Breaking News
light_mode
Trending Tags

NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

  • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Fenomena ini menimbulkan persoalan lain. Tidak sedikit nahdliyyin struktural yang berhenti aktif dalam kegiatan NU ketika masa khidmat kepengurusannya berakhir. Setelah tidak lagi menjadi pengurus, mereka juga tidak lagi terlibat dalam aktivitas NU. Selain itu, keterlibatan sebagian nahdliyyin struktural terkadang juga diiringi oleh orientasi tertentu, seperti target jabatan atau kepentingan politik.

Lalu bagaimana menjawab persoalan ini?
Tentu saja kondisi yang paling ideal adalah ketika nahdliyyin kultural yang memiliki kecintaan mendalam terhadap NU, aktif dalam kegiatan keagamaan, serta dekat dengan masyarakat akar rumput, juga menjadi bagian dari kepengurusan struktural NU.

Dengan kata lain, akan sangat ideal jika seorang nahdliyyin kultural pada saat yang sama juga menjadi nahdliyyin struktural.

Dengan demikian, struktur organisasi NU akan diisi oleh orang-orang yang tidak hanya memiliki posisi formal, tetapi juga memiliki akar kultural yang kuat dalam tradisi NU.

Tugas Ketua Umum Nahdlatul Ulama ke depan adalah mencari formulasi yang tepat agar kondisi ideal tersebut dapat tercipta. Kita tentu tidak ingin kelembagaan NU dipimpin dan diisi oleh orang-orang yang tidak memahami problem akar rumput NU. Jika hal itu terjadi, maka sangat mungkin kepengurusan NU akan menyusun program-program yang tidak memiliki korelasi dengan persoalan nyata yang dihadapi warga nahdliyyin.

Di sisi lain, kita juga tidak ingin melihat nahdliyyin kultural tiba-tiba menempati posisi struktural secara instan hanya karena memiliki pengaruh di akar rumput, tanpa melalui proses kaderisasi dan tanpa pernah berkhidmah dalam kepengurusan sebelumnya. Karena kondisi ini akan melahirkan pengurus yang tidak professional, gagap dalam menjalankan roda organisasi, meskipun ia memiliki kedekatan dengan basis NU.

Kondisi ideal yang perlu diupayakan adalah lahirnya pengurus-pengurus NU yang memiliki ikatan kuat dengan akar rumput, memahami kondisi sosial masyarakat nahdliyyin, serta mampu menyusun program-program yang berangkat dari problem sosial yang nyata di tengah masyarakat. Pada saat yang sama, mereka juga harus profesional dalam menjalankan roda organisasi, serta menghormati tahapan-tahapan dalam proses berorganisasi.

Penulis : Katib Syuriyah PWNU Gorontalo

  • Penulis: Abdullah Aniq Nawawi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Pengajian Kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib Peringati HUT RI ke-80

    GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Pengajian Kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib Peringati HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo menggelar pengajian kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2025, bertempat di Masjid At-Taubah, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara. Pengajian diawali dengan pengantar dari Ketua GP Ansor Kota Gorontalo, […]

  • Bahas Sejumlah Isu, PWNU Gorontalo Gagas Bahtsul Masail Se-Suluttenggo

    Bahas Sejumlah Isu, PWNU Gorontalo Gagas Bahtsul Masail Se-Suluttenggo

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Bahtsul Masail yang melibatkan tiga wilayah, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) pada Ahad, 23 Februari 2025 besok. Acara yang digagas oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Gorontalo ini menjadi tonggak sejarah baru dalam mengintegrasikan diskusi ilmiah antar wilayah di kawasan Sulawesi. Ketua LBM PWNU […]

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

  • 945 Santri TPA-TPQ se-Kota Gorontalo Ikuti Wisuda dan Khatam Raya 2026

    945 Santri TPA-TPQ se-Kota Gorontalo Ikuti Wisuda dan Khatam Raya 2026

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Ia juga menanggapi isu yang berkembang terkait persyaratan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Gorontalo. Menurutnya, kewajiban mampu mengaji tidak dimaksudkan untuk menghambat akses pendidikan. “Ada anggapan bahwa kebijakan ini membuat anak tidak bisa melanjutkan ke SMP. Itu tidak benar. Justru ini menjadi dorongan bagi orang tua agar memastikan anak-anaknya bisa mengaji,” tegasnya. Di […]

  • Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta terus memperkuat dukungannya terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) salah satunya lewat layanan KUPEDES. Produk pinjaman produktif ini dirancang untuk memberikan akses permodalan dengan proses cepat, bunga ringan, serta skema angsuran fleksibel. Selasa, 2 September 2025. Melalui KUPEDES, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman mulai Rp20 juta hingga […]

  • Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Salah satu praktis penting dalam Idul Fitri adalah saling memaafkan. Tradisi ini bukan hanya bentuk etika sosial, tetapi juga manifestasi konkret dari pensucian hati. Memaafkan berarti melepaskan beban emosional yang selama ini membelenggu hati. Ia adalah proses pembebasan diri dari dendam dan kebencian yang dapat merusak keseimbangan batin. Dalam perspektif psikologis, memaafkan juga memiliki dampak […]

expand_less