Breaking News
dark_mode
Trending Tags

NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

  • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 1.128
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam banyak kasus, nahdliyyin kultural justru menunjukkan keikhlasan yang sangat kuat dalam menjaga tradisi NU. Hal ini karena keterlibatan mereka tidak terikat oleh masa khidmat kepengurusan dan tidak pula didorong oleh target-target pribadi tertentu. Mereka ber-NU karena kecintaan terhadap tradisi dan nilai yang diwariskan oleh para ulama.

Namun di sinilah muncul persoalan. Banyak nahdliyyin kultural yang tidak aktif dalam kepengurusan struktural NU. Ketidakterlibatan mereka bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama, sebagian dari mereka memang tidak terlalu tertarik dengan mekanisme kerja organisasi yang cenderung formal, prosedural, dan birokratis. Kedua, tidak sedikit nahdliyyin kultural yang merasa kalah panggung dengan mereka yang lebih dominan dalam struktur organisasi. Ketiga, ada pula kemungkinan bahwa mereka memang tidak dilibatkan secara serius dalam kepengurusan.

Di sisi lain, nahdliyyin struktural memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan tugas-tugas kelembagaan NU. Mereka berperan dalam pengambilan keputusan, pengelolaan organisasi, serta representasi NU dalam berbagai forum resmi.

Akan tetapi, dalam beberapa kasus, terdapat pengurus struktural yang justru tidak lahir dari basis sosial NU. Sebagian dari mereka bahkan berasal dari lingkungan yang tidak memiliki kedekatan dengan tradisi NU. Namun karena memiliki kedekatan dengan pihak-pihak yang memegang kewenangan dalam penentuan kepengurusan, mereka akhirnya masuk ke dalam struktur NU.

  • Penulis: Abdullah Aniq Nawawi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan Play Button

    Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 223
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama KH Said Aqil Siradj bukan sosok asing dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Selama dua periode memimpin PBNU, ia dikenal sebagai kiai yang vokal dan tak segan mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk di era Presiden Joko Widodo, terutama ketika kebijakan dinilai merugikan rakyat kecil dan kaum lemah. Dalam sejumlah pernyataan yang kembali ramai dibicarakan, Said […]

  • Cegah Praktik Mafia Peradilan di Maluku Utara, HAM & Associates Laporkan Hakim Nakal Ke KY dan MA RI

    Cegah Praktik Mafia Peradilan di Maluku Utara, HAM & Associates Laporkan Hakim Nakal Ke KY dan MA RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Kantor Hukum HAM & Associates secara resmi laporkan oknum Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana yang mengeluarkan Putusan Perdata Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI, atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025), dengan harapan agar oknum Hakim […]

  • Boalemo Apresiasi Pemprov Gorontalo Gelontorkan Program Pro-rakyat

    Boalemo Apresiasi Pemprov Gorontalo Gelontorkan Program Pro-rakyat

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Kabupaten Boalemo Lahmuddin Hambali memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang dinilai berhasil melanjutkan program-program prorakyat yang telah dirintis sejak masa kepemimpinan Gubernur Gorontalo sebelumnya. Hal ini disampaikan Lahmuddin saat mendampingi Wakil Gubernur Gorontalo dalam agenda penyerahan bantuan sosial di tiga kecamatan di […]

  • 500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Praktek berpuasa bagi umat Islam selama bulan Ramadan telah berlangsung ribuan kali sejak era Nabi. Khusus untuk kita di Gorontalo, puasa baru berlangsung sekitar 500 tahun. Hitungan “kasar” ini bermula dari tahun 1525 sejak Islam menjadi agama resmi di Gorontalo. Artinya, untuk Gorontalo sendiri, baru 500 kali puasa Ramadan dilangsungkan. Bagi peradaban lain, puasa Ramadan […]

  • Merayakan Krisis Kendali di Kampus: Kekerasan Seksual dalam Peradaban Layar

    Merayakan Krisis Kendali di Kampus: Kekerasan Seksual dalam Peradaban Layar

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Apa yang dijelaskan oleh Byung-Chul Han dalam The Burnout Society agaknya makin relevan. Masyarakat hari ini bukan lagi masyarakat larangan, melainkan masyarakat performa—di mana individu terus didorong untuk aktif, produktif, dan terlihat. Dalam ruang kampus, ini bisa menjelma menjadi kebutuhan untuk diakui, untuk memiliki relasi, untuk menunjukkan dominasi sosial. Tekanan ini tidak selalu hadir sebagai […]

  • Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Namun revolusi tidak berhenti pada runtuhnya rezim lama. Setelah itu muncul pertanyaan baru: siapa yang benar-benar mengendalikan arah negara? Gus Dur membaca momen ini dengan cukup jeli. Ia menaruh perhatian pada figur seperti Abolhassan Banisadr, seorang intelektual yang kemudian menjadi presiden pertama pascarevolusi. Posisi Banisadr terasa ganjil bagi banyak pengamat. Ia bukan ulama garis keras, […]

expand_less