Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kronologi Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman di Bekasi, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Kasus pembunuhan terhadap Ermanto Usman (65) di kawasan Jatibening, Kota Bekasi, mulai menemukan titik terang.

Tim Jatanras dari Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian hingga kini masih menutup identitas serta jumlah pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

Ditemukan Tewas di Rumah

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin, 2 Maret 2026.

Ermanto Usman ditemukan tewas di kediamannya di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 No 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Korban diduga menjadi korban pembunuhan. Dalam kejadian tersebut, istrinya, Pasmilawati (60), juga ditemukan dalam kondisi luka parah dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Setelah peristiwa tersebut, tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Bekasi Kota, dan Polsek Pondok Gede langsung melakukan penyelidikan.

Puluhan saksi dimintai keterangan dan berbagai bukti dikumpulkan untuk mengungkap motif serta pelaku pembunuhan.

Pelaku Berhasil Ditangkap

Perkembangan terbaru, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Abdul Rahim, membenarkan bahwa pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.

“Benar (sudah ditangkap),” kata Abdul Rahim, Selasa (10/3/2026).

Namun, polisi belum mengungkap identitas pelaku karena penyelidikan masih terus dikembangkan, termasuk kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana.

Muncul Sosok Misterius di Rumah Sakit

Di tengah proses penyelidikan, muncul kejadian lain yang menimbulkan tanda tanya.

Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengaku menerima informasi dari keluarga korban mengenai seseorang yang mengaku sebagai penyidik polisi.

Orang tersebut disebut datang ke rumah sakit pada Sabtu, 7 Maret 2026, dan berupaya mewawancarai Pasmilawati yang masih dalam kondisi kritis.

Menurut Rieke, tindakan tersebut menimbulkan kecurigaan karena proses pendalaman terhadap saksi kunci seharusnya dilakukan dengan koordinasi resmi.

Diduga Memaksa Masuk

Berdasarkan keterangan petugas keamanan rumah sakit, orang yang mengaku sebagai penyidik itu sempat mencoba menemui keluarga korban.

Petugas keamanan awalnya menolak permintaan tersebut karena belum ada persetujuan dari pihak keluarga.

Namun orang tersebut dilaporkan tetap berusaha masuk untuk menemui korban.

Hingga kini, kemunculan sosok misterius tersebut masih menjadi tanda tanya di tengah proses pengungkapan kasus pembunuhan yang menewaskan Ermanto Usman.

Sementara itu, polisi memastikan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara lengkap motif serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi III DPR RI menegaskan bahwa reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus diarahkan pada penguatan pengawasan internal dan perubahan kultur organisasi, bukan sekadar perombakan struktur. Penegasan ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menuntut Polri menjadi institusi yang bersih, tangguh, dan berpihak pada rakyat kecil. Melalui Panitia Kerja (Panja) Reformasi […]

  • Gerakan Demonstrasi Mei Berlawan di Kota Ternate, Wagub Malut Temui Massa Aksi Bicarakan Personal Buruh dan Pendidikan 

    Gerakan Demonstrasi Mei Berlawan di Kota Ternate, Wagub Malut Temui Massa Aksi Bicarakan Personal Buruh dan Pendidikan 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Ternate diwarnai dengan aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah elemen gerakan dalam Aliansi Mei Berlawan, Rabu (1/5/2025). Aksi ini menyuarakan persoalan ketenagakerjaan dan akses pendidikan, serta mengecam dominasi oligarki tambang di Maluku Utara. Massa aksi memulai long march dari titik kumpul menuju kediaman Gubernur Maluku Utara, sebelum […]

  • GUSDURian Makassar Siapkan FGD Demokrasi Gen Z

    GUSDURian Makassar Siapkan FGD Demokrasi Gen Z

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komunitas GUSDURian Makassar menggelar rapat persiapan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Perspektif Demokrasi Gen Z di Era Disrupsi”. Pertemuan berlangsung di Kampung Buku Inninnawa, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar, dan dihadiri sejumlah para penggerak inti Gusdurian, Senin, 26 Januari 2026 Dalam rapat tersebut, peserta membahas berbagai kebutuhan teknis yang akan digunakan dalam pelaksanaan […]

  • Ramadhan dan Ilusi Stabilitas Demokrasi

    Ramadhan dan Ilusi Stabilitas Demokrasi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan jeda dalam hiruk pikuk kehidupan publik. Ia bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga ruang refleksi kebangsaan. Dalam suasana menahan lapar dan dahaga, manusia diajak menata ulang relasinya dengan Tuhan, sesama, dan dirinya sendiri. Dalam konteks Indonesia hari ini, Ramadhan memberi kita cermin untuk membaca kondisi hukum dan politik yang tampak stabil, tetapi […]

  • Yang Nanam Malah Lapar

    Yang Nanam Malah Lapar

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) adalah usia yang cukup matang untuk merenung: apakah jam’iyah ini masih sekadar kuat di tahlilan, atau sudah cukup berani kuat di laporan keuangan? Gus Dur pernah berkelakar, “NU itu besar sekali, tapi kalau ditanya asetnya, jawabannya sering: berkah.” Masalahnya, berkah saja tidak cukup untuk bayar pupuk, solar kapal nelayan, dan […]

  • Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Dalam dinamika sosial Indonesia, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bahwa suara-suara yang paling lantang menyuarakan kerukunan dan perdamaian justru lebih sering datang dari organisasi masyarakat sipil—terutama ormas keagamaan, sosial, dan komunitas-komunitas akar rumput—bukan dari pemerintah. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ia berakar pada perbedaan mendasar dalam cara berpikir, atau yang sering disebut sebagai […]

expand_less