Breaking News
light_mode
Trending Tags

Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 274
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lanskap Agama di Gorontalo dalam Berbagai Literatur

Kita bisa melihat ada banyak catatan yang menggambarkan bahwa Islam adalah agama resmi pertama diperkenalkan di Gorontalo baik yang ditulis oleh kolonial atau sarjana kontemporer. Meskipun sangsi dengan penyebutannya, namun dapat dipastikan catatan tersebut merangkum jejak-jejak Islam sebagai agama dunia paling awal yang masuk di Gorontalo. Hal ini dapat dilihat pada catatan harian Robertus Padtbrugge, seorang Gubernur VOC, pada 16—23 Desember 1677, yang dikompilasi oleh P. A. Leupe dengan judul Het Journaal van Padtbrugge’s Reis Noord-Celebes en De Noordereilanden (1867) yang menggunakan kata Mohammedaansch’e—sebuah term untuk merujuk pada mereka yang beriman pada ajaran Muhammad/Islam—pada hampir seluruh perjumpaannya dengan orang-orang Gorontalo. Di tanggal 19 Oktober misalnya, ketika mengadakan pertemuan dengan raja lokal, Padtbrugge menulis bahwa masyarakat Gorontalo saat itu mengangkat tangan untuk berdoa yang lekat dengan ajaran “Mohammedaansch”e (hlm. 126-127).

Salah seorang misionaris Jerman, J. G. F. Riedel di dalam Die Landschaften Hulonthalo (1871) juga menulis bahwa agama yang dominan di Gorontalo adalah Islam dan sisanya adalah penganut kepercayaan nenek moyang. Meskipun demikian, ada perbedaan pandangan di antara para pencatat kolonial ini terkait Islam di Gorontalo. Bagi Von Rosenberg di dalam Reistogten in de Afdeeling Gorontalo (1876) bahwa masyarakat Gorontalo memeluk Islam sejak awal yang “kemungkinan dibawa oleh para imam dari Bugis” (hlm. 24); sedangkan menurut J. Bastiaans di dalam Het verbond tusschen Limbotto en Gorontalo’ (1938), Islam di Gorontalo dibawa masuk dari Ternate pada abad ke-16 dan menjadi daerah pertama yang masyarakatnya melakukan konversi di Sulawesi (Henley, 2005). Dalam hal ini, catatan Bastiaans menjadi rujukan utama yang paling banyak dikutip para akademisi hari ini menyebut bahwa Islam di Gorontalo pada 1520-an, persis di era kekuasaan Sultan Amai lewat pernikahannya dengan putri Palasa dan menjadi agama resmi “negeri” di masa kekuasaan Matolodulakiki pada 1550-1585 (Polontalo, 1998; El-Nino & Niode, 2003; Hasanuddin & Amin, 2012).

Selain Islam, agama Kristen beberapa kali disebutkan dalam rentang formasi Islam awal. Masih dari Die Landschaften, Riedel menulis bahwa di tahun 1670, seturut kehadiran Padtbrugge, komunitas Kristen pernah berdiri Tupa dengan nama “Koloni Tupa” yang dipimpin langsung oleh Barend Doeaoeloe (Baron Duaulu[?]) dan berada di bawah kekuasaan langsung VOC. Koloni Tupa terdiri dari kelompok masyarakat yang melakukan Migrasi dari Sulawesi Utara, khususnya Mongondow dan Kaidipang, ke Atinggola (Riedel, 1876). Kehadiran mereka di teritori Gorontalo turut diakui oleh Olongiya Eyato, terlepas dari hubungan politik antara dirinya dengan VOC pada waktu itu. Selanjutnya, pernah ada upaya Kristenisasi pada tahun 1678 oleh Padtbrugge sendiri dengan mengundang pendeta dari Minahasa untuk menyebarkan ajaran Kristen di Gorontalo (hlm. 342). Sayangnya, hal tersebut justru memperkeruh jejaring dagang yang dibentuk pemerintah kolonial dan raja-raja setempat sehingga hal tersebut dihentikan.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan Play Button

    Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 151
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama KH Said Aqil Siradj bukan sosok asing dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Selama dua periode memimpin PBNU, ia dikenal sebagai kiai yang vokal dan tak segan mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk di era Presiden Joko Widodo, terutama ketika kebijakan dinilai merugikan rakyat kecil dan kaum lemah. Dalam sejumlah pernyataan yang kembali ramai dibicarakan, Said […]

  • Studi Ungkap “Jam Kematian Sel”: Ukuran Nukleolus Bisa Prediksi Penuaan

    Studi Ungkap “Jam Kematian Sel”: Ukuran Nukleolus Bisa Prediksi Penuaan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Kesalahan tersebut dapat memicu berbagai masalah genetika seperti penghapusan, duplikasi, hingga ketidakstabilan genom—kondisi yang diketahui meningkat seiring bertambahnya usia. “Penuaan adalah faktor risiko tertinggi untuk berbagai penyakit,” ujar ilmuwan Jessica Tyler dari Weill Cornell Medicine, seperti dikutip dari SciTech Daily. Nukleolus Membesar Saat Sel Menua Para peneliti telah lama mengamati bahwa nukleolus cenderung membesar pada […]

  • Mengemis untuk Kaya? Islam Tidak Membenarkan

    Mengemis untuk Kaya? Islam Tidak Membenarkan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Belum lama ini, publik Gorontalo dibuat heboh dengan kisah viral seorang pria paruh baya berinisial LH alias Luthfi (47), warga Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo. Sosok ini diketahui telah lama berprofesi sebagai pengemis di berbagai sudut kota. Namun yang bikin kaget, ia ternyata memiliki rekening dengan simpanan fantastis — mencapai Rp 500 juta. Kabar ini bermula […]

  • Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Gorontalo sekaligus Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya menjpesadi penonton. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart saat menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Bisnis bertema “MOU Kementerian Koperasi: […]

  • Gusnar Bongkar 3 Agenda Besar Gorontalo, HMI Diminta Jadi Motor Perjuangan

    Gusnar Bongkar 3 Agenda Besar Gorontalo, HMI Diminta Jadi Motor Perjuangan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    “Kalau Aceh dikenal sebagai Serambi Mekah, maka Gorontalo sudah lama disebut Serambi Madinah. Bedanya, di Aceh ada masjid raya, sementara kita di Gorontalo belum,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Gusnar juga memanfaatkan kehadiran Viva Yoga Mauladi yang juga merupakan mantan Ketua PB HMI periode 1995–1997 untuk mempromosikan penggalangan donasi pembangunan masjid raya. Video desain masjid serta […]

  • Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pasukan Israel menyerang Jembatan Qasmiyeh pada Minggu, sebuah jalur vital yang menghubungkan wilayah selatan Lebanon dengan bagian lain negara itu, dalam eskalasi terbaru konflik di perbatasan kedua negara. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyebut serangan tersebut sebagai “pendahuluan invasi darat,” sekaligus memperingatkan bahwa langkah itu bertujuan memutus konektivitas geografis wilayah selatan. “Ini adalah upaya […]

expand_less