Breaking News
light_mode
Trending Tags

Musdes Penetapan APBDes 2026 Desa Majannang Digelar di Hari Libur, Dorong Percepatan dan Transparansi

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 68
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 pada Sabtu (27/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Majannang dan menjadi perhatian karena dilaksanakan di hari libur.

Musdes dihadiri oleh PJ Kepala Desa Majannang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, para kepala dusun, ketua RT, kader desa, serta perwakilan tokoh pemuda. Pelaksanaan musyawarah di luar hari kerja dinilai sebagai langkah progresif yang mencerminkan keseriusan pemerintah desa dalam mempercepat proses perencanaan dan penetapan anggaran.

PJ Kepala Desa Majannang, Syamsir, S.S, dalam sambutannya menegaskan bahwa percepatan pembahasan APBDes merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan dan pelayanan publik.

“Musyawarah ini kami laksanakan meskipun di hari libur sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pemerintah desa. Kami ingin perencanaan anggaran tahun 2026 dibahas lebih awal, matang, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Syamsir juga menegaskan bahwa pemerintah desa membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat, termasuk kritik dan masukan konstruktif.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Kritik dan saran menjadi bahan evaluasi agar APBDes yang disusun lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, pendamping desa, Ahmad, memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Desa Majannang yang dinilai tidak lazim namun patut menjadi contoh bagi desa lain.

“Tidak semua desa mau dan mampu melaksanakan musyawarah penetapan APBDes di hari libur. Ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Desa Majannang dalam mempercepat tahapan perencanaan dan penganggaran sesuai regulasi,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, percepatan pembahasan APBDes akan berdampak langsung pada efektivitas pelaksanaan program desa di tahun anggaran berikutnya, sehingga pembangunan dan pelayanan dapat berjalan tepat waktu.

Dalam forum tersebut, salah satu tokoh pemuda, Sakti, menyampaikan sejumlah masukan dan kritik konstruktif, khususnya terkait transparansi pengelolaan anggaran, penetapan skala prioritas, serta peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan desa.

“Perencanaan pembangunan itu penting, tetapi pelayanan kepada masyarakat juga harus menjadi perhatian utama. Pemerintah desa harus memastikan pelayanan berjalan maksimal, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program.

“Transparansi harus dimulai dari awal. Masyarakat berhak mengetahui program prioritas apa yang akan dijalankan dan bagaimana implementasinya di lapangan,” katanya.

Menurut Sakti, penetapan program prioritas harus benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.

“Fokuskan anggaran pada program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar pemerataan kegiatan tanpa melihat urgensi dan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Menjelang penutupan, Musdes berlangsung cukup alot namun tetap kondusif. Sesi tanya jawab dan diskusi terbuka menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah desa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta usulan secara langsung.

Musyawarah kemudian ditutup dengan harapan agar seluruh masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan penyempurnaan dalam penyusunan dan penetapan APBDes Tahun Anggaran 2026 Desa Majannang, sehingga pembangunan dan pelayanan desa ke depan semakin transparan, tepat sasaran, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

 

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Kaltim Bersuara: Sudah Cukup, Tuntut Keadilan Lingkungan 

    Pemuda Kaltim Bersuara: Sudah Cukup, Tuntut Keadilan Lingkungan 

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    “Sudah cukup” Seruan itu menggema dari hati rakyat Kalimantan Timur sebagai bentuk kekecewaan sekaligus kepedulian mendalam terhadap kerusakan lingkungan yang terus berlangsung tanpa henti. Masyarakat menyerukan keadilan ekologis dan menolak eksploitasi yang menggerus alam serta merusak kehidupan mereka. Hal ini disampaikan oleh Usamah Ahmad Syahid, Wasekjend DPP GENINUSA (Gerakan Santriprenuer Nusantara), yang menyuarakan keresahan warga […]

  • Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini Play Button

    Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 179
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bagaimana seharusnya Islam hadir di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya menjalankan syariat? Pertanyaan inilah yang menjadi pokok bahasan dalam sebuah pengajian yang digelar secara mendadak dan disiarkan melalui kanal youtube NUtizen Televisi, pada dua tahun yang lalu. Pengajian tersebut disampaikan oleh KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo sekaligus Pengurus Lembaga […]

  • Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya Play Button

    Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 153
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Muhyidin Zeni, menegaskan bahwa dosa yang bersumber dari kesombongan memiliki dampak spiritual yang jauh lebih berbahaya dibanding dosa yang lahir dari dorongan syahwat. Hal ini disampaikan dalam pengajian rutin yang tayang di Nutizen TV, yang disadur dari Kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berisi […]

  • Longsor di Bandung Barat, Delapan Orang Tewas dan 82 Masih Dicari

    Longsor di Bandung Barat, Delapan Orang Tewas dan 82 Masih Dicari

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    nulondalo.com  – Tanah longsor terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, sementara 82 orang masih dalam proses pencarian hingga pukul 15.00 WIB. Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Bencana dipicu hujan dengan […]

  • Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

    Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Catatan dari Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Penulis Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Bagaimana memahami Gus Dur jika kita tak pernah bertemu dengannya? Bagaimana generasi sekarang dapat mendaurulang cara berpikirnya? Warisan Gus Dur sesungguhnya bukan sekedar gagasan, humor, atau praktik terbaik, melainkan metode berpikir yang bisa diterapkan hingga […]

  • Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia, pada 22 Januari 2025 yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Inpres tersebut menyasar sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan […]

expand_less