Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bersuara

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 110
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa yang terjadi dalam peristiwa lomba tersebut mungkin terlihat sederhana. Hanya soal nilai minus dan nilai plus. Hanya soal keputusan juri. Namun dalam skala yang lebih luas, peristiwa semacam ini memperlihatkan bagaimana relasi kuasa bekerja di ruang pendidikan. Ada pihak yang memiliki legitimasi menentukan benar dan salah, sementara pihak lain diharapkan menerima keputusan tanpa banyak tanya. Ketika keberatan dianggap sebagai bentuk pembangkangan, pendidikan perlahan berubah menjadi ruang disiplin, bukan ruang berpikir.

Ironisnya, kita sering memuji kreativitas dan berpikir kritis dalam slogan-slogan pendidikan, tetapi gagap ketika kritik itu benar-benar muncul di hadapan kita. Kita ingin anak-anak berani berbicara tentang keadilan, tetapi tidak nyaman ketika mereka mempertanyakan keputusan orang dewasa. Kita mengajarkan demokrasi di buku pelajaran, tetapi praktik sehari-hari masih dipenuhi budaya hierarkis yang sulit menerima koreksi.

Tentu, bersuara tidak selalu berarti benar. Kritik juga bisa keliru. Namun yang jauh lebih berbahaya adalah ketika anak-anak tumbuh dengan keyakinan bahwa suara mereka tidak penting. Sebab dari situlah lahir generasi yang terbiasa diam terhadap ketidakadilan. Mereka mungkin menjadi pintar secara akademik, tetapi kehilangan keberanian moral untuk mempertanyakan sesuatu yang tidak masuk akal.

Freire pernah menekankan bahwa pendidikan tidak pernah netral. Ia bisa menjadi alat pembebasan, tetapi juga bisa menjadi alat pelanggeng dominasi. Ketika ruang pendidikan hanya melatih kepatuhan, maka yang lahir adalah manusia-manusia yang terbiasa tunduk pada otoritas. Sebaliknya, ketika pendidikan memberi ruang dialog, keberanian bertanya, dan kesempatan menguji keputusan, maka yang lahir adalah manusia yang sadar akan martabat dirinya.

Karena itu, saya melihat peristiwa kecil tersebut bukan sekadar keributan lomba. Saya melihatnya sebagai tanda bahwa masih ada anak-anak yang berani bersuara di tengah budaya yang sering kali lebih menyukai kepatuhan daripada keberanian berpikir. Dan mungkin, di tengah dunia yang semakin bising oleh klaim kebenaran, suara-suara yang tetap waras, reflektif, dan bertanggung jawab justru menjadi hal yang paling penting untuk dijaga.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Tradisi Tenggeyamo diketahui ada sejak zaman kesultanan Gorontalo dan hingga kini masih digelar setiap tahun. Sebelum penetapan, biasanya agenda diawali dengan ceramah tentang asal-muasal bulan Ramadan sambil menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal. Gelaran Tanggeyamo biasanya dilakukan di rumah adat atau di rumah dinas kepala daerah di Gorontalo. […]

  • Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Mako Polda Gorontalo pada Kamis, 11 September 2025. Aksi tersebut mengangkat isu maraknya praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Botudulanga, Kabupaten Pohuwato. Dalam aksinya, AMPL menyampaikan sejumlah tuntutan utama, salah satunya mendesak Kapolda Gorontalo untuk segera menangkap Daeng Baba dan Daeng Arif […]

  • Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Dari sudut hukum semesta, energi yang sefrekuensi akan saling menguatkan. Doa yang dipanjatkan bersama memiliki daya getar yang lebih besar dibanding doa yang dipanjatkan sendiri. Di sinilah salah satu makna 27 derajat itu: kualitas energi spiritual yang berlipat. Laut dan Sandeq: Pelajaran Sinkronisasi Orang Mandar dikenal sebagai pelaut tangguh. Perahu tradisional seperti sandeq meluncur cepat […]

  • UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) turut ambil bagian dalam Forum Investor Daily Indonesia yang mengusung tema Environmental, Social, and Governance (ESG): Bersama Membangun Keberlanjutan, diselenggarakan pada Kamis, 20 November 2025 di Ballroom 1 Hotel Mulia Senayan. Forum ini mempertemukan akademisi, regulator, dan pelaku industri untuk membahas strategi keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang semakin relevan […]

  • Masjid, Modal Kecil, dan Imajinasi Besar

    Masjid, Modal Kecil, dan Imajinasi Besar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle  Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Dari kas masjid, ia menggulirkan modal kepada 17 kepala keluarga. Mereka berjualan takjil saat Ramadhan. Skemanya ringan—cukup mengembalikan sepuluh ribu rupiah per hari. Tidak ada tekanan. Tidak ada bunga. Hanya kepercayaan. Dan sesuatu yang menarik terjadi. Sebelum pertengahan Ramadhan, seluruh modal itu kembali. Seolah uang itu tidak hilang, hanya berputar. Lebih dari itu, menjelang Idulfitri, […]

  • Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dibuka melemah tajam pada Rabu (4/2/2026), menyusul mencuatnya sentimen negatif terkait pengungkapan dugaan tindak pidana pasar modal oleh Bareskrim Polri. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.15 WIB, saham PIPA tercatat merosot 31 poin atau sekitar 14,62 […]

expand_less