Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bersuara

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 156
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa yang terjadi dalam peristiwa lomba tersebut mungkin terlihat sederhana. Hanya soal nilai minus dan nilai plus. Hanya soal keputusan juri. Namun dalam skala yang lebih luas, peristiwa semacam ini memperlihatkan bagaimana relasi kuasa bekerja di ruang pendidikan. Ada pihak yang memiliki legitimasi menentukan benar dan salah, sementara pihak lain diharapkan menerima keputusan tanpa banyak tanya. Ketika keberatan dianggap sebagai bentuk pembangkangan, pendidikan perlahan berubah menjadi ruang disiplin, bukan ruang berpikir.

Ironisnya, kita sering memuji kreativitas dan berpikir kritis dalam slogan-slogan pendidikan, tetapi gagap ketika kritik itu benar-benar muncul di hadapan kita. Kita ingin anak-anak berani berbicara tentang keadilan, tetapi tidak nyaman ketika mereka mempertanyakan keputusan orang dewasa. Kita mengajarkan demokrasi di buku pelajaran, tetapi praktik sehari-hari masih dipenuhi budaya hierarkis yang sulit menerima koreksi.

Tentu, bersuara tidak selalu berarti benar. Kritik juga bisa keliru. Namun yang jauh lebih berbahaya adalah ketika anak-anak tumbuh dengan keyakinan bahwa suara mereka tidak penting. Sebab dari situlah lahir generasi yang terbiasa diam terhadap ketidakadilan. Mereka mungkin menjadi pintar secara akademik, tetapi kehilangan keberanian moral untuk mempertanyakan sesuatu yang tidak masuk akal.

Freire pernah menekankan bahwa pendidikan tidak pernah netral. Ia bisa menjadi alat pembebasan, tetapi juga bisa menjadi alat pelanggeng dominasi. Ketika ruang pendidikan hanya melatih kepatuhan, maka yang lahir adalah manusia-manusia yang terbiasa tunduk pada otoritas. Sebaliknya, ketika pendidikan memberi ruang dialog, keberanian bertanya, dan kesempatan menguji keputusan, maka yang lahir adalah manusia yang sadar akan martabat dirinya.

Karena itu, saya melihat peristiwa kecil tersebut bukan sekadar keributan lomba. Saya melihatnya sebagai tanda bahwa masih ada anak-anak yang berani bersuara di tengah budaya yang sering kali lebih menyukai kepatuhan daripada keberanian berpikir. Dan mungkin, di tengah dunia yang semakin bising oleh klaim kebenaran, suara-suara yang tetap waras, reflektif, dan bertanggung jawab justru menjadi hal yang paling penting untuk dijaga.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Sikap tersebut kemudian mendapat tanggapan keras dari Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka. Koordinator Lapangan AGMM, Dimas Bobihu, menegaskan bahwa persoalan distribusi BBM subsidi tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa. Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka kerugian yang ditanggung masyarakat sangat besar dan berpotensi berlangsung dalam waktu yang lama. “Kami menolak keras jika persoalan ini hanya […]

  • BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Aktivis Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM-MALUT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Harita Group di Jakarta. Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan tambang nikel tersebut di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, 14 Mei 2025. Dalam orasinya, massa BIM-MALUT mengecam tindakan PT Harita […]

  • Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

    Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Kemarahan, kesedihan, dan kecemasan bukanlah sekadar luapan emosi pribadi yang sia-sia. Itu adalah sinyal sosial. Ketika kita marah melihat korupsi, itu artinya nurani kita masih menolak ketidakadilan. Ketika kita cemas melihat hutan yang gundul, itu artinya hubungan batin kita dengan alam belum sepenuhnya putus. Namun, emosi ini sering sekali “dinetralisir”. Lihat saja media sosial. Amarah […]

  • Pasar Masuk Angin

    Pasar Masuk Angin

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle  Dr. Muhammad Aras Prabowo
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Di negeri yang katanya ramah, religius, dan gemar musyawarah ini, ekonomi ternyata juga punya perasaan. Ia bisa senang, bisa sedih, dan rupanya juga bisa kaget sampai masuk angin. Buktinya, ketika keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, resmi ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), pasar langsung demam. Rupiah menggigil, IHSG meriang, dan investor asing mendadak […]

  • Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Mediasi tersebut dihadiri Kepala Desa Ilomangga Irnawati Djafar Nusi, S.Pd, aparat desa, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang terkait dalam persoalan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka. Setelah melalui proses musyawarah, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai tanpa menempuh jalur hukum. Selain itu, pihak yang […]

  • Wawali Indra Gobel Tekankan Peran Masyarakat dalam Pembangunan saat Silaturahmi di Limba B

    Wawali Indra Gobel Tekankan Peran Masyarakat dalam Pembangunan saat Silaturahmi di Limba B

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami hadir bersama mitra seperti BNN, BPS, bea cukai, dan kepolisian, agar masyarakat memahami bahwa semua pihak memiliki peran dalam menjaga dan membangun kota ini,” jelasnya. Selain itu, Indra juga menyoroti potensi ekonomi lokal yang dinilai belum dimaksimalkan, khususnya di sektor perikanan. Ia mencontohkan komoditas tuna yang memiliki kualitas tinggi, […]

expand_less