengan demikian, konsekuensi dari proses pendefinisian ini sangat fatal, tidak hanya untuk komunitas Yahudi di luar sana, melainkan untuk orang-orang Gorontalo itu sendiri.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Bakal menggelar Aksi Demo, Desak Kejati dan Polda Gorontalo Tangkap Wahyudin Moridu

    Aktivis Bakal menggelar Aksi Demo, Desak Kejati dan Polda Gorontalo Tangkap Wahyudin Moridu

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Gelombang kritik terhadap praktik korupsi di tubuh elit politik Gorontalo semakin menguat. Aktivis muda Gorontalo, Kevin Lapendos, dengan lantang meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Polda Gorontalo segera mengambil langkah hukum tegas terhadap Wahyudin Moridu, anggota legislatif Provinsi Gorontalo dari fraksi PDIP, yang diduga kuat terlibat dalam praktik korupsi saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Boalemo […]

  • Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

    Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sejumlah intelektual muda di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengembalikan konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada organisasi. Mereka menilai bahwa kepemilikan dan pengelolaan tambang oleh ormas keagamaan seperti NU berisiko merusak marwah NU sebagai jam’iyah, dan dapat membawa mudharat yang jauh lebih besar dibanding manfaatnya, Minggu(7/12/2025). Salah satu […]

  • Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

    Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dinda Rahma Filah
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Di sini, masalahnya bukan hanya soal angka, tapi juga transparansi. Informasi tentang penggunaan SAL tidak selalu mudah diakses atau dipahami secara langsung oleh masyarakat. Akibatnya, masyarakat hanya bisa menerima tanpa benar-benar tahu detailnya. Padahal, ini adalah uang negara, yang juga berarti uang rakyat. Selain itu, ada juga tantangan dari dalam sistem pemerintahan, terutama karena penyusunan […]

  • Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Satgas Damai Cartenz menegaskan bahwa pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum dengan ancaman pidana berat. Penegakan hukum ini diharapkan memberikan efek jera sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta terus menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. Dengan langkah cepat aparat dan dukungan masyarakat, […]

  • Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Pidana Kerja Sosial yang direncanakan mulai diberlakukan pada tahun 2026, meski ia menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami hukum baru ini. Dukungan tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah, Kejaksaan, dan Jamkrindo di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (22/12/2025). […]

  • Mendagri Mengapresiasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo Triwulan II

    Mendagri Mengapresiasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo Triwulan II

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatatkan realisasi belanja dan pendapatan yang baik di triwulan II tahun 2025. Hasil capaian tersebut mendapat apresiasi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada saat memimpin rapat koordinasi inflasi melalui sambungan Zoom, Senin (7/7/2025). Realisasi belanja APBD Pemprov Gorontalo triwulan II 2025 berada di peringkat sembilan nasional dan atau peringkat satu se-Sulawesi […]

expand_less