Breaking News
light_mode
Trending Tags

Qays, Safinah Maula Rasulullah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #4)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 44
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di antara para sahabat, nama-nama seperti Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Talib sering dipersepsikan sebagai simbol keberanian, ketegasan, dan kekuatan fisik. Mereka menjadi rujukan bagi banyak generasi sebagai contoh keberanian yang luar biasa. Namun, di balik nama-nama besar itu, terdapat seorang sahabat yang jarang disebut, tetapi memiliki kekuatan fisik dan pengabdian yang tidak kalah luar biasa. Ia adalah Qays, seorang mantan budak keturunan Persia yang lebih dikenal dengan nama Safinah  Maula Rasulullah. Arti nama ini adalah Si Kapal Pelayan Rasulullah.

Qays lahir dan hidup di masa awal Islam di Madinah, tetapi tidak ada catatan pasti mengenai tahun kelahirannya atau kapan ia menjadi budak. Yang pasti, ia adalah budak milik Ummu Salamah, salah satu istri Nabi SAW. Meskipun awalnya berada dalam status rendah sebagai budak, nasib Qays berubah ketika Ummu Salamah memerdekakannya dengan satu syarat: ia tetap akan melayani Rasulullah SAW. Qays menerima syarat itu dengan sepenuh hati.

Julukan “Safinah” sendiri diberikan oleh Nabi SAW. Kisah ini tercatat dalam beberapa riwayat, termasuk dalam kitab Al-Mu’jam al-Kabir.

Seorang sahabat bertanya: “Mengapa beliau menamaimu Safinah?”
Safinah menjelaskan: “Suatu hari kami keluar bersama Nabi. Barang bawaan kami sangat berat. Nabi meminta aku untuk membentangkan bajuku. Beliau meletakkan barang-barang di atasnya, lalu berkata: ‘Bawalah. Engkau tidak lain adalah Safinah (kapal).”

Safinah menambahkan bahwa meski memikul muatan seberat satu unta, dua unta, atau bahkan lima wasaq—satuan besar muatan pada masa itu—ia tidak merasa berat. Julukan ini bukan sekadar lelucon atau ungkapan biasa. Kapal adalah simbol kekuatan, ketahanan, dan kemampuan membawa banyak muatan hingga menyeberangkan orang lain. Demikian pula Safinah: ia memikul tanggung jawab, membantu sahabat lain, dan tetap setia dalam pengabdian, meski tidak selalu tampil di medan perang atau peristiwa besar.

Kisah ini juga menyingkap pesan moral yang dalam. Kemuliaan dalam Islam, seperti yang ditunjukkan oleh Safinah, tidak diukur dari keturunan, status sosial, atau asal-usul. Safinah bukan bangsawan Quraisy, bukan keturunan keluarga terpandang, bahkan seorang mantan budak dari Persia. Namun, kedekatannya dengan Nabi SAW dan kesetiaannya membuatnya dihormati. Ia membuktikan bahwa nilai seseorang terletak pada pengabdian, kesetiaan, dan kemampuan memikul tanggung jawab—bukan dari garis keturunan.

Selain kekuatannya yang luar biasa, Safinah juga dikenal memiliki ketahanan fisik dan mental yang mengagumkan. Ia ikut serta dalam perjalanan-perjalanan dan ekspedisi bersama Nabi, membantu membawa barang-barang berat, mengatur logistik perjalanan sahabat, dan terkadang meriwayatkan hadits-hadits Nabi SAW.

Safinah menunjukkan bahwa perjalanan Sejarah Islam adalah milik bersama, bukan hanya milik sahabat sahabat utama. Ia bukanlah panglima perang yang namanya dipuja-puja, bukan pemimpin politik yang memiliki pengaruh langsung. Namun, seperti kapal yang memikul muatan, ia menanggung beban sahabat lain, menopang perjalanan Nabi dan komunitas Muslim awal, dan memastikan bahwa kehidupan sehari-hari Nabi berjalan dengan baik.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat Play Button

    Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 169
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergantian tahun Masehi kerap identik dengan hiruk-pikuk perayaan, kembang api, dan berbagai euforia yang melibatkan keramaian. Namun, dalam sebuah pengajian penuh makna, almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi justru mengajak jamaah untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang berbeda: dzikir sederhana, sunyi, dan penuh kesadaran spiritual. Kiai Ghofur mengisahkan bahwa amalan ini merupakan ijazah […]

  • Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menguji langsung tiga calon komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Gorontalo melalui wawancara yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (16/1/2026). Tahapan ini menjadi bagian akhir dari proses seleksi sebelum penetapan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Wawancara tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim […]

  • Pemerintah Jelaskan Penurunan Kuota Bansos Akibat Efisiensi

    Pemerintah Jelaskan Penurunan Kuota Bansos Akibat Efisiensi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menjelaskan bahwa kuota penerima Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) pada tahun 2025 mengalami penyesuaian signifikan. Kebijakan ini diambil sebagai imbas dari efisiensi anggaran yang harus diterapkan oleh seluruh pemerintah daerah, termasuk di Provinsi Gorontalo. Hal ini disampaikan Wagub Idah saat menyerahkan bantuan BLP3G di dua kecamatan […]

  • PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 193
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Kisruh di PBNU bukan hal mengejutkan. NU sejak dulu hidup dengan perdebatan. Organisasi sebesar ini wajar kalau penuh pandangan, ego, dan aspirasi. Tapi kisruh kali ini berbeda: ia terjadi di era digital—era ketika gesekan kecil langsung berubah jadi tontonan nasional sebelum ada kesempatan […]

  • Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Aljunaid Bakari
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi merupakan kota yang terus berkembang. Perkembangannya terbilang cukup masif, terutama sejak resmi memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2002. Sebagaimana kota-kota berkembang pada umumnya, arah pengembangan Kota Gorontalo sangat dipengaruhi oleh sense of place—sebuah imaji kolektif yang menjadi inspirasi pembangunan wilayah. Di banyak kota di Indonesia, sense […]

  • Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Tayangan Exposed Uncensored yang disiarkan oleh Trans 7 menuai gelombang protes dari kalangan akademisi muda Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mereka menilai konten tersebut telah melampaui batas etika penyiaran dan mencederai nilai-nilai keagamaan serta budaya bangsa. Asep Alfarizi Yulianto, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester V, menilai tayangan tersebut bukan sekadar hiburan, […]

expand_less